Prompt #12: Konde Warisan

5.09.2013



Seminggu lagi aku akan melangsungkan pernikahan. Bukan main bahagianya, karena calon suamiku itu orang kaya, anak tunggal pula. Kemarin kami berdua sudah fitting baju. Jadi, rencananya nanti pakai tema garden party.


Hari ini aku mampir sebentar ke rumah calon mertua. Seperti biasa, aku selalu dipersilakan masuk sementara si empunya rumah masih di kamar. Aku langsung menuju ruang keluarga lalu duduk.

Aku terkejut saat aku secara tak sengaja menyenggol sesuatu yang besar dan menyembul.

Astaga! Konde? Tapi, siapa yang pakai konde di rumah ini?


credit
Keningku berkerut. Jangan-jangan untuk kupakai nanti? Bukannya mereka sudah sepakat aku tak akan memakai kebaya? Lagipula, konde ini jadul sekali.

"Eh, Rani! Baru aja Ibu mau kasih liat itu."

"Ibu pakai konde?"

"Buat acara kamu nanti. Itu konde warisan, lho!"

Ah, leganya.

*

"Mba, permisi ya, kepalanya mau saya pasang konde," ucap penata rambutku.

"Hah? Konde? Kan saya pakai gaun putih, Mas!"

"Iya, tapi kata Ibu tadi harus tetap pakai konde. Katanya ini konde warisan."

Mau pingsan rasanya begitu kulihat bentuk konde tersebut. Konde warisan yang diceritakan Ibu tempo hari.

***
174 Kata

15 comments :

  1. Oh, come on! You can do better than this :-|

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkkwkwwkwk
      lagi males nulis yang berat2, mak :p

      Delete
  2. masa' sih ini kurang mbak carra? menurutku ini bagus en lucu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. mak carra pengen endingnya dark, kali :p

      Delete
  3. si ibu suka mainin kalimat, atau emang ga sadar kalau persepsi orang jadi laen ya? hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. dua-duanya sama2 ga sadar ini. hahhahaha

      Delete
  4. Hahaha, iya lucu. Kirain serem Mak :) biasanya kan dirimu demen yg dark2 :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hayah.. hahhaha baca yang atunya lagi yak :D

      Delete
  5. Kok perasaan malah bikin penasaran yaaaa
    -__-"

    nyari lanjutannya nih
    :D

    ReplyDelete
  6. kataku ini renyah, ko. ^_^ bravo!

    ReplyDelete
  7. Setuju ama Mbak Carra..
    Alu kehilangan Mbak Isti di cerita ini :D
    Salam Mbak

    ReplyDelete
  8. hihihi... itu mertuanya tega amat sih wkwkwk..
    tapi boleh juga, kreatif. Perpaduan tradisional dan modern :D

    ReplyDelete
  9. sejujurnya. aku belum pernah dengar ada konde yang diwariskan turun temurun. cincin, gelang, atau kalung, mungkin. lagipula, orang jaman dahulu malah nggak pakai konde. mereka menggelung/menyanggul rambut asli. ataupun kalau rambutnya kurang panjang, mereka akan pakai 'cemara', rambut sambungan; untuk kemudian disanggul.

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^