Pulang ke Kampung Halaman (H2) #MudikMaret2014

4.11.2014

Manatau ada yang pengen baca cerita sebelumnya, boleh banget diliat di postingan ini. Saya teruskan aja, ya. Karena udah ada yang komplain minta cerita liburan saya dilanjutkan, hihihi. #nomention.

Jadi, hari kedua, kebetulan adik ipar saya mau ngadain aqiqoh anak pertamanya yang baru lahir 2 minggu sebelumnya. Pagi-pagi, karena orang rumah pada sibuk, saya, suami, dan anak-anak keluar naik motor untuk beli sarapan sekalian menghirup bau udara segar.

Ini saya jepret dari atas motor yang berjalan

Sambil terus mengagumi (dengan norak) pemandangan kiri-kanan kami, saya juga meminta berhenti supaya bisa memotret lebih leluasa. Untungnya suami saya pengertian, ia mencarikan tempat berhenti yang agak luas sedikit buat saya. Dan, beginilah hasilnya. Nggak bisa sebaik dan sebagus pemandangan aslinya. Buatan Tuhan memang tiada tandingannya, meski oleh kamera bagus sekali pun.






Setelah puas, eh sebenarnya kurang juga sih, tapi karena hari sudah semakin siang, jadilah saya putuskan udahan aja. Sambil terus menciumi bau harum pagi, perut juga ikut berteriak minta makan. Kami teruskan jalan sampai menemukan ada yang (masih) berjualan pada jam tujuh pagi.

Akhirnya masih ada yang nasi tumpangnya nyisa

Menyiramkan sambal tumpang ke atas nasi

Teman-temannya nasi tumpang yang tinggal sedikit

Siangnya, kami dijemput oleh teman suami saya semasa kuliah, Mas Lukman, dari Solo. Beliau bersama keluarganya sudah pindah ke Solo (dulunya di Jakarta) sejak beberapa tahun yang lalu. Kami makan siang lalu keliling-keliling sebentar dan kemudian main ke rumahnya.


Alamak! Untung ada daun pisang penyelamat. :*

Saya, I'am, Shaki, Mbak Helvi, Kalel, Gibran

Saya dan Mbak Helvi

Hari itu, saya sangat senang melihat Mbak Helvi kerasan di tanah Jawa. Maklum, ia sendiri orang Bandung. Tahu sendiri lah ya, orang Bandung biasanya kan lebih betah tinggal di Bandung, dan nggak mau pindah ke mana-mana. Lucunya, anak pertamanya, Kalel, sudah fasih berbicara dengan bahasa Jawa, sementara ibunya sendiri suka nggak ngerti apa yang diomonginnya. Hihihi.

Saya bersyukur bisa kenal dekat dengannya, lewat perantara suami. Suami saya bersahabat baik dengan suaminya sejak masih tinggal ngekos jaman kuliah. Anak-anak kami pun bisa dekat. Kalel masih ingat sama I'am walaupun udah jarang ketemu. Alhamdulillaah, meski cuma bisa silaturahim sebentar, mudah-mudahan bisa menambah rizqi. Entah itu rizqi materi, atau mungkin amanah (titipan) Allah, kan Mbak Helvi masih penasaran nih sama anak perempuan. Hihihi. Aamiin.


Oh, ya. Jumat kemarin, saya ikut pemilu caleg juga, loh. Di Suly sehari lebih cepat, sementara yang lain tanggak 5 April. Buat yang mau baca ceritanya, saya tulis di akun Kompasiana saya. Boleh banget ke sana buat yang penasaran gimana, sih, pemilu di luar negeri. Di sini, ya, tulisannya. Trimikisi

20 comments :

  1. Hihihi...arkkk jd kangen pecel tumpang hehe...eh mbk..bukannya Bandung juga jawa ya???;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau kata mereka (urang bandung), bukan. Bandung itu masuknya Sunda, bukan Jawa. Hihihihi.

      Delete
  2. Makkkk... nasi gudangan sambel tumpang itu fav saya. Tambah karak gendar haduhhh jd home sick bangett

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh iya karaknya nggak kefoto. hiyaahh luffaaaa... -____-

      Delete
  3. Replies
    1. Haaaah udah nunggu2 tapi komennya cuma gudgud doaaang? -___-

      Delete
  4. Dan duet gunung merapi merbabu itu klihatan dr jendela kamar saya di besole, ceper, klaten. Arghhhh..... pokoknya mau pulang

    ReplyDelete
  5. Dan duet gunung merapi merbabu itu klihatan dr jendela kamar saya di besole, ceper, klaten. Arghhhh..... pokoknya mau pulang

    ReplyDelete
  6. Isshhh ...pecel tumpangnya bikin lapeerrrrr

    ReplyDelete
  7. foto pemandangannya indaaahh banget :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, maak. tp ttp lebih indah lg aslinya :))

      Delete
  8. Pemandangannya indah banget dan bersih banget. Gada sampah pulak

    ReplyDelete
    Replies
    1. hohoho iya ya baru ngeh ga ada sampahnya :D

      Delete
  9. Maaak pemandangannya indah bgitu yah mak ^^. Fotonya bagus2 pulak mak

    ReplyDelete
  10. cantik banget suasana paginya mbak..
    sarapan dengan sambel tumpang..., belum pernah nyoba tuh mbak Isti.., kalau suatu saat ketemu ya harus kucobain deh

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^