[FF] Ijinkan Aku Mencintai Suamimu

1.10.2014

Aku tahu, aku hanyalah seorang buruh di lingkungan apartemen ini. Tapi tidak ada yang melarangku mencintai lelaki sepertimu, kan? Iya, aku tahu. Kau sudah beristri. Dan aku kenal baik dengan istrimu. Juga anakmu. Mereka menganggapku teman, bukan pembantu. Salahkah aku jika mencintaimu?

Sudah pukul dua belas malam, kau belum menunjukkan batang hidungmu. Aku tahu, kau pasti sedang berkumpul dengan teman-temanmu. Aku tahu jadwal keluarmuu selain bekerja. Kau selalu bermain badminton setiap Rabu malam, dan menonton film setiap malam akhir pekan. Istrimu baik, dia sungguh pengertian mengijinkanmu bersenang-senang bersama teman-temanmu.

Kulihat beberapa orang lelaki sedang berdiri di depan pintu apartemen gedungmu. Mereka sedang menunggu. Aku tahu apa yang mereka tunggu. Tapi aku takmau membantu. Kemudian tampak wajahmu datang ke arahku.

"Hai! Kamu mau masuk? Pintunya terkunci dari dalam. Ada sesuatu yang mengganjal di celah pintunya," kata salah seorang dari mereka menyapamu, dengan bahasa Inggris seadanya.

"Oh, hai! Terima kasih. Lewat pintu tangga darurat?" tanyamu.

"Tidak bisa. Terkunci juga."

"Oke. Saya akan menelepon istri saya untuk minta dibukakan dari dalam saja."

Kemudian kau mengeluarkan ponsel dan mencoba menghubungi istrimu. Aku tertawa geli. Apa kau lupa? Istrimu selalu mematikan ponselnya setiap pukul sepuluh malam, dan baru akan aktif kembali esok pagi.

Benar saja, kau lupa. Kau menggeleng-geleng kecewa. Lalu kau beranjak ke belakang gedung. Mungkin kau ingin memastikan bahwa ada salah satu pintu dapurmu, karena kebetulan kau tinggal di lantai paling bawah, yang sedikit terbuka.

Ah, karena aku mencintaimu, aku akan menolongmu. Segera aku menuju pintu tangga darurat dan membukakannya untukmu. Agar kau bisa masuk ke dalam tanpa susah-payah memanjat ke dalam dapurmu.

Kau terkejut melihat pintunya terbuka. Taklama kulihat senyum merekah di wajahmu. Kau usap tengkukmu kala menghampiriku yang tengah berdiri di ambang pintu. Langkah demi langkah anak tangga kau naiki. Jantungku berdebar kencang. Oh, inikah rasanya jatuh cinta pada suami orang?

Aku menyingkir agar kau bisa melewati pintu. Dan aku mencari tempat persembunyian, tapi percuma. Kau tetap tak akan menghiraukanku jika pun aku tampak di hadapanmu.

Kau masuk ke dalam apartemen lalu membukakan pintu untuk orang-orang tadi. Dan, bisa kupastikan, mereka sama herannya denganmu.

"Bagaimana kamu bisa masuk?"

"Pintu tangga daruratnya terbuka, kok."

Mereka saling berpandangan.

"Kamu tahu cerita tentang petugas kebersihan yang bunuh diri beberapa waktu lalu?"

"Ya, aku tahu. Kenapa?" kau balik bertanya.

"Kabarnya, ia jatuh dari lantai sebelas gedung ini. Karena cintanya bertepuk sebelah tangan."

"Ya, karena ternyata lelaki yang dicintainya sudah beristri," sambung yang lain.

Salah satu dari mereka menatapku menerawang. Entah ia melihatku jelas atau tidak. Tapi mereka semua mengusap tengkuk juga.

Aku tersenyum menang. Biar saja mereka tak melihat. Yang penting aku sudah menunjukkan bahwa aku ada dan selalu ada. Ijinkan aku mencintai suamimu, Kawan.

18 comments :

  1. Dicintai hantu wanita ....huhuuu keren mak ^_^

    ReplyDelete
  2. hantuuuuu~

    ini harusnya nongol td malam hihihi

    ReplyDelete
  3. 1. Kenapa salah satu dari mereka berbicara dengan bahasa inggris -yang pas-pasan-? Apakah setting-nya di luar negeri? Ataukah si 'suami orang' ini adalah bule?
    2. Kenapa persoalan 'pintu darurat yang tidak terkunci' merembet ke 'persoalan pembantu bunuh diri'?

    demikian pertanyaan dari saya. jawaban ditunggu secepatnya. *emang sedang ujian? *dilempar bakiak sama Isti. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oke. Sebelum menjawab, aku merasa ini FF-nya gondroooooong. >_< Justru yg bagian mereka cerita ttg petugas kebersihan itu ga perlu dimasukin.

      1. Iya, ini di luar negeri. Ga ada clue-nya ya kalo ini setting di luar? Hmmm...

      2. Jadi, si hantu itu adakah petugas kebersihan lingkungan apartemen, bukan pembantu rumah tangga yg bantu2 bersih2 n masak2 di rumah. Bukan merembet. Tapi memang biasanya si petugas kebersihan itu selalu meletakkan barang2nya di daerah pintu tangga darurat, macam kain pel n perlengkapan kebersihan lainnya.

      Udah jelas belom, Bang?

      Delete
    2. Belum. :D
      1. Iya, nggak ada petunjuk apapun mengenai lokasi cerita.
      2. Aku sih nggak bingung soal apakah hantu ini dulunya pembantu rumah atau petugas kebersihan apartemen. Kalau bagian percakapan tentang pembantu bunuh diri dihilangkan, rasanya cerita jadi lebih ringkas. Tapi penjelasan Isti soal kebiasaan petugas menaruh peralatan di dekat tangga darurat malah 'nggak nyambung' dengan cerita pintu darurat yang 'tidak terkunci'. Dalam cerita Isti bilang pintunya tidak terkunci kan ya?
      Nah, seandainya diceritakan si 'suami idaman' ini sudah mencoba membuka pintu darurat tapi ternyata terkunci, dan ketika dia balik badan mau cari jalan lain tiba-tiba pintu itu terbuka sendiri, barulah cerita bunuh diri itu bisa dimasukkan tanpa terkesan maksa.

      tambahin aja kalimat semisal, "Tadi pintu darurat itu terkunci. Tapi tiba-tiba terbuka sendiri!"

      dan celetukan temennya yang bilang soal bunuh diri itu jadi terasa wajar.

      Salam. :)

      Delete
    3. Hmmm gitu ya. Jadi gini. Si aku itu suka duduk2 di tangga daruratnya. Jadi orang2 udh tau kalo dia itu "penunggu"di situ.

      Terus, soal pintu. Itu pintu otomatis terkunci kalau ditutup rapat. Ga bisa dibuka dari luar kecuali ada yg buka dr dalam. Jadi gimana enaknya, Bang?

      Delete
    4. Coba jangan horor tapi orang beneran. Lebih seru kayaknya. Juga lbh perih

      Delete
    5. oke soal penunggu yang sudah diketahui orang-orang bisa dimengerti. mengenai pintu, kalau mau realistis sih, mana ada hantu bisa megang handel pintu? ya kan? nah, kalau cerita horor/hantu sih rasanya hal ini bisa 'diabaikan'. elemen penting sebuah film/cerita horor antara lain pintu yang terbuka sendiri, suara langkah kaki, kilasan bayangan.
      jadi rasa 'nggak masuk akal' ketika pintu tiba-tiba terbuka sendiri meskipun aslinya otomatis terkunci dan ga bisa dibuka dari luar, rasanya bisa dikesampingkan. :)

      Delete
  4. Ceritanya nyambung kok dari awal sampai akhir, kebayang :D

    ReplyDelete
  5. alurnya agak bingung sih mpok X___X. Kurang rapi di bagian tengah.

    Mmm, mungkin "visualisasi" setting dan gestur tokoh2nya aja aku yang ga terlalu nangkep.
    Iya, setting di luar negerinya ga ketangkep. The rest, setuju ama bang riga.

    "Si aku itu suka duduk2 di tangga daruratnya. Jadi orang2 udh tau kalo dia itu "penunggu"di situ." << ini penjelasan darimu, Mpok. Tapi di cerita ga tergambar lho :P

    ReplyDelete
  6. aku kok bingung ya mbak.. waktu baca judul, trus baca ceritanya.. ini pakai POV2..kan ya? POV2 nya kok berubah? Dari judul IJINKAN AKU MENCINTAI SUAMIMU berarti tokoh aku bicara sama sang istri kan? Tapi pas masuk cerita, tokoh aku kok bicara sama sang suami.

    Tapi aku suka ide ceritamu ini mbak... hehe

    ReplyDelete
  7. Hmm,memang ada yg ganjil mba. Ini akunya matinya gara2 suami orang yg dicerita kan?pas kalimat temennya yang bilang jatuh dari lantai 11 krn pria yg dicintainya sudah beristri menurutku kurang logis hny 'krn udh beristri', kecuali mmg jelas2 ditolak&bertepuk sebelah tangan sperti kalimat teman satunya. Dan kalau memang ditolak mentah2 berarti si suami berinteraksi dg aku,harusnya suami tsb tidak dingin menanggapi kabar kematian tsb.Terkait dg judul mungkin lebih mengena kalau ada cerita ttg istrinya disitu.overall twistny dapet

    ReplyDelete
  8. Wedew... Komen2nya pada dasyat... Tapi judulnya berhasil mengundangku untuk membaca artikelnya... :-) penasaran...

    ReplyDelete
  9. malem2 saya berkunjung ke sini, ternyata cerita hantu :)

    ReplyDelete
  10. Oh noooo, bener kan kataku?? huaaaaa sumpehhh aku takut, nyesel ngintipnya!

    ReplyDelete
  11. Eh katanya emang ada beneran ya kisah cinta hantu kayak gini. Serem-serem romantis -_-

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^