Heja Restaurant, Restoran Khas Turki di Suly

4.16.2013



Heja Ocakbasi. Begitu ucapan yang menyambut kedatangan kami di Restoran Heja. Sabtu (13/4) kemarin saya mencoba restoran baru di Suly. Restoran Turki katanya. Kebetulan, suami saya sudah pernah mencoba duluan bersama teman-teman kantornya. Ketika ia bercerita tentang resto tersebut, saya jadi penasaran. Jadilah kemarin sehabis lelah di pasar kami pulang mampir ke resto tersebut.

Letaknya tak jauh dengan kantor suami. Resto ini bersebelahan dengan Chicken Joes, satu-satunya tempat makan degan menu utama ayam goreng khas KFC di Suly (yap, di Suly nggak ada KFC atau McD atau Texas). Bertempat di lantai dua gedung, lantai pertama disewa oleh jasa tour and travel. Begitu masuk, kami disambut tangga menuju restorannya.

Tibalah kami di pintu yang sesungguhnya. Tempatnya nggak begitu besar, tapi cukup untuk menampung orang-orang seperti kami yang kelaparan pada pukul setengah dua siang. Tak banyak juga yang makan di sana hari itu karena hanya 1/3 meja yang terisi dari total kira-kira sepuluhan meja.

Ini difoto dari tempat duduk kami

Tak lama kami duduk, pelayan datang memberikan minuman sebotol air mineral dingin ukuran 1,5 liter. Lalu lima menit kemudia hidangan pembuka datang. Ada sup, bermacam-macam salad, dan roti. Rotinya, tetnu saja sebagai teman makan supnya. Hanya Shaki yang nggak kebagian sup karena kami hanya diberi tiga mangkok aja.



Kira-kira 10-15 menit berikutnya, kami baru memesan menu utamanya. Karena nggak ngerti sama sekali dengan nama-nama makanan yang ada di lembaran menu, kami memutuskan menghampiri dapur terbukanya. Di dalam etalase ada berbagai daging-dagingan berbumbu yang siap dibakar, di antaranya chicken wings, chicken tekka dan lamb tekka. Kami memesan satu chicken tekka dan satu lamb tekka. Lalu kembali duduk menikmati salad lagi.

Sambil menunggu, suami sempat menyesal, "Kita mesennya cuma satu-satu, mana kenyang?"

Yah, saya kan nggak ngerti ya orang baru pertama kali itu ke situ.

Suami saya berdalih, "Waktu ke sini, ada nasi. Tadi nggak ada nasi di depan dapurnya. Kosong."

Ya sudahlah, akhirnya kami tunggu aja. Semoga temannya chicken dan lamb tekka ini adalah naan, seperti biasanya. Dan sepuluh menit kemudian, datanglah menu utama kami!

Jreng jreeeeeng....

Seporsi chicken tekka dan teman-temannya

Seporsi lamb tekka dan teman-temannya

Jadinya begitu itu. Chicken tekka yang saya pesan punya temannya: nasi, roti, salad, cabe ijo bakar. Begitu juga dengan lamb tekka yang dipesan suami saya. Sungguh, perut saya udah sedikit penuh terisi roti+sup tadi, ditambah cemil-cemil saladnya. Saya berusaha menghabiskan menu utama tersebut Tapi perut nggak bisa bohong.

Nasinya, saya pikir nasi goreng. Dan bayangan saya itu nasi goreng dengan bumbu yang gurih khas tukang nasi goreng pinggir jalan. Tapi, begitu dimakan, nasinya seperti kurang garam. Hambar. Jadilah saya makan chicken tekka hanya dengan rotinya. Itu pun nggak habis.

Saya harus menyiapkan perut lagi setelah makan menu utama. Karena kata suami saya setelah makan menu utama biasanya dikasih hidangan penutup yang manis lagi. Saya pikir hanya teh (kebiasaan orang Timur Tengah kalau makan pasti disudahi dengan minum teh hangat yang muanis). Tapi ternyata, yang datang adalah teh dan teman-temannya!


Saya nggak tahu apa nama kue-kue tersebut. Saya mau bertanya pada pelayannya, tapi mereka nggak bisa berbahasa Inggris. Asli ya, itu kue-kuenya muaniiiiiissss banget. Giung kalo kata orang Sunda mah. Saya dan suami nggak bisa menghabiskan kuenya. Setelah teh habis, kami langsung bayar.

Di kasir, tersedia tusuk gigi yang diletakkan di piring kecil dan di sebelahnya ada cengkeh. Saya nggak tahu cengkeh itu fungsinya apa tapi waktu suami saya bayar, petugas kasirnya menyuruh suami saya mengambil cengkehnya dan mengunyahnya. Suami saya nurut. Selesai bayar, kami turun. Di bawah, suami saya ngomel-ngomel gara-gara cengkeh yang dikunyahnya. Entah apa rasanya, saya nggak nyobain. Katanya, kayak mati rasa. Lidah nggak bisa ngerasain apa yang dimakan sebelumnya. Hahaha! :p

Untuk rasa, makanan di resto ini bisa saya kasih nilai lumayan lah, 8 ya dari 10. Hanya aja saya belum nyobain nasi yang kata suami saya enak itu. Hidangan pembuka dan penutupnya mantap. Saking mantapnya, kami nggak bisa menghabiskan semuanya. Untuk menu utama, rasa chicken dan lamb tekkanya lebih enak daripada yang biasa dibeli suami saya. Kalau yang biasanya hanya dibakar dengan garam aja, yang ini beda. Saya nggak tahu bumbunya apa tapi yang jelas enaaak. Kalau diajak ke sana lagi, saya mau! :D

Paling nggak, saya bisa tahu kayak apa makanan khas Turki sebelum pergi jalan-jalan ke negara aslinya. Hahaha! Emangnya siapa juga yang mau ngajakin ke Turki? Mudah-mudahan suami saya setelah mbaca postingan ini langsung ngitung-ngitung rekening dan ngitung-ngitung cuti. Aamiin. Hehehe. :p

11 comments :

  1. Subhanallah... Tinggal di 'luar' berkesempatan menikmati berbagai pengalaman seru ya, Mbak.
    Saya sih tinggal di kota saya sejak lahir :)
    Ehm, semoga Mbak beneran bisa ke Turki :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. makaih kaka akin mau mampir ke rumah saya :)
      untuk doanya, aamiin. :D

      Delete
  2. Petualangan wajib kalo lagi melanglang buana ke kota tetangga atau negara tetangga ya WISKUL, Wisata Kuliner.
    Good Info mbak, jadi berasa ikut mkan disana hihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, mak!
      makasih, makasih :)
      seneng deh rumahku dikunjungi mak lisa gopar yg keren ^^

      Delete
  3. Kebayang itu liat saladnya, rasanya pasti khas timur tengah banget. Mak, saya pikir yang dengan teh itu mash potato, ai pek teh bukan ya...hehehhehe giung pisan gituh, apalagi kalo makannya liat sayah....

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya banget mba. bukan potato itu, soalnya muaniiis buanget. ga ada rasa2 potatonya juga :D

      Delete
  4. Jadi pengen nyobain *ngiler*

    salam kenal mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal juga, mbak :)
      makasih udah mampir ke mari ^^

      Delete
  5. Saya g tahu rasax yang pasti, tapi dengar2 makananx ga enak, sih.
    Btw, kalau benar2 enak pasti habis ya? Atau versi jumbo y, g habis

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah kekenyangan gara2 makanan pembukanya, mbak. :p
      makasih ya udah mampir ke mari :)

      Delete
  6. Kurdistan....saya hanya dapat menjelajah dari sini...

    http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1092599

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^