Prompt #15: Aib

6.09.2013

credit
"Anak Ibu positif. Kondisinya sudah sangat parah. Lalu kenapa Ibu nggak dari dulu periksanya?" sedikit emosi aku mendengarnya.

Yang ditanya hanya bisa terisak, tanpa mengeluarkan sedikit kata. Kemudian terdengar ia menghela napas.


"Saya sudah berusaha, Mbak. Beberapa Rumah Sakit yang pernah saya datangi selama ini tidak mampu menangani anak saya. Mereka bilang nggak punya fasilitasnya. Saya pikir, karena anak saya tampak sehat jadi saya nggak meneruskannya."

Aku menggeleng.

"Anak saya pemakai berat. Saya nggak mampu melarangnya. Tolong, Mbak!" ujarnya sambil terisak. Di ujung telepon.

*

Seminggu kemudian, aku baru bisa menjenguknya. Menjenguk Rico, yang seminggu lalu ibunya meneleponku. Kulihat kondisi Rico parah sekali. Mengherankan bagiku, keluarga Rico termasuk orang mampu, bahkan berlebih. Kenapa begitu terlambat mendeteksi penyakitnya ini? Bahkan ketika sudah sangat parah begini.

Tubuh Rico kurus kering, berlawanan dengan foto pada pigura di nakas kamar tersebut. Mulut dan bibirnya ditumbuhi sariawan sebesar kacang kedelai, merah, dan berisi nanah. Kata dokter, lambungnya terluka parah akibat digerogoti maag. Sepanjang hari, matanya selalu terbuka, takbisa menutup. Mata dan telinganya sudah takberfungsi lagi.

Dengan keadaan demikian parahnya, Rico masih bisa bersuara. Meracau tepatnya.

"Hana Hina? Hu, hana Andi? Hana, Hu? Ayi yuga hana?"

"Apa katanya, Bu?"

"Dia menanyakan teman-temannya, 'Mana Rina? Bu, mana Andi? Mana, Bu? Ari juga mana?'. Sedari kemarin ia bertanya seperti itu terus karena teman-temannya nggak ada yang menjenguk."

Kasihan. Di saat-saat genting begini, seharusnya yang dibutuhkan Rico hanya dukungan dari teman-temannya. Tapi, aku yakin, teman-temannya pasti takut. Takut tertular.

Kemudian aku bergegas menghubungi Dokter Santo, Ketua Kelompok Studi Khusus AIDS. Kelompok tersebut merupakan satu-satunya distributor di Indonesia untuk obat ARV generik yang diimpor dari India dan Thailand.

"Halo, Dokter Santo. Saya butuh obat ARV cepat. Sekitar lima belas menit lagi saya menuju rumah Dokter. Tolong, Dok."

"Maaf, Mbak Ai. Saya sedang di bandara ini. Sedang boarding mau pelatihan ke Vietnam."

Betapa hancur hatiku mendengarnya. ARV adalah satu-satunya obat mujarab yang bisa diberikan saat ini untuk Rico. Aku pamit pulang, dan berjanji kembali lagi besok pagi.

*

Pagi-pagi sekali aku ke Rumah Sakit. Rico meninggal. Kemudian kulihat beberapa pemuda dengan wajah sendu dan tatapan kosong mendatangi ibunya Rico.

"Tante, maaf. Rico kenapa?"

"Kenapa, Tante?" sambung yang lainnya.

Taktega melihat ibunya yang sedang sedih, kucoba untuk menjawab. Namun suster yang sejak tadi di samping ibunya Rico menjawab, "Rico meninggal, karena lever dan maag akut. Mohon tenang sebentar."

Ya, penderita AIDS masih saja menjadi aib bagi keluarganya.


***
393 kata.
Cerita ini untuk memenuhi tantangan Prompt #15 MFF: Too Much Love Will Kill You 
Diangkat dari kisah nyata dengan bebrapa perubahan seperlunya demi sebuah fiksi. AKhirnya riset saya jadinya seperti ini. Susah ya prompt kali ini. ^_^

27 comments :

  1. Hmm.. pengetahuan saya tentang AIDS masih dangkal banget :(
    Tapi pasien dan keluarga punya hak untuk merahasiakan statusnya berkaitan masalah AIDS :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama, saya juga dangkal banget, makanya tanya2 dulu ke eyang gugel :D
      oh, gitu ya? saya baru tahu...

      Delete
  2. Aiih.. full riset ini mah ^_^

    FF nya informatif :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hiihiih baru kali ini dikomenin FF yang informatif :D
      makasih mak riniiii :)

      Delete
  3. wah kereeeen mbak,pecandu juga bisa aids ga kepikiran :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, kan karena sering tuker2an jarum suntik.
      makasih ya udah mampir :)

      Delete
  4. iya ih, full riset ini mah :P

    ReplyDelete
  5. harus full riset ya mba, tapi keren :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. enggak harus kok. ini karena aku ga tau apa2 ttg aids, jadinya riset dulu :)

      Delete
  6. mirisss risss membacanya, sedih banget jadi inget sama anak2 nih!

    ReplyDelete
  7. heuheu.. keren Mbak.. penuh dengan info bermanfaat :)

    ReplyDelete
  8. keren mak Isti *eh ada hana disebut2 he he..

    ReplyDelete
  9. Hiks sedih. Ini Rico terkena HIV gara-gara memakai obat terlarang ya? Bareng teman-temannya enggak? Teman-temannya enggak tertular ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bareng temen2nya. temen2nya belom nyadar aja itu :)

      Delete
  10. full riset yes. ga terlalu nge twist.

    mayaaaaaaaaaaaaannn.. hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. asli..FFnya kaya informasi ttg HIV..nice mba :D

      Delete
  11. penuh info hasil riset. twistnya mana??

    ReplyDelete
  12. wew,,, menmabh pengetahuan nieh,,

    ReplyDelete
  13. hmmm
    there were times when I was fascinated, amazed when visiting a blog or website
    because that will add insight and knowledge I course. thanks for nice post

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^