[FF] NGIDAM

1.15.2015

credit

YES! Akhirnya kamu ngidam juga, Sayang! Hihihi. Gemas, deh, sama kamu!” ujar Ken sambil mengelus-elus perut istrinya yang belum terlihat membuncit.

Meski ia sama sekali tidak pernah tahu penampakan konro, tapi ia berusaha untuk menjadi suami yang tahu segala hal demi istri. Ia tak mau dipermalukan di depan istrinya.

Pelayan datang membawakan seporsi konro lengkap dengan nasi burasnya, dan seporsi soto ayam. Wangi kaldu kental berpadu dengan kluwak dari iga yang telah dibakar, membuat Barbie semakin lapar. Tapi tidak dengan Ken. Matanya mengerjap. Ia terkejut dengan penampakan konro yang sesungguhnya.

“Sayang, kamu kenapa pesannya soto ayam? Maaf, ya, aku ngidamnya mahal. Aku belum pernah makan konro, tapi tadi tiba-tiba aja kepengin gara-gara lihat fotonya di news feed Facebook aku. Maaf, ya, Sayang. Pasti kamu menyesal, deh.”

Barbie merasa bersalah. Ia tak tahu kalau harga seporsi konro bisa mencapai lima puluh ribu rupiah. Uang sebanyak itu bisa dipakainya untuk memasak menu seharian berdua suami.

“Ah, nggak apa-apa, kok! Harga nggak masalah! Daripada bayi kita ngiler nanti? Aku kan udah biasa makan beginian!” ucapnya dengan nada sok.

Padahal ia juga merasa bersalah, karena selama ini memang tidak pernah mengajak istrinya makan daging. Ia berusaha memalingkan pandangan dari konro.

“Jadi kamu nggak marah sama aku?”

“Hahaha! Ya enggaklah, Sayang! Dulu waktu kecil, tetanggaku kan orang Manado. Nah, dia sering banget undang keluargaku makan di rumahnya.”

Barbie mengernyit. “Hah, Manado?”

“Lho, kamu nggak tahu, ya? Konro ini kan makanan khas Manado!” ujar Ken lembut dengan nada sok tahu sambil mengacak rambut istrinya.

“Setahu aku, sih, konro itu dari Makassar.”

Pipi Ken memerah. Ia terdiam. Tak disangka ternyata istrinya lebih tahu.

“Eh, enak banget, nih, soto ayamnya!” Ia mencari pengalihan agar istrinya lupa.

Barbie melihat Ken menyantap soto ayamnya dengan lahap. Ken menyeruput kuah soto dengan nikmat, Barbie menelan ludah. Tiba-tia saja sop konro bakar tak lagi menarik baginya.

“Sayang …. Mmm aku udahan, nih, makan konronya. Kamu habisin, ya? Aku nggak kepengin lagi, udah kenyang. Aku mau makan soto ayam kamu aja!”

Wajah Ken pias. Kelebatan hewan qurban yang disembelih di depannya saat ia masih kecil, tergambar jelas di mata. Perutnya seketika terasa teraduk-aduk.


6 comments :

  1. jadi gak bsia makan daging ta si Ken ntuh?

    ReplyDelete
  2. ooh... jadi Ken gak mau makan daging karena pernah lihat pemotongan daging kurban ya mak...

    ReplyDelete
  3. saya kirain Mba yang ngidam he he he he

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^