Si Kecil 2 Tahunku yang Serba Bisaan

2.25.2013

Anak saya yang kecil, Shaki (2 yo), menurut saya, anak yang serba bisa. Dibanding kakaknya, ia lebih berani dan cepat nangkep. Sejauh pengamatan saya terhadap anak-anak saya sendiri, Shaki lebih cepat terstimulasi dari kakaknya sendiri, I'am (3y4mo). Fyi, Shaki baru berulang tahun yang kedua pada 14 Februari kemarin :)


Setiap hari I'am selalu ngoceh tiada henti, dan tentu saja ocehannya itu berupa pernyataan dan pertanyaan yang masuk dalam rekaman otaknya Shaki. Kalau I'am ngomong pake Bahasa Inggris, Shaki bisa langsung ngikutin. Ini udah terjadi sejak Shaki bisa ngomong lancar, sekitar usia 1,5 tahun.

Waktu I'am belajar makan sendiri karena menurut saya sudah saatnya ia bisa makan sendiri, malah Shaki yang mahir lebih dulu. Shaki selalu minta makan dengan sendoknya sendiri. Tentu saja saya kewalahan. Di samping I'am baru belajar makan sendiri di usia hampir 3 tahun, Shaki malah terus-terusan minta makan sendiri di usianya yang masih 1,5 tahunan!

Sebenarnya cukup mudah, ya. Sebagai orang tua, apalagi ibunya, saya bisa mengatasi hal-hal kecil seperti makanan tumpah atau berantakan. Tapi masalahnya, Shaki ngga pernah mau dialasin kalau lagi makan. Pernah saya beri kain popok (yang bersih tentunya, hehe) untuk alas dia makan. Dia langsung menggeser kainnya sampai mangkuknya jatuh dan makanannya tumpah. Padahal itu mangkuk isinya sereal dan susu! Sabaar... Sementara kakaknya setengah mati berjuang menyendokkan serealnya ke dalam mulutnya hingga sebagian susu tumpah dari sendok.

Hari berikutnya, Shaki saya pakaikan slabber. Apa mau dikata, anaknya tetap menolak. Slabber dicopot paksa padahal ia sendiri ngga bisa melepaskan perekatnya. Akhirnya ia teriak-teriak kesal dan marah. Saya bujuk supaya ia mau pakai slabber, saya beri alasan kenapa ia saya pakaikan slabber, tapi tetap saja ia menolak. Sabaar...

Pada akhirnya Shaki mahir mennyendokkan sendiri makanannya dengan rapih dan tidak tumpah-tumpah. Ia tampak senang jika menyendokkan makanan yang banyak isinya dan selalu excited. Bagi orangtuan yang menerapkan sistem BLW (Baby-Led Weaning) kepada buah hatinya, mungkin hal ini sudah biasa dan tidak terlalu "wah" bisa makan sendiri di usia 2 tahun. Tapi bagi saya, yang tidak menerapkan sistem BLW kepada anak-anak, hal ini merupakan peningkatan level kepintaran mereka :)


Shaki sarapan spaghetti saus bolognaise

Shaki sarapan nasi+abon aja, rapih ngga ada yang tumpah-tumpah

Kalau yang ini dia menyendokkan hot chocolate sendiri, ngga tumpah tuh ^^

Setelah berhasil menyendokkan makanan dan minuman sendiri tanpa bantuan, sekarang dia lagi gencar-gencarnya pakai baju sendiri. Padahal saya baru mengajarkan ini untuk I'am, di usia yang sudah genap 3 tahun beberapa bulan lalu. Tapi, laig-lagi, malah Shaki yang merespon dengan antusias pelajaran ini.

Anak-anak saya setiap hari menonton video di youtube, tentu saja dengan pengawasan saya. Jangan ditiru, ya. Ini juga darurat kok saya, hehehe. Sudah hampir 2 bulan ini tv saya rusak. Jadi, mau ngga mau ya laptop standby terus untuk menghibur anak-anak. Anak-anak saya suka menonton video dari Supersimple Songs, review mainan, dan beberapa video anak-anak yang mandiri (memakai pakaian sendiri). Dan, video-video itu semua bukan saya yang mencarikan, melainkan I'am sendiri yang klik sana-sini sampai akhirnya ketemu yang dia inginkan. Sekarang, Shaki juga udah jago pakai laptop sendiri; buka chrome, youtube, lalu klik sana-sini.

Nah, dari video-video itulah anak-anak saya antusias belajar memakai baju sendiri. Katanya, "Pake baju sendiyi, kayak di yutup, Ma." Hihihi, saya tertawa, lalu membenarkan bahwa I'am harus bisa pakai baju sendiri. Shaki juga ikut-ikutan. Sekarang, setiap dia melihat baju apapun tergeletak, selalu diambil dan memasukkan ke kepalanya.

Melihat overall jeansnya tergeletak di karpet, langsung dimasukkan sebisanya ^^

Shaki habis mandi, maunya pakai underwear sendiri ^^

Kebetulan saya bertempat tinggal di apartemen yang lingkungannya tertutup. Paling-paling kalau keluar rumah hanya sore aja, itu juga ngga setiap hari, dan mainnya pun ke playground aja. Kadang ketemu sama teman-teman lain yang bermain di playground juga, tapi ngga selalu berkomunikasi dengan mereka karena keterbatasan bahasa yang kami miliki.

Alhamdulillah, sekarang Shaki sudah mahir main perosotan yang ada di playground tanpa bantuan saya dan papanya. Padahal, sewaktu I'am masih seusia Shaki (2y), I'am belum berani naik perosotan yang tinggi melingkar sendiri, ia hanya bisa dan berani main perosotan yang pendek lurus, itu pun dengan bantuan saya atau suami. Sementara I'am masih bermain dengan peosotan kecil, Shaki saat itu sudah berani naik tangga tinggi menuju perosotan tinggi. Saya dan suami kuatir karena ia masih terlalu kecil (1,5y).

Namun dengan dorongan yang kuat dari kami, sebagai orangtua, mereka jadi berani dan bisa main perosotan yang tinggi melingkar itu. Memang pada awalnya pasti masih takut-takut, tapi kami dorong terus supaya tidak perlu takut. Dan lama-lama bantuan tangan kami lepas, dan meluncurlah mereka dengan sendirinya! Asyiiiik! Mereka ketagihan sekarang.


Ini direkam beberapa hari yang lalu, Shaki berhasil meluncur sendiri tanpa bantuan mama-papanya :)

Berikut beberapa tips dari saya jika teman-teman ingin mengajarkan sesuatu kepada batita:

  • Ajak anak untuk melakukan hal yang sama. Jika ingin mengajarkan minum dengan sendok sendiri, contohkan dulu, lalu minta anak mengikutinya setelah kita, atau bisa juga bersamaan.
  • Jika anak kesulitan, bantu perlahan. Ada kalanya anak malah marah jika dibantu, ajaklah bicara dan bertahu bahwa kita hanya membantu memberi lubang untuk tangannya agar bisa masuk dengan mudah.
  • Jika anak tampak takut meluncur di perosotan, beri dorongan bahwa ia bisa melakukannya dan katakan bahwa kita menunggu di bawah sambil menggandeng tangannya ketika hendak meluncur nanti, jangan lupa katakan bahwa ia bisa melakukannya.
  • Jika anak tampak takut ketika akan menaiki tangga, bantu ia melangkahkan kakinya satu per satu sambil dituntun dari belakang. Setelah itu, jika ia merasa bisa dan kita juga merasa sudah bisa, lepaslah tangan kita dan minta agar anak memegang pegangan tangga untuk membantu keseimbangannya selama naik tangga. Ada kalanya si anak malah marah jika kita tuntun ketika sedang naik tangga. Jika demikian, biarkan saja ia naik dengan sendirinya sambil kita awasi dan ikuti dari belakangnya.
  • Jika anak berhasil melakukannya, beri pujian agar ia merasa hal yang dilakukannya tadi merupakan sesuatu yang membanggakan.
  • Dan yang paling utama dari pengajaran ini adalah orangtua harus punya stok sabar yang banyak dan mental yang kuat.
Terkait tips terakhir saya, itu adalah kunci utama dari setiap pembelajaran terhadap anak. Mental kuat. Sebagai orangtua, kita juga harus mempersiapkan mental yang lebih kuat dari anak. Misal anak akan menaiki anak tangga di rumah, atau di luar, kita dulu yang seharusnya bermental kuat. Jika kita anggap si anak sudah cukup mampu, kita biarkan saja ia menaiki anak tangga satu per satu sambil kita awasi tepat di belakangnya. Ini berlaku sejak anak sudah mulai bisa merangkak. Tentunya rasa ingin tahu si anak bertambah besar karena ia merasa sudah bisa kemana-mana dengan rangkakannya itu jadi ia berpikir mudah untuk menaiki anak tangga.

Kunci selanjutnya adalah sabar. Dalam hal ini kita butuh banyak stok sabar untuk mengajarkan anak menyendokkan nasi sendiri ke mulutnya atau minum langsung dari gelas. Jika kita ngga bisa bersabar, kemungkinan yang muncul adalah kita terus melarang anak untuk makan dan minum sendiri, jadi kita yang mengambil alih semuanya untuk menyuapinya. Padahal, jika anak sudah ingin makan sendiri, kita harus siap dan terima hasilnya. Berantakan sudah pasti, namanya juga masih belajar. Basah, tinggal kita lap atau ganti saja bajunya. Kebanyak para ibu tidak bersabar sehingga semua kebutuhan anak dilayaninya sendiri. Jika demikian, anak tidak akan berkembang, bahkan sampai ia dewasa juga masih tetap bergantung pada orangtua dan sulit mengambil keputusan sendiri.

Demikian sharing dan tips dari saya. Semoga membantu teman-teman semua dalam mengajarka sesuatu pada anak batita dan balita. Terimakasih :)
***

Note: Tulisan ini saya ikut sertakan dalam Lolipol (Lomba Menulis Preschool On Line) yang diadakan oleh Facebook Group Preschool On Line

20 comments :

  1. setiap anak punya kelebihan masing2 khan.. I'am mungkin agak kurang dalam gal adaptasi dan sosialisasi, tapi sangat pandai menghapal dan bermain logika.. #mbelain anak satunya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wekekkekekke... iya iya...
      tenang, ntar dibikinin postingan tentang I'am.. ini kan lagi ikutan lomba batita, sementara i'am udah bukan batita lagi :p *alesan*

      Delete
  2. selamat ulang tahun shaki..... shaki pinter yah,, mak, mau tanya, shaki udh pinter ngomong ya? ga ada kesulitan bahasa? di sana pake bahasa apa mak? share doong... nisa (18 bln) msh dikit kosakata yg bisa dimengerti...

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasii mak :)
      alhamdulillah shaki udah bisa ngomong n nyanyi2 ples pake joget :D
      di sini di rumahkunya apa orang2 lokal? orang2 lokal pake bahasa kurdi, mak. jarang ada yg bs bahasa inggris kecuali org kantoran :p
      kalo di rumah pakenya ya bahasa indo, kadang2 pake b.inggris dasar.
      gpp mak terus ajarin aja, pancing setiap saat kalo ngeliat sesuatu yang menarik perhatiannya :)

      Delete
  3. Dari pengalaman pribadi sy,anak cwe mmg cenderung lbh cepat belajar & dewasa dr anak laki2, kl anak cwo tuu kyknya lbh fokus ke main2nya jd bljrnya lama sedangkan anak cwe kebalikanya...coz sy jg pny anak cwo&cwe dan sy jg membandingkan tingkat kemampuan mrk spt yg mba lakukan,smp akhirnya sy berkesimpulan mmg kemampuan bljr mrk berbeda ya krn perbedaan cwo/cwe itu :) jd bukan berarti i'am lbh lama bljr ato tdk mandiri,tp nanti ada wktnya dimn nanti anak cwo akan lbh cpt bljrnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup betul. sepertinya emang anak cewe lebih cepat nangkep untuk motorik kasarnya. eh bener kan motorik kasar? anak pertamaku sebenernya ga telat kok perkembangannya, dai termasuk cepat tumbangnya, usia 10 bulan udah bs jalan. dan skrg alhamdulillaah udh bs mengeja huruf dan berhitung 1-30 (menjodohkan jawaban angka dengan gambar) :)

      Delete
  4. Keknya anak kedua memang lebih cepat tanggap & menyerap ya.... mgkn krn sdh ada kakaknya utk contoh. Anak saya juga bgt mba... anak kedua lebih cepat bisanya dibanding anak pertama.BTW... mba ikut lomba apa ya? #pengentauaja# hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah betul mbak. mungkin karena kakaknya juga usianya ga begitu jauh (deket banget malahan), jadinya enak diajak main dan cepat ngerti kalo kakaknya ngomong macem2 :)

      itu lho, ada di postinganku yg paling bawah nama lomba n yg mengadakannya :)

      Delete
  5. Anakku yg nomer dua jg lebih cepat belajarnya daripada yg nomor satu.
    Semoga sukses, Bun :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin :)
      setiap anak emang unik dan istimewa. sebenernya ga mau banding2in, tapi ini postingannya untuk lomba yang anaknya batita :)

      Delete
  6. Anak kedua lebih cenderung semangat untuk imitatif ya mak. Anak kk sy juga gt, anak keduany jg lebih aktif dr kakaknya. Tp ya itu td tiap anak ada istimewanya sendiri ;)
    Kakaknya jadi kalem n penyabar sm adeknya yg super aktif :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah, setiap anak itu unik dan istimewa.. besok mau bikin postingan tentang anak pertama ah.. kasian jadi dibanding2in di sini, huhuhuhu
      kalo anak pertamaku alah lebih aktif n ga bisa diem, mak. jadi si shaki itu ga bisa diem ya ngikut kakaknya juga :D
      kebayang deh punya anak 2 usia deketan dan super aktif semuanya :D

      Delete
  7. ekspresi yg makan mie lucu mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi.. itu ada videonya juga sebenernya. tapi ga aku masukin ke mari..

      Delete
  8. Intinya kita sebagai Ortu kasih mereka kepercayaan dan terus memotivasi sekaligus mengawasi, betul begitu mbak Isti?

    ReplyDelete
  9. Setuju banget, jadi orangtua mesti banyak persediaan sabar, karena anak-anak selalu penuh kejutan :)
    Nice sharing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah, mak. jadi orangtua memang harus banyak belajar sabar :)

      Delete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^