PromptChallenge #5: Deal

3.12.2013


"Sisa pembayaran akan dilunasi sekitar 6 bulan lagi. Deal, ya, Pak?"
"Ya, Bu!"
Roni dan Marni berjabat tangan.
*
6 bulan kemudian...
Ruang bersalin di Klinik Bidan Marni pecah karena suara tangis bayi. Bayi Ririn dan Roni.
"Pak, bayi kita laki-laki apa perempuan?" tanya Ririn kepada suaminya.
"Perempuan, Bu. Sekarang bayinya sedang dimandikan," ucap Roni penuh lembut.
"Ah, pasti cantik, ya, Pak?"
"Cantik, Bu. Seperti kamu."
Ririn tersenyum senang dan tak sabar ingin melihat lagi bayinya.
"Pak Roni, mari ikut saya!" perintah Marni.
Roni mengikuti Marni ke ruang kantornya.
"Silakan tanda tangani kembali suratnya, Pak," pinta Marni.
Roni bimbang sesaat. Lalu menandatangani surat yang diberikan Marni.
"Bayinya sudah dibawa asisten saya."
Roni menghempaskan lembaran itu ke lantai. Marni terdiam melihat Roni yang tampak gelisah.
"Tidak, jangan sekarang. Kasihan Ririn jika dia tahu tentang ini semua," ucap Roni pada dirinya sendiri.
"Ini sisa uangnya. Lunas, ya, Pak? Silakan temui istri Bapak."
Roni menuju kamar Ririn. Dilihatnya istrinya sedang menahan sakit di perut dan ada darah banyak di kasurnya.
"Bu, kenapa?"
"Mana bayinya, Pak? Saya ingin menyusuinya."
"Tapi darah ini?"
"Saya pendarahan, Pak. Kata asisten bidannya nggak apa-apa, kok. Mana bayinya, Pak?"
Roni tak bisa menjawab.
Ririn meraba-raba wajah Roni dan berkata, "Pak?"
Ditempelkannya tangan Ririn ke pipinya dan menjawab," Sabar, ya, Bu. Bayinya meninggal."
***
Word: 215/500
Cerita ini saya buat untuk menjawab tantangan prompt di Monday FlashFiction.

33 comments :

  1. hu hu hu teganya, teganya. Suami jahat, awas nek ketemu tak plintir lho...(peace mama)

    ReplyDelete
  2. mbak isti gitu deh, roni-nya dibikin jahat smuwaaaaa :((((

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, aku juga tadi sempet kepikiran kenapa jadi bikin cerita bapak jual anaknya, ya? yang satu "jual" Ririn, satunya lagi jual bayi. hadeeuuuh... -_____-

      Delete
    2. jangan2 mba isti kepikiran bikin usaha dagang :D. jadi idenya seputaran jual beli. hehehe

      Delete
  3. hadeuhhh ceritanya menyedihkan terus, cerita yang fall in love atuuhhh biar seruuuu! memangnya harus yang sedihh terus yaaa!! hik hik hik

    ReplyDelete
    Replies
    1. haduuuh maaf, mbak :D entah kenapa prompt yang ini imajinasi saya ke situ terus :D
      coba baca tulisan saya yg judulnya "menunggumu", itu fall in love kok :p
      atau kalau mau cerpen yang "lelaki itu" :p

      Delete
  4. hu hu...ntr menyesal tu si Roni...

    ReplyDelete
    Replies
    1. biarin aja, dah ga mikir lagi dia. ga mau ngurus bayinya, kan istrinya buta.

      Delete
  5. si Roni terlalu, jual anaknya sendiri demi duit. O ya si Roni kenapa tdk bilang bayinya meninggal sejak awal ke Ririn ya. Sepertinya kok rada janggal klo tadi bilang sedang dimandikan, trus tiba-tiba bilang meninggal. Agak aneh juga * ini pendapat pribadiku sendiri mbak .... *

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak, ini yg bikin aku galau. jadinya ngga ngetwist ya endingnya kalo bgini ceritanya?
      makasih ya mak, nanti aku edit lagi :)

      Delete
  6. keren, mak. tapi saya usul dikit ya mak, nulisnya coba agak dijarakkin spasinya enternya, mak. biar ga dempet2 gitu barisnya, gpp kayaknya spasi enter 2x, supaya lebih enak gitu bacanya, ga siwer mata saya *mata saya doang, ditoyor deh*. ato spasi 1,5 gitu kayak di word, haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaaaak yang kayak gini nih aku ngga ngertiiii *nangis di pojokan*
      aku ga bisa ngatur jarak antar paragrafnya. aku enter 2x dia kegedean jaraknya! huh, sebel.. :(

      Delete
  7. haha... Roni-ku juga jahat. Marni jahat. Ririn teraniaya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. mak, kenapa ga ngritik alurnya? ini gimana endingnya? enak ga menurutmua? *nodong*

      Delete
  8. biasanya ibu yg jual anak..sekarang bapak2 jg dagang anak ya.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini ibunya buta, mak. pengen nimang bayi sendiri. lah suaminya ga mau kalo dia yg ngurus semua2nya, jadinya dijual.

      Delete
  9. hmmm ...... kenapa ada yang ganggu ya? alurnya sih udah oke, idenya oke...

    -____-" kayaknya perlu diperhalus apa ya? *mendadak galau tidak bisa menemukan sesuatu yg mengganggu* T__T

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau kata aku mak, twistnya salah tempat. mestinya promptnya ditaro di akhir cerita. jadi pembaca baru ngeh kalo ternyata bayinya dijual. iya, ngga?

      Delete
  10. berarti ntar kalau Ririn melahirkan lagi, anaknya mau dijual juga? ih, suami jahaaaattt *gemes sendiri :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmmm kemungkinan bakalan digugurin, mak :p
      *terserah yg ngarang ya :p

      Delete
  11. Ini kliniknya Bidan Marni perlu diinvestigasi nih...

    ReplyDelete
  12. ADuh... no coment dah,g suka crita sad ending

    ReplyDelete
    Replies
    1. begitukah? coba besok2 saya bikin yang lucu, ya? hehe

      Delete
  13. Anak'e dewe didol.. Nggak nggenah.. :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. kenyataannya banyak yg kayak begitu, mak. sedih, ya? :(

      Delete
  14. duuuuh gemes kq suami ky gitu *plak* >:D

    ReplyDelete
  15. saya tadinya smepet bingung sama bagia bayi yg dimandiin trus ternyata meninggal. Tp keseluruhan idenya bagus, bikin saya pengen nampol suaminya :D

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^