Bukan Hadiah dari Peri Gigi

10.05.2015


Beberapa hari yang lalu, gigi anak saya tanggal. Terus dia excited banget ngebungkus giginya pakai tisu, lalu ditaruh di bawah bantal semalaman ketika tidur. Dia berharap ada peri gigi yang datang dan mengganti giginya dengan sesuatu.

Ini memang bukan gigi pertamanya yang tanggal. Tahun lalu gigi susu bawahnya sudah tanggal dua buah, lalu seminggu yang lalu gigi bawahnya juga, rupanya sudah keduluan tumbuh yang baru. Kali ini gigi susu atas yang tanggal. Beberapa gigi yang sudah tanggal, selalu dia taruh di bawah bantal dan berakhir hilang karena bantalnya yang tergeser-geser sewaktu tidur. Ada juga yang langsung saya buang karena lupa kalau dia mau taruh di bawah bantal. Tapi nggak pernah saya kasih apa-apa atas gigi tanggalnya itu.

Balik lagi ke gigi yang baru aja tanggal. Nah, siang keesokan harinya, dia keingetan. Dia baru aja mau ke kamar untuk melihat apa yang dikasih sama peri gigi untuknya, tapi saya tahan. Saya nggak tahu mesti kasih apaan buat dia. Lalu saya bilang aja sama anak saya untuk sholat dulu dan berdoa sama Allah. Alhamdulillah, dia nurut. 

Sambil dia sholat di kamar saya, saya masih nggak kepikiran untuk kasih hadiah apapun. Lagipula, saya dan suami nggak mau membiasakan kasih hadiah atas tanggalnya gigi. Kami takut nanti jadi kebiasaan dan akan jadi bumerang buat kami di kemudian hari. Padahal emang pelit aja ini, sik.

Lalu yang tebersit di kepala saya adalah surat. Saya buru-buru cari kertas seadanya, dan menulis pesan untuk ditaruh di bawah bantalnya. Kemudian saya ambil giginya yang lepas itu.

Selesai sholat, dia teringat lagi. Terus langsung ke kamarnya dan menemukan surat ini di bawah bantalnya. Saya dengar dia baca suratnya kencang-kencang. Selesai baca, dia lari nyari-nyari saya. 
Duh, saya langsung deg-degan. 


Saya ragu. Saya takut dia kecewa karena nggak dapat apa-apa dari peri gigi dan cuma dapat selembar surat dari saya. Tapi begitu ketemu saya, dia langsung melukin saya kuat.


"I saw a letter under my pillow, and it's from Mom. You don't have anything but you have love."

"Yes, I have love for you. Do you have love for me?"

"Yes, Mom. I love you."

"Hey, you are a Big Boy now! You should brave!"

"Ya, a few days later."

"But you can start from today if you want to be brave."


Terus dia meluk saya lagi. Oh, heaven .... :'))))




19 comments :

  1. Saya juga nggak pernah ngasih sesuatu kalo gigi anak saya tanggal...paling saya suruh nguburin aja. Anak saya yang kedua, gigi susu bagian bawahnya malah nggak tanggal-tanggal, padahal sudah ada gigi yang numbuh. Musti ke dokter gigi, nih..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, iya itu kayaknya harus sesegera mungkin dicabut. Khawatir kayak anak saya, gigi yang bawahnya minggu lalu tanggal, eh ternyata udah ada yg tumbuh di belakangnya. Nggak keliatan sama sekali sebelumnya. -___-

      Delete
  2. Romantis banget mak ke anak dan jwbn anak ke mak isti hihihi ^_^

    Xoxo,
    www.leeviahan.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihih, itulah makanya saya sempat kuatir dia kecewa. Eh ternyata balasannya nggak kalah romantis. :)))

      Delete
  3. giginya kenapa itu xixix , jarang gosok gigi kyaknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe. Kalau anak kecil kan emang gigi susunya harus tanggal, Mas, baru tumbuh gigi serinya. Coba pelajaran IPA-nya waktu SD dibaca lagi. :p

      Delete
  4. Wuihhhh kecil-kecil udah jago english >.< *salah fokus* hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkkw kami ngomongnya campur, Mbak. :D

      Delete
  5. suer....aku ikut terharu hehe...so sweet :)

    ReplyDelete
  6. So sweet bgt mbak...respon anaknya juga nyenengin, bikin terharu :)

    ReplyDelete
  7. tapi ngisi surat begitu jadi romantis ya bawaannya. jadi terharu hihii...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga nggak nyangka bakalan dijawab begitu sama anak saya, Mbak. :)))

      Delete
  8. Terharu banget Mak. Aku excited baca ceritanya semenjak dilempar di fb duluan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi ini biar bisa ngisi blog sekalian jadi ceritanya aku pindahin ke sini, hehehe.

      Delete
  9. Aw... I'm manis sekali..
    tante aja ya yang jadi peri gigi nya hehe

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^