Prompt #69: Kado Buat Ibu

12.06.2014


Berlembar-lembar kertas habis di tangannya. Gumpalan-gumpalannya menggelinding di lantai setiap dia melemparkannya.

"Kenapa?" tanya ibunya dari atas dipan.

"Aku hanya ingin menggambar mata. Susah sekali, Bu."


Ibunya tersenyum. Pedih. Ada secuil duri yang tergenang dalam air matanya. Meski takdapat melihat, ia tahu persis perasaan anak semata wayangnya itu.

"Aku hanya ingin menggambar mata yang indah buat Ibu. Tapi susah sekali. Aku takbisa mendapatkan warna yang sempurna. Takada yang sempurna, Bu."

"Warna apapun, Ibu takmasalah. Ibu tetap suka."

"Aku akan membuatnya malam ini, Bu. Dan akan kuletakkan di kelopak mata Ibu, agar Ibu bisa melihat malam ini."

"Ibu bisa membayangkannya. Pasti indah sekali dunia ini."

Dengan penuh yakin, ia menatap cermin demi melihat warna mata dan rongganya yang sama dengan ibunya. Dicongkelnya mata kirinya sebagai contoh mata untuk sang Ibu. Kemudian dimasukkan ke dalam rongga mata kiri ibunya yang bolong.

"Selamat Ulang Tahun, Ibu."

15 comments :

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^