A Day Without Kids!

12.08.2013

Ada yang pernah dengar Ekia? :D

Ini juga termasuk posting-an yang telat. Yah, semoga saya masih bisa tetap terus konsisten, meski kadang selalu telat. tapi jangan sampai lah keseringan telat, nanti lama-lama bisa jadi lewat. Apaan cobak? -____-

Jadi gini, seminggu yang lalu, saya, Mba Gita, sama Mba Rini jalan-jalan lagi hangout lah gitu, ya, istilah anak muda jaman sekarang. :D Kali ini, sedikit banyak berbeda: tanpa anak! Iya, kami udah merencanakan dari seminggu sebelumnya supaya para suami menyetujui (mau nggak mau). Ya, kasihan lah istri-istri kalian ini. Keluar rumah pun jarang kecuali antar-jemput anak sekolah. Jadi, pengen lah sekali-sekali jalan-jalan nggak bawa anak, gitu. *melasi*

Saya dan Mbak Gita

Alhamdulillah, suami-suami kami mengerti. Selain diijinkan pergi tanpa anak, kami juga diberikan sangu. Lha iyalah, masa' boleh keluar tapi nggak dikasih duit? -___- Nah, karena perginya bertiga saja, kami berniat berkunjung ke toko yang menjual barang-barang IKEA. Nama tokonya EKIA. Coincidence, huh? :p

Mbak Rini & Mbak Gita

Rutenya begini: Ekia - Shkar Restaurant - City Star. Pertama kami ke Ekia. Gedungnya, sih, dari luar kelihatan besar, punya tiga apa dua lantai gitu ya? Lupa. Hehe. Masuk ke dalam, cuma lihat-lihat aja sambil misuh-misuh harganya yang aduhai. Hahaha! Nggak ada satu pun dari kami yang nanya-nanya ke pelayan (atau pemilik?) toko di situ. Lagian juga, dua lelaki yang di dalam juga nggak ada tuh nawar-nawarin apalagi tanya-tanya kebutuhan kami apa. Jadilah kami cuma kelilingin barang display sambil ketawa-ketiwi. Lantai atasnya, kelihatannya, sih, isinya furniture. Tapi gelap. Kami nggak jadi ke atas.


Keluar dari situ, nyebrang untuk manggil taksi. Dan, olala! Mba Rini kepincut sama toko karpet pas di depan kami. Dia minta ke situ, setelahnya mau ke toko bedding yang ada di dua toko sebelahnya. Okelah, kami masuk. Ternyata, toko karpetnya itu untuk dijual meteran. Maksud saya, jadi kita bisa pesan mau dipotong untuk ukuran berapa meter, gitu. Tokonya pun terlihat seperti gudang penyimpanan karpet. Hihihi. Karpet yang digulung tinggi-tinggi sekali!

Selanjutnya bertolak ke bedding, olala (lagi)! Ada toko Second Hand di sebelumnya! Jadilah kami semua seperti tertarik magnet hingga masuk ke dalamnya lalu melihat-lihat isi di lantai bawahnya. Wow! We were amazed by this store! Saya, sih, nggak terlalu takjub, karena di pasar pun banyak toko seperti ini. Yan, tapi dalam bentuk beda, kalau di Indonesia kita mengenal ada Pasar Senen di Jakarta dan Pasar Cimol atau Gede Bage di Bandung Timur.

Bener! Baju-baju second alias bekas dengan kualitas branded. Mba Gita aja, yang udah hampir tiga tahun di sini, baru nemu tuh toko itu! Hahaha! Saya udah sering lihat toko itu, tapi emang nggak pernah niat masuk, soalnya lokasinya itu nanggung, ngga dekat kota. Ngga ada restoran dan supermarket yang biasa kami datangi.


Mba Gita dan Mba Rini puas njajal satu-satu pakaian di situ. Berhubung sekarang sedang winter, jadi pakaian yang dijual kebanyak jaket-jaket tebal. Mereka mencoba dari jaket tebal, jaket untuk gaul, jaket kulit, sampai jaket bulu-bulu! :D Udah kayak nemu lemari pakaiannya si Barbie di rumahnya itu, Dreamhouse! :D


Cukup lama juga di situ. Tapi tentu aja kami beli beberapa. Saya cuma naksir satu jaket rajut, eh sweater, ding! Mba Gita naksir dua jaket. Mba Rini? Hmmm, jangan ditanya! Ini 'setan'nya. Hahaha. Soalnya dia yang memengaruhi saya setiap kali nemu yang bagus tapi nggak cocok sama dia. Iya, dia beli banyak! :D Untung kasirnya baik hati, semua yang kami beli dikasih potongan harga. Saya beli sweater rajutan dengan harga 10rb dinar aja, alias 80rb rupiah. Kalau dikurskan ke rupiah, emang jadinya rada mahal, ya. Tapi saya yakin, di pasar ini bisa lebih murah harganya.

Look at all their plastic bags!

Belanja-belanji selesai, kami pun kelaparan. Niat ke bedding pupus sudah. Kebanyakan penginnya, sih! Dasar ibu-ibu, ya! Kami langsung naik taksi ke arah Shkar Restaurant. Dan karena taksinya harus memutar balik, jadilah ketemu sama restoran langganan Mba Gita. Kami turun di situ akhirnya. Makan apa? Chicken tekka, chicken kebab, lamb tekka, phasulia, dan chai (teh).

Pintu masuk restonya lucu, ya? Kayak di resepsi nikahan, gitu. :D

Makan udah masuk perut dengan tenang, waktunya belanja (lagi)! What?? Hehehe, yang sekarang belanja beneran, ke supermarket, kok. Lah, jadi tadi bukan belanja, emangnya? Tadi kan nggak sengaja belanjanya! Hahaha!

Foto dari Mbak Rini. Thank's, Mbak! ^_^

Kami diturunkan di pertigaan. Karena jalannya searah, jadi kami harus sedikit menyebarang untuk bisa mencapai supermarketnya. Di tengah-tengah trotoar, Mba Rini jeprat-jepret saya dan Mba Gita. Wah, bagus fotonya! Nggak kayak saya, hihihi. Meski 'hanya' kamera saku, tapi Mba Rini pintar ngejepret. Kalau saya? Kameranya aja yang pro, tapi pemakainya masih abal-abal. :D *haduh, abis ini ditimpuk kamera deh gue*

Kayak di manaa gitu, ya? Heheheh.

*****

Meski pekerjaan menjadi ibu rumah tangga itu menyenangkan, keluarlah sekali-sekali dari zona itu. Bagi ibu rumah tangga macam saya ini, yang nggak punya asisten di rumah, itu sulit sekali pergi-pergi tanpa anak. Padahal, kita perlu juga, lho, menghirup udara segar tanpa 'gangguan' anak-anak. Itu kalau mau dibilang gangguan, lho, ya. Anak-anak itu bukan gangguan, namun kita juga butuh me time. Banyak yang bisa dilakukan selama me time tersebut. 

Sebelumnya, buatlah kesepakatan dengan suami, kapan waktu yang kita minta. Dan kita pun harus tanggung jawab. Sebelum berangkat, selesaikan dulu tugas rumah tangga yang urgent. Misal mau keluarnya siang, siapkan dulu makan siang untuk suami dan anak-anak. Atau kalau sempat, ya tidurkan dulu anak-anaknya. Jadi, ketika kita tinggal, tugas suami di rumah cukup ringan. Hanya mengajak anak-anak bermain aja. 

Kemudian, gunakan waktu me time tersebut sebaik-baiknya. Kita bisa memilih ke salon, ke spa, atau massage. Enaknya, kalau di Jakarta (atau Indonesia) ini bisa dilakukan semua dalam satu tempat. Kalau di Suly? Ya, beginilah. Bisanya refreshing perut dan mata aja. Hahaha!

Dulu, sebelum ada Mbak Rini, saya dan Mbak Gita paling-paling hanya berani me time ke pasar aja. See? Bahkan ke pasar pun maunya pergi sendiri, tanpa suami dan anak. Kenapa? Biar lebih puas jalannya, meski yang dibelanjakan nggak bisa banyak-banyak karena megang sendiri. Kalau jalan sendiri itu, enak, bisa ke mana aja tanpa ada keluhan, "Ngapain lagi?" atau, "Belanja apa lagi?". Kadang kan kita cuma butuh jalannya aja, bukan belanjanya. Ya, kan?

Ibu-ibu itu udah penat di rumah dengan segala urusannya. Jadi, keluar dengan teman-teman tanpa anak dan suami itu adalah waktu yang sangat berharga. Nah, buat para suami, beri istri-istri kalian waktu untuk hangout sama teman-temannya, ya. Ya, paling enggak dua minggu sekali, gitu. Hihihi. :D

So, ladies, kapan kita ke mana lagi? :D

34 comments :

  1. Akuuuuu mak, sering keluar tanpa anak, tapi itu jika suamiku ada di rumah mak. Aku pergi hang out bareng teman, trus suamiku ngadem di rumah aja bareng anakku, xixixi..
    Kupikir ya ndah masalah tho, selama anaknya gak rewel selama ditinggal dan suami juga ridho sama kegiatan hang out istrinya :D
    Nice mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. hasiiiikkk. iya bener, nggak masalah asal suami-sitri udah punya kesepakatan (dalam hal ini termasuk keridhoan suami juga). :)))))

      Delete
  2. pulang jenjalan, emaknya minta pijit kaki nggak? hehehe ^_^V

    ReplyDelete
  3. sekali-kali hangout sama temen itu perlu walaupun sudah berkeluarga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Mas!
      Terima kasih sudah berkunjung. :)

      Delete
  4. Asyiiiik.... heuheu... itu ekia-nya font n logonya mirip pula yak. Duh seru deh girls day out nya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha iya makanya kita juga heran kok bisa2nya EKIA. wkwkwkkwk

      Delete
  5. bikin ngiriiiii, Kayaknya saya 3 tahun lagi baru bisa hangout tanpa anak, hiks :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. huhuhuhu sabar, maaakkk. ini juga aku setelah anak pertama berumur 4thn, dan si kecil udah bebas dari pampers & asi. :D :D

      Delete
  6. Duuhhh... emang seru ya, ada moment girls day's out.. itu juga paling aku suka. Memang dalam rumah tangga harusnya seperti itu. Supaya ada variasi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup. Setuju, Mak!
      Makasih udah mampir, ya.. ^_^

      Delete
  7. Wiih seruu ^_^
    Waktu aku merantau dulu, bisa pergi tanpa anak rasanya imposibel bngt. Ga punya asisten. Suami kerja. Ga ada temen juga. Kalo ada temen, ya idem, ada anaknya juga. Ga bisa pergi heng out :(
    Ee sekarang, stl balik ke kampung halaman n punya asisten, aku bisa pegi tanpa anak kapan aja kalo mau. Tapi yang ada malah ga tega pergi n akhirnya ajak salah satu-salah dua-salah tiga anak buat ngeramein. Kebiasaan 'dikintilin' kayaknya nih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, sama, Mak. Ini temenku juga punya anak. Jadi ya kita atur2 aja waktunya, hihihi.
      Alhamdulillaah sekarang udah enak ya mau pergi2 santai jadinya. Iya juga, udah kebiasaan pergi sama anak, kalo pergi sendiri malah aneh ya? :D

      Delete
  8. aku keluar tanpa anak pas ngaji ibu2 doang hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkkwkwkwkwk ya minta waktu lagi dong sama kakang mas prabunya :p

      Delete
  9. wah... acara jalan2nya seru....
    awalnya kukira di jakarta, mak. ternyata... maklum, kunjungan pertama. sempat bertanya2, gedung IKEA dimana... saya kan kerja di furnitura dan handicraft juga. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihihi bukan jakarta, mak. wkkwkwk lucu ya, ekia. :D :D

      Delete
  10. kalau aku brrhubung belum punya baby jadi masih bebas hang out sama teman2 mak. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah, gunakanlah waktunya sebaik2nya, mak. hihii. jangan sia2kan lah pokoknya. :D

      Delete
  11. De juga baru berani bikin 'runaway moms' ketika anak paling kecil umur 4thn. Hihihihi

    tega gak tega, tapi sebenarnya butuh.

    every moms deserve me-time, walo sekedar baca novel sambil ngupi. At least 1-2 jam tanpa rutinitas aja udah cukup kok.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaah mbak retno, bener sekaliiiiiii.
      makasih udah mampir ya mbak. :)

      Delete
  12. Serunya... Jadi ingat jaman sekolah dulu, kalo jalan2 pasti bertiga bersama sobat :D

    ReplyDelete
  13. uwihhhh...seru bangetttttt,lenggang kangkung niyeeee hehehe

    ReplyDelete
  14. ih asiknyaaa... anak2ku masih batita, jadi belum bisa ditinggal lama-lama... sekalinya ninggal ke bapaknya, pulang2 si bapak udah cemberut ajeh hehehe..

    btw, serius mak itu EKIA? huakakakakaka.. gak di somasi tu sama IKEA? disana juga ada IKEA kan? barang2nya bener2 barang punya IKEA ato yg mirip2 gitu mak? *pertanyaan salah fokus :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. ih bisa maaakkk.. anak keduaku ini 2,5 tahun loh :p

      hahha tentang ekia, aku juga ga tau deh pemiliknya itu udah mina ijin apa gimana, ga ngerti. yang jelas barang2 di dalemnya itu barang2 ikea semuaaaaaaaaaa..

      Delete
  15. setuju, mbak isti!! me time, me time, metime! butuh buat emak macam kita yang mikirnya dan bercabang banyak banget :)

    ReplyDelete
  16. ahahaha, saya juga lagi kepikiran pengen reuni sama temen2 lama tapi tanpa suami dan anak, seru kali yaaa

    ReplyDelete
  17. Seru banget. Dulu pas anak pertama udah setahun udah bisa ditinggal2 tuh.eh lahir yg ke dua. Nanti lagi deh nunggu anak yg kecil ini 1tahun. Baru deh bisa ditinggal2 lagi. Hehe

    ReplyDelete
  18. Bargaining position sangat penting untuk dapet me time.... Hehehheeh pake strategi khusus ya Mak

    ReplyDelete
  19. waaah waaah...seruuuu ya mak....EKIA itu luar biasaaa :D....mantaap deh miripnya :D>..

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^