Prompt #19: Ibuku Ibunya

7.07.2013

Dokumentasi pribadi Nurul Noe

"Horeee! Ibuk pulang! Ibukku pulang!"

Oh, betapa aku benci anak itu, sedari tadi terus berteriak kegirangan karena ibunya pulang kampung. Ibunya, memang sudah beberapa tahun ini di kota, bekerja. Dan si anak itu masih saja terus melompat kegirangan sambil menggandeng tangan ibunya.

"Eeeh, Cah Bagus! Ibumu pulang, yo? Waduh, senangnya!" seorang tetangganya menghampiri kemudian memberi salam pada si Ibu. Lalu tersenyum melihatku.

Aku jengah dengan suasana ini. Ingin rasanya kubungkam saja mulut anak itu, supaya taklagi berisik sepanjang jalan meneriaki bahwa ibunya pulang. Tidak bisakah dia berteriak di dalam rumahnya saja? Nanti.

Akhirnya mereka berhenti di sebuah rumah yang hampir reyot. Si Ibu melongok ke dalam seperti mencari seseorang. Kemudian keluarlah seorang nenek dengan jalan yang tertatih-tatih.

"Sehat, Bu?"

Yang ditanya diam saja namun meneteskan air mata. Kemudian mereka berpelukan. Lalu si Nenek melihatku dan melepas pelukannya. Beliau mengajak anak kecil itu masuk ke rumah.

Si Ibu menoleh kepadaku dan mendapati diriku sedang membuang muka.

"Kenapa?"

"Aku nggak suka anak itu!"

"Ya, ampun! Kamu cemburu?"

Aku takmenjawab.

"Kamu itu udah SMA, dia masih SD. Baru mau masuk SD. Kamu kan udah setiap hari sama Ibu. Kasihan, dong, sama Bagus! Dia nggak ngerti kalau ibunya udah meninggal waktu kerja di kota. Ibunya kembaran Ibu."

Kembar?


***
204 kata
Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata Mama saya sendiri.

18 comments :

  1. jadi...ibu yang digandeng anak kecil itu sebenarnya ibu-nya anak yang SMA ya? kemudian jadi ibu angkat anak kecil tadi karena ibu kandungnya meninggal dunia? maap mbak kalo salah mengartikan..hehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, ibunya "aku". boleh dibaca lagi, mbak, ini baru saya revisi biar pada ga kebingungan. hehe

      Delete
  2. ibu angkatnya itu siapa?tmn kerja di kota,atau majikan dari si ibu kandung anak itu,coz dia tau secara pasti keadaan n kondisi tempat tinggal,dan pasti rumahnya sendiri jauh,karena anak itu mengenalnya sbg ibunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. baca lagi aja, mbak, hehe. baru saya revisi biar pada ga kebingungan. makasih ^-^

      Delete
  3. Dia jealous karena ibunya lebih merhatiin anak angkatnya?

    ReplyDelete
  4. awalnya sempat berfikir cerita yg berbeda, ternyata endingnya lain. jd anak kecil itu berfikir seseorg yg datang itu ibunya ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, maaak, betul sekalih! coba baca lagi ya, baru saya revisi soalnya biar lebih jelas dan ga kebingungan. makasih udah mampir :)

      Delete
  5. implisit banget mbak, hehe. bagus tapinya, bikin orang nebak-nebak :D

    ReplyDelete
  6. oohhhh ternyata ibu nya kembar toh, yang satu udah meninggal, baru ngeh dibaca 2x -_- :D

    ReplyDelete
  7. OOh si "aku" ternyata betulan nggak tau toh, kirain cuma si Bagas yg nggak tau mak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ga tau, ga pernah diceritain sm ibunya.

      Delete
  8. aneh ah kalau si aku nggak tahu. soalnya si ibu tahu fakta ini dari awal dan mestinya bukan baru kali ini pura2 jadi kembarannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ibunya ga pernah cerita sama "aku" kalo dia punya kembaran, mbak.

      Delete
    2. Owh... I see *sebelumnya aku punya pertanyaan yg sama kek Mbakyu La soalnya* heuheuheu...

      Delete
  9. Aku tadinya gak maksud ibuku ibunya, Mba. ..

    Eh, ternyata kembaran si Ibunya. Begitulah anak kecil kalau sudah lama tidak disanding ibunya. .. :)

    Melihat saja sudah sebegitu girangnya ya,Mba. . .

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^