Prompt #12: Konde Misterius

5.11.2013

Diam-diam kuturuni anak tangga. Tanpa alas kaki, kuharap langkah kakiku takmembangunkan suamiku. Kubuka pintu lorong bawah tanah, lalu masuk. Mataku berusaha beradaptasi, lorong bawah tanah ini hanya mengandalkan cahaya dari satu jendela di sudut saja.


Bau lembap menyengat. Mataku menyapu sambil mengendap-endap. Terdapat gambar suamiku bersama wanita-wanita lain di beberapa pigura berbeda yang dipajang di dinding. Mereka semua menggunakan pakaian pernikahan adat Jawa. Aku taktahu kalau suamiku pernah menikah sebelumnya. Beberapa kali.

Bulu kudukku merinding.

Aku terkejut saat aku secara tak sengaja menyenggol sesuatu yang besar dan menyembul.

Astaga! Konde? Tapi, siapa yang pakai konde di rumah ini?


credit
Hanya ada aku dan suamiku di rumah ini. Keningku berkerut, mataku memicing. Kuambil konde itu lalu kuamati. Ada tida buah kembang goyang yang ditusukkan.

Aku ingat. Bukankah ini konde yang kupakai ketika melangsungkan pernikahan sebulan lalu?

"Kau ingat aku?" suara dari konde.

Aku terperanjat. Hampir saja terlepas konde itu dari tanganku. Konde ini berbicara!

"Jangan lepas!"

Aku takmengerti.

"Aku ini milikmu. Pakailah!"

Seperti tersihir, aku menuruti perkataannya. Takkupedulikan bagaimana caranya. Tiba-tiba saja konde itu sudah menempel lekat di kepalaku. Sedetik kemudian aku menari-nari seperti ada yang menggerakkan tubuhku.

Mataku membelalak dan melirik-lirik. Tarianku semakin cepat. Gerakanku berlomba-lomba dengan pikiranku. Sedang apa aku ini?

Takmengerti apa yang terjadi, kucoba meraih kembang goyang di konde. Takbisa dicabut! Susah sekali. Keras. Sambil terus menari, kembang goyang coba kucabut. Tetap takbisa.

Kulihat kilatan cahaya yang terpantul oleh gunting di lantai. Kuambil, lalu kutusukkan sedalam mungkin ke arah konde. Meleset.

Aku tersungkur di lantai dengan genangan darah yang keluar dari kepala. Bersama wanita-wanita lain dalam pigura tadi di hadapanku.

Samar-samar kudengar sebuah suara dari konde yang masih menempel di kepalaku, "Tidak ada yang boleh memiliki suamiku, atau kau menjadi tumbal untukku! Hihihihihi!"

***

287 Kata.

21 comments :

  1. hohohooho ini versi setan-setanannya :D. saya baru tahu kalo hiasan emas itu namanya kembang goyang. yang di tulisan saya itu, enaknya diganti enggak ya? :)

    ReplyDelete
  2. wah mba kerem ceritanya...walau agak horror di endingnya..tp twist banget :D

    ReplyDelete
  3. Aku bener-bener ga kepikiran punya ide untuk menjadikan Konde sebagai Istri :D
    Keren.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan kondenya yang jadi istri, mas. tapi itu kondenya dirasuki mendiang istrinya :)

      Delete
  4. tak kirain kembang goyang itu makanan aja ya mak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, sama. tapi ini kembang goyang pengantin loh ya :p

      Delete
  5. oalah, kembang goyang toh namanya?
    aq baca d hp kok bnyk yg g pake spasi mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. hapemu kali, Ji, yang ga cukup spacenya :p

      Delete
  6. Replies
    1. makasih, mbak :)
      berarti mba ari suka yang dark2 gini yah :D

      Delete
  7. widih bikin bulu kuduk berdiri mbaak.Toop BGT (banget) :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh, iya ya? berarti berhasil saya, mbak. makasih banyak udah mampir ke sini, mbak :)

      Delete
  8. Ending cerita horor selalu membuat pembaca memilki penilaian tersendiri namun berkesan.

    Sukses selalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih mas indra, udah mampir ke sini :)

      Delete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^