FAQ: Mahal, Nggak, Biaya Hidup di Suly? (1)

12.09.2015



Iyak, bener. Ini adalah one of Frequently Asked Question about Sulaymaniyah, Kurdistan. Tentunya, mereka yang nanya adalah kebanyakan yang akan pindah ke Suly, atau teman-teman saya aja yang sekadar pengin tahu biaya hidup hidup di luar negeri.
((luar negeri)) :D

FYI, Suly dan sekitar kota di Kurdistan, kebanyakan mengimpor barang-barang dan kebutuhan lainnya. Maka itu, setiap ada temen yang tanya tentang biaya hidup di Suly, saya selalu jawab MAHAL. Bukannya apa-apa, saya bilang mahal karena kalau dikurs ke Rupiah, jadinya banyak bingit.

Saya ambil contoh untuk yang tinggal sendirian (single) dulu, ya, yang nggak bawa keluarga ke sini. Mata uang pakai Dinar Irak, bukan Dolar US apalagi Rupiah. Yuk, kita itung-itungan dulu! Posting-an ini kita bahas uang makannya dulu, nanti di post berikutnya menyusul transportasi dan tempat tinggal.

1 Dinar Irak = 12,639 Rupiah. Karena di sini nggak ada uang 1 Dinar, jadi kita pakai yang mudah aja.

1000 Dinar Irak = 12.639 Rupiah
Rate di atas saya cocokkan dari kurs di currency.me.uk

Kalau makan di kantor (maksudnya ketika hari kerja), sekali makan itu bisa mulai 5.000 -10.000. Kalau sarapan di rumah dulu, bisa lebih hemat. Tapi kalau makan siang dan malam di luar, bisa sampai 20 ribu jatuhnya ya. Kita ambil makan siang di luar aja, sarapan dan makan malam di rumah. Hari kerja itu 5 hari seminggu, berarti 20 hari dalam sebulan, ya.

Shawarma
Pilihan menunya, ada kebab atau shawarma yang paling murah (paling mahalnya seharga 5 ribu Dinar biasanya). Kalau pas akhir pekan, misal mau berhemat, ya, masak.

Tenang, beras di sini banyak, kok, dijual. Ada beras basmati, yang bentuknya panjang-panjang seperti di nasi briyani, ada juga beras yang bentuknya bulat kecil-kecil seperti di nasi khas Turki. Yang biasa saya pakai adalah beras Thailand. Ini yang paling enak menurut saya dan cocok dengan lidah Indonesia. Berasnya putih, pulen, dan empuk. Harga berasnya ini seplastik sekitar 13.000 Dinar, isinya 5 kg. Kalau tinggal sendiri, berasnya mungkin bisa habis dalam sebulan kali, ya. kan, jarang makan di rumah. Hehe.
Makan di kantor: 20 x10.000 = 200.000 Dinar
Beras sebulan (5 kg) = 13.000
Total: 213.000 Dinar
Sementara untuk belanja sayur dan lauk mentah, bisa di warung dekat tempat tinggal. Warung-warung di sini lumayan lengkap, kok, jualnya. Dari sayur hingga ayam beku ada. Daging beku sekitar 5.000 - 6.000 harganya, dengan catatan dagingnya itu ayam potongan. Ada sayap ayam, paha, atau fillet-nya. Kalau mau yang fresh, bisa dibeli di supermarket atau di tukang daging atau di pasar. Sementara daging sapi, sekilonya 17.000, dan ini bisa dipakai selama sebulan, apalagi kalau jarang masaknya. Pakainya bisa sedikit-sedikit dan sisanya disimpan di dalam freezer.

Daging seafood nggak saya hitung di sini karena termasuk makanan mewah. Seafood di sini mahal, padahal nggak ada yang fresh. Semua seafood dijual dalam keadan beku.

Hitung kasar aja ya sebulan butuhnya 3 macam ayam beku, telur sepaket 5.000 Dinar (biasanya isinya 25 butir) dan sekilo daging sapi. Juga sayuran untuk seminggu misal keluarnya sampai 10.000 Dinar, tambah buah-buahan 5.000 Dinar. Harga segitu udah lumayan lah untuk seminggu, apalagi buahnya bisa dapat dua macam; pisang dan jeruk, misalnya. Cemilan nggak termasuk, ya, kan bukan yang pokok.
Ayam beku + telur 4 x 5.000 = 20.000
Daging sapi 1x 17.000 = 17.000
Sayuran + buah 4 x 15.000 = 60.000
Total: 97.000 Dinar
Tapi, kalau bosan masak, bisa makan di luar, kok. Banyak restoran-restoran lokal yang menurut saya rasanya masih berterima. Selain kebab dan ayam panggang, mereka jual nasi briyani juga. Atau ada restoran khas Turki, yang menunya masih 11-12 dengan restoran lokal. Ada juga restoran Itali. Ini yang pualing banyak banget bisa ditemui. Pizza bukanlah makanan mewah di sini, karena di restoran lokal yang kecil-kecil sekali pun, bisa ditemui.

Estimasi jajan di luar untuk sekali (makan siang atau malam) itu kira-kira 10.000 - 30.000 dengan minuman. Kita ambil tengah-tengahnya aja, ya, 20.000 Dinar. Hitung aja makan di luarnya setiap dua kali weekend, jadi kita punya dua kesempatan makan di luar dalam sebulan.
Makan di luar ketika weekend: 2 x 20.000 = 40.000 Dinar
Jika mau mencoba mengganti makanan pokok nasi, bisa dengan roti (naan). Naan ini ada penjualnya khusus. Biasanya toko naan ini hanya menjual naan aja, dan dibikin langsung di tempatnya, lalu dijual dalam keadaan hangat. Seribu Dinar bisa dapat naan seplastik buanyaaaak sekali. Bisa dimakan sampai dua-tiga hari. Simpan di wadah tertutup dan ketika akan makan dihangatkan dulu di microwave.

Dengan asumsi makan di kantor sebulan 200.000, beras sebulan 13.000, makan di luar ketika weekend sekitar 40.000, dan belanja kebutuhan masak di rumah sejumlah 97.000, sebulan keluar duit sekitar 350.000 Dinar Irak.

Berapa rupiah, tuh, segitu? Yah, kira-kira 4.423.641 Rupiah lah per bulannya, atau kita bulatin aja jadi 4.500.000 Rupiah ya gampangnya. Baru buat urusan perut. Uang segini bagi yang masih single, kalau di Indonesia, berlebihan ngeluarin segini cuma buat makan bulanan aja. Belum lagi bensin dan lain-lainnya.

Tapi, jangan khawatir. Pendapatan di sini pun menyesuaikan. Ini udah saya ambil yang paling sedikitnya, untuk yang single, bukan sekeluarga. Dan ingat, ini masak setiap hari, lho, ya. Beda kasus lagi kalau nggak suka masak, lebih suka beli makan di luar, apalagi sarapan dan makan siangnya di kantor. Bisa lebih mahal lagi pastinya. Rata-rata, yang tinggal sendirian di sini pun bisa lebih dari itu pengeluaran untuk makan bulanannya.

Semoga menjawab sedikit pertanyaan teman-teman, ya. Next post saya bahas biaya transportasi selama sebulannya seberapa. Maaf dipisah-pisah gini, soalnya saya kasih hitungannya sekalian sama gambarannya juga. Trimikisi! ^__^

9 comments :

  1. Iya mba kl hidup diluar mmng mhal ya apalagi udah di kurs rupiah eh tp bisa mnghmat jg sih ..di suly ada beras thai jg ya sy jg dulu milih beras thai pulen sih. Jadi tau biaya hidup di suly

    ReplyDelete
  2. mihil ya, tapi kalau ada penyesuaian penghasilan, jadi gak kerasa..hehee, penasaran bentuk warung di Sully

    ReplyDelete
  3. klo hidup di luar negri dan harganya dikurs ke rupiah pasti mahal. Belum lg pendapatan dsini sm luar negri beda. Mungkin buat orang sana segitu wajar yah.

    ReplyDelete
  4. Biaya hidup mahal tp pendapatan juga tinggi ya maks :)

    ReplyDelete
  5. sesuai dgn pendapatan juga, sih :)

    ReplyDelete
  6. Segitu mahal atau murah? Jawabannya relative sih ya. Betul katamu, Asal sesuai sm pendapatannya.

    ReplyDelete
  7. Tapi penghasilan juga tinggi kan ya dsna:D

    ReplyDelete
  8. yang penting sih ada uangnya buat belanja udah Allhamdulillah

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^