Di Balik Wefie Ini, Ada Cerita Tentang ISIS di Kurdi*

3.31.2015

Wefie dengan Bapak Dubes RI untuk Irak, Agustus 2014

Sulaymaniyah, 8 Agustus 2014

"Ma, istirja' dulu. Sementara waktu nggak ada maskapai yang bisa terbang dari dan ke Irak, termasuk ke sini."

Deg! Jantung saya rasanya mau copot. "Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Gara-gara ISIS?"

"Iya. Teman Papa yang hari ini balik ke Suly**, tadi pas transit di Qatar, langsung dipulangin lagi ke Jakarta. Karena nggak ada penerbangan."


Ya Allah! Seakan-akan saya mendapatkan kabar paling mengejutkan seabad ini. Bilang saya lebay. Tapi siapa yang sanggup, hidup di negara yang (katanya) penuh konflik, namun kenyataannya selama tiga tahun saya tinggal di sini nggak ada sesatu pun yang mengkhawatirkan. Lalu tiba-tiba saja pada saat itu ada kelompok yang mendekat di luar dugaan kita semua: ISIS.

Kabar mengenai ISIS sudah saya dengar sejak beberapa bulan sebelumnya, sejak mereka menduduki Mosul. Dan puncaknya adalah ketika mereka sudah mencapai Erbil, ibukota Kurdistan. Kalau dari tempat saya, Suly, sekitar 170-an km atau 3-4 jam perjalanan darat. FYI, Kurdistan berada di bagian utara negara Irak. Mereka (ISIS) sudah mulai mengebom di satu titik, sekitar 45 menit dari kota Erbil. Kemudian tentara Amerika datang dan ikut memerangi ISIS. Wilayah perangnya, dekat dengan bandara Erbil!

Lemaslah badan saya mendengarnya. Waktu itu saya nggak bisa berpikir apa-apa. Update status di Facebook atau di blog tentang ketakutan saya? A BIG NO. Saya nggak mau teman-teman dan orang-orang yang membaca blog saya jadi takut juga. Sekadar memberitahu orang tua sekali pun, nggak berani. Saya takut mereka mengkhawatirkan kami. Saya takut mereka kepikiran macam-macam. Saya pun takut nggak bisa bertemu mereka lagi untuk terakhir kali. Saya cuma bisa menangis.

Saat itu, saya bertanya pada suami, "Kalau sekarang aja maskapai-maskapai nggak ada yang bisa terbang ke sini, gimana nanti kalau ISIS udah masuk Suly? Kita mau lari lewat mana lagi, Pa?"

Bisa diduga, suami saya nggak bisa menjawab pertanyaan saya. Dia hanya menatap air mata saya yang mengalir deras di pipi, lalu memeluk.

"InsyaAllah, kita doa terus ya. Mudah-mudahan ada jalan keluarnya."

Lalu saya teringat teman-teman saya yang tinggal di Erbil, juga teman suami yang bekerja dekat dengan bandara Erbil. Kata suami saya, temannya itu sudah dievakuasi oleh perusahannya. Sudah dibelikan tiket penerbangan. Entah pakai penerbangan apa, saya nggak tahu. Sementara teman saya, ternyata masih mudik dan belum kembali ke Erbil. Beruntungnya dia, batin saya.

Yang lebih menyedihkan adalah, rencananya suami saya akan berangkat ke Indonesia seminggu kemudian seorang diri, karena ada urusan yang penting. Lalu gimana dengan nasib saya dan anak-anak? Saya berani ditinggal suami pergi jauh, tapi kalau keadaannya seperti ini; ISIS sudah memasuki wilayah Kurdistan, sementara berita-berita di televisi isinya perang ISIS semua, siapa yang berani? Bahkan teman-teman suami yang bekerja di sini pun, belum ada yang bisa kembali dari mudik karena nggak ada penerbangan!

"Apa nggak ada kabar dari KBRI, Pa, tentang evakuasi WNI di sini?" tanya saya lagi.

"Lagi coba hubungi, tapi ternyata Pak Arifian lagi mudik."

Iya, waktu itu musim Lebaran, wajar saja hampir sebagian WNI di Kurdistan pada mudik. Beruntunglah mereka yang masih di Indonesia, nggak dapat shocking news begini. Tapi syukurnya saya cepat menyadari, bahwa saya nggak bisa nangis terus-terusan begini.

Saya kemudian ambil tas ransel dan keperluan-keperluan lainnya seperti baju, daleman, paspor, obat-obatan, sedikit camilan yang mengenyangkan dan susu buat anak-anak. Semuanya saya masukkan dalam ransel kemudian saya letakkan dekat rak sepatu di depan pintu, sambil menahan sesenggukan.

Saya sudah siap dengan keadaan gawat darurat, misalnya tiba-tiba sewaktu-waktu harus bergerak cepat, saya hanya harus membawa tas ransel tersebut. Ya, siap nggak siap, sih, sebenarnya. Tapi mau gimana lagi?

Peta Kurdistan. Lihat, dekat sekali kan antara Sulaymaniyah dan Erbil? >__<
Yang berwarna abu-abu adalah sebagian wilayah Irak lainnya. Peta saya pinjam dari sini

Di saat-saat seperti itu, datang sebuah pesan ke ponsel saya yang isinya pihak KBRI akan mengunjungi Sulaymaniyah pada hari Minggu, 10 Agustus 2014, untuk membahas rencanca evakuasi terkait ISIS. Mereka berangkat dari Baghdad pada Sabtu, menggunakan pesawat Iraqi Airways langsung ke Sulaymaniyah.

Alhamdulillah. Allahu akbar!


10 Agustus 2014

Dua malam saya nggak bisa tidur pulas. Dua hari saya nggak bisa berpikir tenang. Terus saja kepikiran hal yang buruk akan terjadi. Bukan nggak mungkin, tiba-tiba tengah malam disuruh keluar semua untuk menyelamatkan diri masing-masing. Bisa saja, sebelum sempat bertemu dengan pihak KBRI nanti, keadaan sudah sangat genting. Semua pikiran itu, muncul terus ketika saya hendak tidur. Saya takut.

Sore harinya, kami tiba di Hotel Titanic, tempat berkumpul dengan Dubes RI untuk Irak, Pak Safzen Noerdin. Nggak ada terlihat raut khawatir dan wajah sedih di matanya. Maka ketika bertemu dan salaman pun, kami bisa tersenyum.

"Alhamdulillah, Pak, bisa ketemu lagi," sapa saya.

"Gimana? Sulaymaniyah aman, kan? Tenang saja, mereka (ISIS) nggak akan bisa masuk wilayah sini, kok! Mereka harus melewati kota Kirkuk dulu baru bisa masuk sini. Tapi nyatanya, baru dekat Kirkuk aja Peshmerga*** udah siaga! Malah yang rawan saat ini adalah Erbil. Jadi, prioritas evakuasi saat ini untuk yang di sana dulu, kalau terjadi kegentingan," ujarnya panjang lebar, tetap dengan nada lembut dan menenangkan kami semua.

Begitulah, sampai saat penjabaran mengenai rencana evakuasi oleh beliau pun, tak ada ketegangan di antara kami semua. Semua tetap tenang dan fokus mendengarkan. Tentang rencana evakuasinya, pernah saya post di tulisan ini.

Kehadiran beliau ke Suly, mengunjungi warganya yang di sini, membuat saya dan semua teman-teman yang khawatir menjadi tenang kembali menjalani hari-hari. Terlebih teman-teman yang datang adalah para pekerja rumah tangga, yang rata-rata nggak punya kontak Saya harap, semua Dubes RI untuk negara mana pun, sama baiknya seperti beliau. Layaknya smartfren yang selalu ada untuk kami.






Keterangan:

*Kurdi: kependekan dari Kurdistan.

**Suly: sebutan untuk Sulaymaniyah, kadang orang lokal menyebutnya Slemany, atau Sulaimani.

***Peshmerga: tentara militer Kurdistan. Peshmerga, dalam bahasa Kurdistan memiliki arti "those who follow death". Sejak ada peraturan tentara Irak dilarang masuk wilayah Kurdistan, maka Peshmerga lah yang bertanggung jawab dalam melindungi Kurdistan; termasuk warga sipil, tanah (wilayah), dan institusi. Tak dibatasi jenis kelamin, ada banyak wanita yang ikut bergabung dalam Peshmerga, rara-rata usia 20-an, dan mereka bergabung tanpa paksaan.

36 comments :

  1. Ya ampuuuunn Maaak. Trus perkembangan sekarang gimana Mak? Semoga selalu dalam lindungan Allah di mana pun berada. aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang udah membaik. Udah enak. Edah bisa jalan-jalan ke Erbil lagi dengan tenang. :)))

      Delete
  2. Semoga selalu aman ya mak...dilindungi Allah sekeluarga...aamiin
    Hayooo pulanggg hayooo :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Nantik, Maaaaak. Tunggu... Tunggu... apa, ya? :D

      Delete
  3. uuhhh..bacanya bikin deg-degan Mak.. Semoga Allah selalu melindungi ya Mak..aamiin...

    ReplyDelete
  4. dimanapun bumi Allah, semoga kita semua kapanpun dan dimanapun selalu dalam perlindungan Allah ya mak :)

    ReplyDelete
  5. Menegangkan sekali situasinya sebelum Pak Dubes datang ya, Mak? Kebayang gimana rasanya berada di dalam situasi spt itu. Untunglah tidak terjadi apa2 ya?
    Dan semoga, semua DUBES RI di negara mana pun mereka bertugas, siap sedia dan siaga menenangkan dan melindungi WNI ya, aamiin.
    Sukses ngontesnya ya, Mak Isti! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mak Alaika. AKu yang ngalaminnya deg2annya berhari-hari. >__<
      Aamiin, doa yang sama untuk dubes2 RI. :))

      Delete
  6. Ceritanya udah tegang... Eh, ujung2nya smartfren.. :D sukses ngontes ya mak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehehehhee maaf ya, jadi merusak suasana. :D
      Makasih, Mak. :))

      Delete
  7. Semoga isu2 yg bikin khawatir ini cepat reda dan seluruh dunia kembali aman ya mama Shaki.

    ReplyDelete
  8. Semoga selalu dilindungi Alloh SWT ya mak... dan good luck kontes nya ;)

    ReplyDelete
  9. semoga mak isti sekeluarga selalu dilindungi Allah, aamiin.
    moga sukses buat ngontesnya ^_^

    ReplyDelete
  10. Membaca tulisannya ikutan tegang tapi ketika membaca balasan komen yang pertama, syukurlah kalau sekarang sudah aman :)

    ReplyDelete
  11. Ikutan tegang baca ini, mbak.
    Semoga Allah melindungimu selalu dan keluargamu. amin...

    ReplyDelete
  12. take care ya mak and good luck ngontesnya ;)

    ReplyDelete
  13. Semoga selalu aman ya mak, salam kenal

    ReplyDelete
  14. Moga aman tentram damai senstosa selalu ya Maak, Suly dan seluruh negara di dunia ini. Aamiin

    ReplyDelete
  15. huwahhhh... ga kebayangggg.... pasti mules, khawatir, deg2an dan pgn mudik ksini ya makk..

    ReplyDelete
  16. Bacanya ikut deg-degan. Moga aman selalu ya Mak :)

    ReplyDelete
  17. Jadi inget kepanikan dirimu waktu ada isyu isis dah mulai mendekati sully... terus sibuk cari tiket buat kembali ke Indonesia. . Semoga aman2 aja deh keadaan di tempat mu berada ya m (b) ak

    ReplyDelete
  18. Tapi itu ISIS sekarang gimana sih posisinya? Terus terang masih segan mau menulis soal ISIS secara terbuka karena rasanya masyarakat muslim juga tidak berani "menunjukkan kontra" secara terbuka terhadap ISIS ya? Update terbarunya apa nih? Apa sudah pernah ditulis juga ya? Hehehhehehe. Pengin dapat perspektif dari orang yang tinggal di Irak langsung :D.

    ReplyDelete
  19. Waduh makkk, serem juga ya udah deket banget gitu, moga2 aman terus, aminnn

    ReplyDelete
  20. duh mak ngeri
    tapi asyik bisa selfie sama pak dubes
    @guru5seni8
    penulis di www.kartunet.or.id dan http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com

    ReplyDelete
  21. Astaghfirullaaah Semoga ISIS ga bisa lanjut ke Suly

    ReplyDelete
  22. Waaah Pak Noerdin ini kebetulan Pakdenya Suamiku, kemarin juga baru aja ketemu di jakarta.. Tapi beliau sudah nggak tugas di Irak lagi kan Mbak? Kabarnya sudah ditarik lagi ke Jakarta.. Semoga mbak dan keluarga selalu dalam lindungan Yang Maha Kuasa ya.. Aaaaamiin

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^