Autumn Rasa Spring

12.05.2015




Masih autumn, kan, ya? Atau salah nanya saya? Udah autumn, kan, sekarang? Sayangnya, autumn di lingkungan saya ini nggak begitu "berasa". Kalau di negara mana-mana saya lihat dedaunan punya bermacam-macam warna, di Suly enggak. 

Pohon-pohon masih bisa bertahan dengan hijau daunnya. Ada juga yang menguning, tapi nggak semua. Saya, kan, pengin daun-daun berguguran gitu di bawah. Apa ini gara-garanya tempat tinggal saya yang tetanggaan sama gunung, ya? Jadinya hawa lebih dingin dibandingkan Suly tengah kotanya.  


Memang, sih. Kalau di komplek apartemen saya sedang berangin, tapi begitu tiba di tengah kota anginnya sama sekali nggak ada. Dan hangat. Baiklah, jadi sepertinya kalau mengharapkan daun-daun berguguran, mendingan saya ke taman kota aja yang lebih pasti ada daun gugurnya.

Baca juga: Spring Is Always Worth to Wait

Sekarang, nikmatin aja dulu bebungaan yang masih tumbuh segar di musim gugur saat ini. Sebelum akhirnya tandus diterpa musim salju. ^___^











4 comments :

  1. Mbak bunga yang atas itu bunga matahari bukan sich? yang warna kuning itu looh? aku suka bunga matahari, tapi di sini, sepertinya jarang menemui....mau dooong dikirimi bunganya dari Sully, hehee.

    ReplyDelete
  2. aaahhh senengnya liat bunga bermekaran warna warni gitu. Sekarang berapa derajat suhu di Suly,Mbak? Di Muscat udah mulai dingin juga

    ReplyDelete
  3. Wuih kece pisan bunga nya. Btw, aku suka banget kata 'Autumn' - Nanti anak ketiga kalau cewek mau dinamain Autumn (apa banget udah mikir sampe sana ajah zzzzz)

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^