Prompt #21: Atas Nama Cinta

7.19.2013

Sardji emosi melihat Marni pulang larut. Padahal ia tahu, istrinya pasti baru saja memijit pelanggan. Pekerjaan sampingan istrinya sejak dirinya di-PHK dan hanya bekerja sebagai kurir surat.

"Ke mana aja, sih, Dek, pulangnya sampai jam sebelas malam begini!"

"Kan tadi saya udah sms Mas, minta ijin ada yang mau dipijit malam-malam. Itu, Bu Rina, dia baru pulang kerja jatuh dari motor terus manggil saya."

"Dari jam setengah sembilan tadi? Masak selama ini, sih!"

"Mas kayak baru ngerti kerjaan saya aja. Saya kan kalau mijit sampai dua jam, Mas."

"Cepet masuk kamar sana! Udah ditungguin dari tadi ngga pulang-pulang!"

Marni menghela napas. Ia tahu apa yang akan dilakukan suaminya.

"Saya capek, Mas. Hari ini saya abis mijit tiga orang. Tadi pagi abis nyuci sama nyetrika di rumah Bu Rina, Bu Tejo, sama Bu Ramin."

"Cepet sana masuk! Nanti saya pijitin kamu."

"Ya, udah. Saya mau mandi dulu aja. Biar segar badannya."

"Ah, nggak usah!"

Marni cemberut. Ia lelah. Namun Sardji takpernah mengerti. Didorongnya Marni ke dalam kamar, kemudian dipijtinya mulai dari kaki, paha, dada, hingga ia menyetubuhinya dengan penuh nafsu. Seperti sudah setahun takbertemu. Dan, nafsunya masih sama seperti pertama menikahi Marni, ketika masih berumur dua puluhan.

Marni lelah, hingga ia ketiduran. Sardji takpeduli, yang penting ia dapat apa yang ia mau malam itu. Sepanjang malam. Sambil menahan letih, Marni sesekali terbangun dan mendapati Sardji masih menindihnya. Entah obat apa yang diminumnya sampai-sampai suaminya takpernah lelah menyetubuhinya. Tapi Sardji memang takpernah meminum obat kuat sekali pun.

"Mas, kalau udah kasih tau ya, saya capek, mau tidur yang enak," Marni memohon.

"Udah, nggak usah banyak omong! Tidur aja kamu. Nggak usah ngapa-ngapain Mas juga bisa sendiri!"

Lagi, jawaban itu yang didapatnya setiap malam. Ya, hampir setiap malam Marni diperlakukan seperti itu. Tidak cukup sekali Sardji memuaskan nafsunya. Tapi berkali-kali. Berjam-jam. Memang, Sardji pria yang amat sangat perkasa. Dulu Marni bangga punya suami sepertinya. Dulu.

Diciuminya Marni yang sedang tertidur. Marni takmungkin bisa tidur jika sedang dikerjai Sardji seperti ini. Sardji pun tahu itu. Ia hanya tahu Marni bisa dipakai karena sudah menjadi istrinya. Ia hanya tahu Marni harus mau melayaninya setiap kali diinginkan.

Setelah puas menciumi wajah dan leher Marni, kini ia menyuruh Marni tengkurap. Lalu dimulainya lagi menjamah tubuh Marni. Diciuminya kembali dari leher sampai bokong, dan berakhir dengan penetrasi. Selesai penetrasi kelimanya dalam waktu dua setengah jam, ia berhenti. Dibiarkannya Marni telanjang di kasur.

Dinyalakannya televisi yang sudah ia pindahkan dari ruang tamu, kemudian dimasukkannya sekeping VCD lalu menyetelnya. Kalian tahu? VCD porno. Seakan takhabis tenaganya, sambil menonton film ia pun mempraktikkannya kepada Marni.

"Mas, belum selesai?" ucap Marni sambil merintih.

Alih-alih menjawab, Sardji berhasil mencapai klimaks keenam kalinya, di malam itu. Marni lega. Ia pasti akan dilepasnya sebentar lagi. Ia sudah takkuat lagi menahan rasa sakitnya. Ingin rasanya marah, namun tenaganya sudah habis. Maka ia hanya bisa pasrah malam itu. Dan setiap malam. Setiap kali disetubuhi Sardji.

"Tenang, ya. Mas masih kuat sampai subuh, kok."

Diliriknya jam waker di lantai. Marni pasrah melihat jarum jam menunjukkan pukul 02.15.

credit

***
Pas banget 499 kata ini.
FF ini saya buat berdasarkan kisah nyata tukang pijit langganan saya. Di Indo, ya, pastinya. Hehe.

27 comments :

  1. Ckckckck..... Sardji Orangnya HYPERSEX.parah banget tuh penyakitnya. ....

    ReplyDelete
  2. Wah sepertinya aku salah baca cerita ini abis sholat subuh :P

    ReplyDelete
  3. Btw nulis cerita ini kayaknya dengan perasaan bgt Mba Isti..wkwkwkw
    #kabooor

    ReplyDelete
  4. Mbak, ya ampun, Mbak. Kasian istrinya -_-*

    ReplyDelete
  5. Waduhh... perlu dirukyah itu suaminya mbak..hihi..

    ReplyDelete
  6. aduh... salah baca... bacanya pas jam 9.20 wib di bulan ramadhan sodara-sodara... aduh.
    perlu dibekam deh tuh suami. *eh?

    ReplyDelete
  7. ini serem. kelainan kayak gitu bisa bikin sakit atau meninggal ga? kan sesuatu yg berlebihan itu ga baik

    ReplyDelete
  8. Tapi jahat bener sih suaminya. :(
    Kalo endingnya si Marni meninggal gara-gara kecapekan keren kali ya? :)
    Hihihi, bencanda. Ini keren ceritanya, tapi bacanya bikin geli. :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haduuh.. Saya jadi ngakak baca komen Nisa.. :)))

      Delete
  9. Duh...mules aku bacanya mbak >_<

    ReplyDelete
  10. Mbaaakk.. Ini cerita kaya gini bikin mules.. Tapi kan istrinya nggak berhasrat. Jadi nggak ada pelumas alaminya ya? Emang bisa gitu?

    Lecet semua dong?

    *eh?


    *sumpah dibahas* :D

    ReplyDelete
  11. duh based on true story yah.. brarti kasian tukang pijitnya :(

    ReplyDelete
  12. :( based on true story, ya. Ngiluu bacanya.
    kasian istrinya
    eh salam kenal mba btw :)

    ReplyDelete
  13. ngakak mbaca komennya mbak rini :)))). maapp mbak isti aku m*nt*h disini. huek :P

    ReplyDelete
  14. emang ada kok.. aku pernah denger cerita kaya gitu. huek..

    ReplyDelete
  15. kalo aku udah mati ini is --"

    ReplyDelete
  16. Ya ampunnn, kok aku mules bacanya mba *_*

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^