Malin Kundang dan Ibu Gaul

10.26.2013

Malin Kundang Legend
credit

Setelah lima tahun sejak kepergian Malin ke kota, akhirnya hari ini ia bisa pulang ke kampung halamannya. Malin masih mengenali ibunya. Setiap bulan dikiriminya uang untuk biaya hidup ibunya di kampung. Malin sangat menyayangi ibunya.

Telepon genggam Ibu Malin bernyanyi. Lagu "Nobody" milik Wonder Girls, girlband asal Korea, terdengar nyaring.

"Malin! Kapan sampai?"

"Malam ini sampai, Bu. Maaf, bulan ini Malin nggak bisa kasih Ibu banyak, karena sudah terpakai untuk tiket kereta."

"Oalah, Malin. Nggak apa-apa. Ibu udah senang kamu bisa pulang. Masih mau kirimin Ibu setiap bulan, nggak lupa sama Ibu. Ibu bangga punya anak kayak kamu, Malin."

Malin tersenyum. Tanpa terasa kristal-kristal bening terjun perlahan dari kelopak matanya. Ia teringat wajah ibunya lima tahun lalu, terakhir kali ia meninggalkan kampungnya. 

"Bu, Malin kangen sama Ibu."

"Ah, kamu lebay, deh!"

Malin terkejut. Tak disangka, ibunya yang hampir menyentuh kepala lima bisa mengucap istilah anak muda.

"Ibu, kok tau-tauan lebay, sih?"

"Eh, si Malin. Ibu ini kan gaul. Kalau kamu pengen lihat muka Ibu, lihat aja Facebook Ibu!"

Malin melongo. Ia tak tahu kalau ibunya bergaul dengan anak-anak muda di kampung dan mengajarinya bersosial media.

"Siapa yang ngajarin Ibu main Facebook?"

"Itu, si Karim. Kan anak-anak suka ngeronda di depan teras. Jadi Ibu suka diajarin."

Malin makin bingung.

"Eh iya, kan Ibu udah pernah add kamu. Tapi belum diterima kayaknya. Ih, Ibu pikir kamu sombong, nggak mau temenan sama Ibu di Facebook."

"Emangnya ... Facebook Ibu ... apa?"

"Iboek Gaoel Chayank Maliend."

Ingatannya melayang beberapa hari lalu ada akun bernama tersebut yang menambahkannya sebagai teman di Facebook. Dengan foto profil artis wanita Korea dan sampul foto wanita paruh baya bersama anak-anak muda sebayanya.

*****
273 kata.

18 comments :

  1. kalo dilihat dari segi rusaknya cerita, aku suka yang ini malahan :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. akur!! aku juga lebih suka yang ini. kalo yg satunya itu mah jadi kayak nge-remake doang. soale cuma pengen ngubah ending-nya aja sih. :D

      Delete
  2. jhiahahahah tulisan mak isti the best,.. everrr : ngakak guling2 bayanginnya.. :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. hwalah, tulisan konyol gini malah the best --____--

      Delete
  3. Replies
    1. hush, tutup mulutnya! ngakaknya jangan gede2! :p

      Delete
  4. hahahaha... Ibunya malin gaul bgt mak :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkkwkwkkwk maennya sama anak2 muda dia mak :p

      Delete
  5. Astagah, ibunya alay!! hahahahaha. :))))

    ReplyDelete
  6. hahaha.
    ibunya udeh gahol, alay pula

    ReplyDelete
  7. Hahaha, lucu mbak. Ternyata ke-alay-an mpe juga ke mak nye malin

    ReplyDelete
  8. saya baru baca.... ngikik2....kok kepikiran sih mbk, bikin cerita unik gitu....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihihihi makasih mak udah mampir ya. :))))

      Delete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^