Antara Tripod dan Bayi

1.13.2015


Ada apa antara tripod dan bayi? Nggak ada apa-apanya, sih. Jelas beda. Banget. Tapi, kedua macam itu kado yang paling saya penginin saat ini. Tahun ini.


Nggak muluk-muluk, cuma tripod sederhana aja. Yang bisa dibawa ke mana-mana tanpa membebani saya. Emang ada? Yakali ada yang transparan, nggak keliatan, begitu dibutuhin baru nongol. Hahaha. Iya, saya cuma ngayal. Tapi beneran lagi kepengin banget punya tripod.

Kalau lagi nggak pake kamera, sih, nggak kepengin-kepengin amat. Tapi begitu lagi motret, dan suasananya nggak kondusif untuk moto sendiri karena butuh ketenangan, di situlah tripod dibutuhkan. Apalagi kalau mau motret bulan. Selama ini saya selalu gagal motret bulan, dan selalu menolak untuk memotret bulan. Alasannya karena nggak punya tripod. Emang gampang, sih cari-cari alasan.


Selain buat motret bulan, saya mau supaya bisa motret tanpa goncangan ketika berada di permukaan yang nggak rata. Fleksibel kakinya, dan bisa dikaitkan ke cabang pohon atau tiang bendera. Kalau lihat video di atas, pas banget dua tripod itu yang saya butuhin. Dan, pada akhirnya, yang penting cuma satu: semoga suami saya baca posting-an ini. Hihihi.

Lalu, bayi.

Sejak anak kedua saya, Shaki, masuk sekolah tahun lalu, saya kesepian di rumah. Anak-anak udah pada gede, udah pada ngerti, udah pada bisa diajak kerjasama dan negosiasi. Saya jadi kepengin punya bayi lagi. Apalagi ditambah maraknya bayi teman-teman saya yang lahir dalam beberapa bulan belakangan ini. Bikin saya makin iri. Halah.

Tapi asli, lho. Itu bikin level keirian saya makin bertambah. Nah, masalahnya, kalau saya masih tinggal di Suly, saya nggak tau bisa kuat apa enggak hamil di sini? Nggak ada teman, nggak ada Mama, nggak ada saudara, nggak ada tetangga. Terus, siapa yang nolongin kalau saya kenapa-kenapa?

Duh, kok malah jadi curhat, sih, di sini? Sudahlah. Karena kalau bayi nggak bisa dipesan dan kirim ke rumah, jadi gimana kalau tripod-nya aja yang dikirim? Hihihi. Gampang, kan?Untuk pengiriman, nggak usah jauh-jauh ke Suly. Kirim aja ke Jakarta, yang dekat.  Biar ongkirnya juga nggak mahal. *emakirit*

Eh, tapi masih sempat kan, ya, punya bayi tahun ini? Proses bulan-bulan sekarang, akhir tahun nanti kira-kira udah lahir lah, ya? :D


17 comments :

  1. Aku juga program baby nih, Mbak tahun ini. Semoga kita berdua berhasil ya.. *kiskis*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Iya, Arkan mah udah cocok ya punya adek. :))

      Delete
  2. Ayooo, aku dukung deh punya bayi lagi, biar krucilnya 3 orang sepertiku hihihi.
    Waduh mb Ria pengin juga ternyata, smoga berhasil semuanyaaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huahhahha tapi entar aja ah Mak. Tripod aja dulu yang gampang ngirimnya :D

      Delete
  3. aku juga mau tripod sama baby mak^^

    ReplyDelete
  4. mudah2an tripod dan baby nya bisa didapatkan secepatnya ya... hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Kadomu apa Mak maunya? Aku blm baca2 nih. :)))

      Delete
  5. semoga terkabul yya mak apa yg diinginkan :)

    ReplyDelete
  6. Mak, aku juga pengen punya bebi. Semoga programnya berhasil :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Semoga tahun ini punya baby, ya, Mbak. :))

      Delete
  7. semoga terkabul ya mak. aamiin.
    bisa kok punya bayi di rantau. kuncinya cuma kerjasama semua anggota keluarga aja, termasuk anak2. mumpung shaki udah gede. anak perempuan umumnya lebih sukarela bantuin ibunya pas ngurus bayi. mungkin krna naluri keibuannya sdh ada sjk kecil :)

    ReplyDelete
  8. semoga terwujud ya mbak :) aamiin ya Allah

    ReplyDelete
  9. Aamiin semoga segera jadi ya adiknya Shaki

    ReplyDelete
  10. Terima kasih atas partisipasinya, Mak Jempol. Plisss hamil plisss. Nemenin aku :p

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^