Belajar Sambil Main Emang Seru!

11.04.2014

Kolom paling kiri atas: zhaa, zha, zhu, zho, zhi, zhe.

Hari kedua, lebih seru!

Asik banget belajarnya! Kali ini Tabea mulai nyuruh kami nulis nama masing-masing pakai tulisan Kurdi. Bukan tulisan latinnya, lho, ya, tapi tulisan asli Kurdinya. Dia menuliskan nama kami di papan tulis, lalu kami diberi kertas untuk dituliskan nama sendiri. Sebesar kertas yang diberi. Ukuran kertasnya kuranglebih setengahnya A4. Berapa, deh, itu?


Setelah itu, kami mulai belajar membaca angka. Dimulai dari angka nol hingga sepuluh. Tabea sejak hari pertama dibantu oleh temannya yang asli Kurdi, Susanne namanya. Susanne ini bisa bahasa Inggris, tapi nggak begitu fasih. Secara kebetulan, mereka bertemu dan Susanne mengungkapkan keinginannya untuk membuka les bahasa Kurdi namun ia butuh orang yang mahir berbahasa Inggris. Terbentuklah les yang sekarang ini. Percakapan mereka berdua menggunakan bahasa Kurdi. Hebat, ya, Tabea! Dua tahun dia belajar sampai akhirnya bisa ngobrol lancar sama Susanne pakai bahasa Kurdi. :)

Oke, balik lagi. Susanne menuliskan angka-angka Kurdi di papan tulis, lalu menyebutkannya. Diikuti kami. Kemudian kami diberi waktu untuk membaca angka lainnya yang tertulis dalam buku. Kami dibagi dua kelompok, kebetulan dua orang nggak hadir, jadilah saya berdua dengan Laura, wanita asli Amerika. Laura ini masih kesulitan belajarnya. Tapi saya salut, dia mencatat semua yang dia nggak tahu, bahkan yang menurut saya nggak perlu sekali pun.



Saya ditugaskan untuk membantu Laura menghafal angka-angkanya. Hanya nol sampai sepuluh aja, kok. Seterusnya kami baca bersama angka lainnya yang ada di buku. Kemudian Tabea memberikan kami masing-masing dua kertas yang udah ada angkanya. Kami disuruh menyebutkan angka berapa saja yang kami dapat, kecuali Laura. Susah-susah gampang, nih! Pasalnya, angka yang diberikan adalah belasan dan puluhan.

Game berikutnya adalah, kami harus menuliskan nomor telepon masing-masing di atas kertas kosong lagi. Kemudian, Tabea memanggil seorang untuk maju menuliskan nomor telepon orang yang dia panggil kemudian. Saya baru dipanggil belakangan. Dan alhamdulillah, berbekal ilmu ayat (nomor) Alqur'an, saya bisa dengan mudah menghafal angka Kurdistan. Ng, emang udah hafal sih sebenarnya, tapi pakai jari, bukan angkanya langsung. :|

Glenys, perawat di salah satu LSM. Usianya sama dengan mama mertua saya.

Nggak terasa, satu setengah jam berlalu. Cepet banget rasanya. Hari ini belajar lebih banyak lagi. Dan alhamdulillah bisa mengenal lebih dekat teman yang lain lagi. Kalau kemarin selesai les pulang bareng Ayako, kali ini ngopi-ngopi cantik dulu bareng Glenys, asli Australia, dan Ayako juga. Tapi Ayako pulang duluan, jadi nggak sempat foto bertiga, deh. :)


CATATAN


  1. Yek (yek)
  2. Dû (duu)
  3. Sê (se)
  4. Çwar (cwar)
  5. Pênc (penj)
  6. Ses (syash)
  7. Hewt (haut)
  8. Hest (hash)
  9. No (no)
  10. De (da)



Cara baca percakapan di atas:
+ Can kecet haya? - Yek kecem haya.
- Yek khuskm haya.
+ Can brat haya?
- Yek bram haya.+ Can khusket haya? 
'Can' itu artinya berapa, kalau 'haya' itu punya. 'Kic' itu anak perempuan, sementara anak laki-laki itu 'kur'. 'Xusk' itu saudara perempuan, kalau saudara laki-laki itu 'bra'. Bisa lah ya, ngartiin sendiri kalimat percakapan di atas? Hihihi.
Mn çwar mndalm haya. Se kicm haya. Yek kurm haya. Yek kicm mrdi haya. (Men cwar mendalem haya. Se kecem haya. Yek kurem haya. Yek kecem merdi haya.) 
Artinya:
Saya punya empat anak. Tiga anak perempuan. Satu anak laki-laki. Satu anak perempuan punya saumi (sudah menikah). ---> Percakapan yang ini belum selesai, saya lupa tulis sambungannya. :(

Gimana? Seru, ya, belajar bahasa baru? Cukup di sini dulu, ya. Hari ketiga udah kelar tadi, jadi saya harus langsung catat di sini biar nggak lupa. Kalau mau belajar yang hari pertama, bisa dibaca di postingan ini. Selamat berpusing ria! :D

18 comments :

  1. Wah.. seru ya Mak, belajar bahasa baru plus bergaul dengan teman-teman baru dari negara lain dengan bahasa baru juga ^_^ *belibet*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, seruuuuuu. Suasana yang homey bikin belajar jadi santai dan gak setres. :D

      Delete
  2. Seruuuu... aku selalu senang pada mereka yang tidak malu utk belajar dari awal meski sulit
    . Tetap semangat ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mak. Temenku rata2 di atas aku semua umurnya. Tapi masih pada semangat. Malah mereka sama sekali nggak tau huruf hijaiyah, tapi mau belajar. :)

      Delete
  3. seru sekali ya mbak belajar bahasa...btw tulisan yg atas katak tulisan hijaiyaah arab, apakah bener ya mabak...

    Belajar samapi akhir hayat dan selalu semangat...
    menyemangati diriku sendiri hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya itu huruf hijaiyah juga, sama kayak Arab. Mirip2, tapi ada bedanya juga. Di bahasa Kurdi ada huruf 'o', 'e,' 'p, 'c', zya.

      Delete
  4. wah seru ya belajar bahasa kurdinya....

    ReplyDelete
  5. hahahaha seru juga ya bacanya,belibet gini,,itu mak haya juga ikutan kursus ya??kok namanya berkali2 disebut #eh >_<

    ReplyDelete
  6. kalau fn belajarnya jadi cepet masuk ya mak

    ReplyDelete
  7. Wah seruu, bentar lagi casciscus nih bhs kurdinyaa

    ReplyDelete
  8. Ternyata bahasanya bedah jauh ya sama bahasa Arab. Kirain mirip-mirip

    ReplyDelete
  9. Seru banget mak, tp jelimet juga ya bahasa kurdi...

    ReplyDelete
  10. can kecet haya ..hahaha pake hayahaya an ..wkwk

    ReplyDelete
  11. Waaah...asyik banget nambah bahasa ya, Mbak.

    Bisa2 nanti ada postingan full bahasa kurdi di sini, ya. Atau, kalau enggak kuis, deh.

    #lalu ngubek2 postingan belajar Kurdi :D

    ReplyDelete
  12. Susah gak sih, Mak, bahasa Kurdi?

    ReplyDelete
  13. salam kenal mbak.
    supas, nambah kosa kata nih hehehe.
    masih bingung sih, bhs kurdi itu banyak macem nya ya??
    kosa kata di atas termasuk badini atau sorani mbak?

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^