[Berani Cerita #1] Lipstik Merah

2.06.2013

“Sayang, kamu kemana aja, sih? Jam segini baru sampai rumahku? Aku digigitin nyamuk nih nungguin kamu di teras,” protes Nani manja seraya memelukku.

“Maaf, ya, Sayang. Tadi aku harus..”

“Ini apaan?” pekik Nani sambil melepaskan pelukannya.

“Apaan mana?”

“Itu! Di pipi kamu! Itu lipstik siapa!” seru Nani setengah teriak.

“Tenang dulu, dong. Aku jelasin dulu. Tadi aku sama...”

Plak!

Nani menampar pipiku. Pipi yang ada lipstik merahnya.

“Maaf, Sayang. Aku nggak bisa ngapus lipstik merah ini. Sekali pun aku hapus, pasti ada lagi,” ujarku membela diri.

Nani menangis tersedu-sedu. Aku tak kuasa mendengarnya menangis. Kuhapus lipstik merah sebisaku.

“Lihat, sudah hilang, kan?”

Nani menatapku, dan mengangguk. Kemudian berkata, “Tapi aku nggak bisa sama orang yang sudah selingkuh.”

Kemudian Nani berlari masuk ke rumahnya dan menutup pintu dengan keras. Brak!

*

Aku berlari masuk ke rumah sambil menutup keras pintu. Aku tak tahan dengan kelakuannya yang mempermainkan perasaanku. Apa yang dipikirkannya kalau kekasihnya melihat ada lipstik merah wanita lain bertengger di pipinya?

Aku masuk ke kamar kemudian mengintip dari balik jendela yang mengarah ke teras rumah. Kulihat Dani duduk di anak tangga terasku sambil berusaha mengusap-usap pipi yang ada lipstik merahnya tadi.

Tak lama ada seorang wanita paruh baya menghampirinya. Aku mengenalinya lewat selembar foto yang pernah diperlihatkan Dani kepadaku sewaktu di sekolah. Itu Maminya Dani. Dani langsung berdiri.

“Ih, Mami, ngapain ke sini? Dani, kan, malu kalo keliatan Nani nanti!” protes Dani manja sambil menghentak-hentakkan kakinya dan mulut yang manyun.

“Sayang, Mami cuma mau nganterin bunga ini aja kok. Mami pikir kamu kelupaan, ini bunga yang buat Nani, kan? Ketinggalan di mobil Mami tadi,” jelas Mami.

“Oh, iya! Makasih ya, Mami Cayang,” ujar Dani makin manja. Kemudian mereka berpelukan.

“Eh, mana lipstik Mami tadi? Kok hilang? Sini, Mami cium lagi!”

Oh, tidak! Pacarku ternyata anak Mami! Aaaaaaaakkkkk!

***
Suly, 6 Pebruari 2013
Word count: 298/500

 "Flash Fiction ini disertakan dalam Giveaway BeraniCerita.com yang diselenggarakan oleh Mayya dan Miss Rochma."

35 comments :

  1. kasian anak mami kena tampar. hihihi..

    makasih dah ikutan GAnya yak mak.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 mak.. seneng ikutan ginian :)
      ada yang mau diedit, tapi udah kadung dipublish ceritanya, huhhuhu... ga jadi deh...

      Delete
  2. hahaha... lucuuu... ga nyangka ternyata oh ternyata...... ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasiih maak, akhirnya aku bisa juga bikin cerita lucu.. tapi kurang nendang endingnya yak,, ga bisa edit lagi nih, udah kburu dipublish soale :(

      Delete
    2. bikin lg aja mba... kan ada dua kali kesempatan... ;) ini bagus kok...

      Delete
    3. oh ya? ada 2 kesempatan? coba tak baca lagi peraturannya yaa..

      Delete
  3. Replies
    1. iyah, malu2in nih anak mami... cowok pula :D

      Delete
  4. Hihihihi... Bagusan anak mami drpd selingkuh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi kan malu2in, mak :p

      ahh itu rwistnya ga nampol.. sebel ih, keburu dipublish sama aku.. ga bisa edit lagi jadinya :(

      Delete
  5. hihihi....lucu...btw, mak aku itu Dani apa Nani mak? aku kok bingung ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku yang pertama si Dani, aku yang kedua si Nani. Itu udah beda narator ceritanya, mak :)
      kalo cerita yang pake beda2 narator gini namanya cerita berbingkai, jadi loncat dari 'aku' Dani ke 'aku' Nani :)

      Delete
    2. oh gitu ya... bagaimana agar pembaca gak bingung mak? ada keterangan atau ada kode kalau beda narator ga ya mak?

      Delete
    3. ga ada kode khusus kok. ada yang ngebedain dari cara dialognya, ada juga yang nggak. biasanya udah bisa keliatan kok dari nama yg disebut dalam narasinya :)
      kebetulan tokoh di cerita ini punya nama yg mirip, jadi mungkin itu yg bikin mak nunung kebingungan, ya? hhihi maap ya :)

      Delete
    4. hihihi iya mak, jadi pengen juga bikin cerita berbingkai

      Delete
  6. ide loncatan PoV nya keren :D

    bikin tepokjidat sih pas baca endingnya wkwkwkwk...

    ReplyDelete
  7. Replies
    1. heheheheh
      *ngebayangin mak latri cekikikan*

      Delete
  8. Oo..bisa ya "aku" ada dua, tapi aku bacanya gak bingung Mbak, okeh banget berarti nih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa, mak. baca deh buku...siapa ya, hihih.. ah, ya! buku "24 wajah Billy". dia pake 'aku'nya lebih banyak malahan. pusing, pusing, deh, bacanya.. :D

      Delete
  9. Replies
    1. loh loh ini numpang ketawa doang?? manaaa kripiknyaaaa?? :p

      Delete
  10. Mak Istiadzah, terus terang bunda super bingung bacanya. Dalam cerita ini yang bikin bingung adalah tentang AKU. AKU ini Nani atau Dani sih, mak? Gak mungkin NANI atau DANI bisa berubah jadi AKU. Menurut pendapat bunda alangkah baiknya kalau cerita diatas dibuat dari sudut pandang orang ketiga (yang serba tahu tentang pelaku2 dalam cerita). Atau kalau misalnya AKU adalah NANI, maka awal cerita bisa ditulis seperti berikut:

    “Sayang, kamu kemana aja, sih? Jam segini baru sampai rumahku? Aku digigitin nyamuk nih nungguin kamu di teras,” protesku manja seraya memeluknya.

    Nah, menurut bunda semua kata NANI dalam cerita baru bisa diganti dengan AKU. Enak deh bacanya, hehehehehe....

    Mudah2an kebingungan bunda dengan mengajukan komentar dan kritik diatas akan mendapatkan pencerahan dari mak Istiadzah, agar bunda cepat pintar dalam menulis FF. Makasih ya mak.

    Oya mak, bukankah kalau kalimat langsung itu harus disertai tanda : (titik dua?) seperti antara lain dalam kalimat berikut:

    Nani menatapku, dan mengangguk. Kemudian berkata: “Tapi aku nggak bisa sama orang yang sudah selingkuh.”

    Gimana mak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi maaf ya bikin Bunda bingung. Ini memang pake sudut padang loncat, dengan dua tokoh 'aku' yang berbeda. ini udah simpel loh, Bun. di beberapa novel malah ada yang pake 'aku'nya 12 orang, heheheh..

      kalau yang dialog langsung sepengetahuan saya begitu nulisnya, pake 'koma' bukan 'titik dua', kecuali skenario film atau naskah drama, yg dialognya memang pake 'titik dua' seperti yang Bunda contohkan.

      semoga jawaban saya membantu yaa :)

      Delete
  11. susah juga punya pacar anak mami . . .

    ReplyDelete
  12. wihihii.. pasti malu itu keduanya, si cowo anak mami dan si cewe salah sangka,,
    sukses mbak ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi iya tuh.. ampun deh punya pacar yg masih anak mami :p
      sama2 suksesnya ya, mba :)

      Delete
  13. Wahaha... Lucu niii. Twisted ending bener. Sukses ya GAnya en salam kenall

    ReplyDelete
  14. wooow... ternyata anak mami hehehe....

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^