FAQ: Mahal, Nggak, Biaya Hidup di Suly? (2)

12.14.2015


Setelah membahas uang makan bulanan kemarin, sekarang kita lanjut ongkos bulanan. Banyak juga, nggak, keluarnya? Saya ingetin lagi, 1 Dinar Irak sama dengan 12,639 Rupiah. Karena di sini nggak ada uang pecahan 1 Dinar, jadi kita ambil gampangnya aja, ya.

1000 Dinar Irak = 12.639 Rupiah
Rate di atas saya cocokkan dari kurs di currency.me.uk

Alat transportasi di sini hanya ada dua macam, yaitu bus dan taksi. Jangan bayangin bakalan ada angkot dan ojek, ya! Apalagi ojek dan taksi online. :p


Bus Umum


Untuk bus, udah ada rutenya sendiri-sendiri. Dan hebatnya, rutenya ini sekali jalan bisa dari tempat tinggal saya, yang mana itu ada di ujung Suly, sampai ke pasar, yaitu tengah kota, cuma bayar 500 Dinar aja. Sama kayak kita kalau naik bus tingkat yang kalau bayar itu jauh-dekat Rp 250,-.

Yak ampun kenapa juga contohnya bus tingkat, taun berapa, sih, gue idup? (-___-)

Khusus untuk bus, kita sebagai penumpang (apalagi warga asing), harus tahu dan bisa baca rute setiap bus. Warna dan bentuk busnya sama semua, yang bikin beda cuma tulisan di depan kacanya. Nah, itu adalah rute yang dilalui. Daaan tulisannya itu pakai bahasa Kurdistan lokal (bukan tulisan latinnya).

Saya pernah dua kali naik bus ini. Asyik, sih. Sekali sama suami dan anak-anak, sekalinya lagi sama teman, berdua aja. Waktu itu pede naik karena udah dikasih tahu duluan mana bus yang ke arah tujuan saya. Unik, lho, cara bayar ongkosnya! Nggak ada kondektur di setiap bus dan nggak ada "celengan" untuk membayar ongkosnya. Terus, gimana, dong? Nggak pakai kartu juga, ya, karena ini masih pakai cara tradisional yang mengutamakan kejujuran. Cerita tentang bayar ongkos bus ini pernah saya tulis di blog ini juga.

Tapi, bisa dipastikan kalau ke mana-mana nggak akan naik bus ini. Bukan karena gengsi, busnya ini lama datangnya. Nggak setiap 5-10 menit ada yang datang, tapi bisa sampai setengah jam nunggu di halte baru muncul itu busnya. Lama. Jadi enaknya, sih, emang cari yang praktis aja. Naik taksi. Naik bus kalau cuma lagi kepengin isi waktu buat jalan-jalan aja, bukan buat keperluan mendesak.

Karena akan sangat jarang sekali naik bus, jadi saya nggak akan hitung pengeluaran naik bus umum.


Taksi


Lalu ada taksi. Taksi yang sekarang bagus-bagus, lho. Taksi yang jadul udah pada nggak ada, padahal pas dulu saya baru pindah ke sini, masih banyak sopir-sopir yang taksinya jaduuul banget. Jadulnya itu dari bentuk dan penampilan, juga dari fitur di dalam mobilnya.

Tapi, untuk urusan ongkos, semua sama. Mau taksi yang bagus atau jadul sekali pun, rata-rata ongkosnya sama aja. Apa mungkin karena saya orang asing, ya, jadi mereka punya "standard" sendiri untuk ongkos? Mau ke mana pun perginya, kalau saya naik dari pangkalan taksi apartemen, selalu bayar 5.000 Dinar. Ke pasar, segitu. Ke supermarket, segitu. Ke mall, segitu. Padahal ya rutenya beda, lho.

Jadi, misal kita punya keperluan untuk makan di luar ketika weekend (seperti hitung-hitungan di posting-an kemarin) sebanyak dua kali dalam sebulan, estimasinya adalah 20.000 untuk dua kali PP. Itu kalau hanya ke tempat makan aja. Belum kalau mau ke mall atau supermarket. Enaknya, sih, ke satu tempat yang all in.

Mungkin bisa ke mall macam City Star, City Center, Metro, atau Rand Gallery yang di dalamnya ada supermarket dan restoran juga. Atau, ke pasar sekalian. Jadi nggak keluar duit lagi buat ongkos.

Gimana dengan pergi kerja? Ada perusahaan yang menyediakan bus untuk karyawannya, ada juga yang memang patungan untuk menyewa bus bulanan. Jadi bisa bayar bus secara bulanan sebesar kurang lebih 50.000 - 75.000 per bulannya, tentunya tergantung kesepakatan dengan sopirnya.

Nah, kalau dengan asumsi bus bulanan 75.000 per bulan dan ongkos taksi dua kali PP 20.000, berarti pengeluaran untuk transportasi adalah 95.000 Dinar. Ini hampir 100 USD, lho. Dan cuma main-main keluar pas weekend dua kali aja dalam sebulan.
Yuk, hitung lagi semuanya!
Makan: 350.000 Dinar
Ongkos: 95.000 Dinar
Total: 445.000 Dinar, kita bulatin aja ya jadi 450.000 Dinar, total kurang lebih 5.687.538,5 Rupiah atau sekitar 5.700.000 Rupiah
Nah, itu baru hitungan kasar buat makan sama transportasi aja, lho, ya! Dengan asumsi cuma keluar jalan-jalan dua kali aja sebulan. Terus, gimana dengan sewa tempat tinggal? Kita bahas di posting-an selanjutnya aja, kali, ya. Ini udah kepanjangan juga, takut yang baca pada bosen. Mana nggak ada ilustrasi apa-apa, lagi.

Kalau punya mobil pribadi, tentunya bisa lebih hemat pengeluarannya. Bensin di sini seliternya cuma 650-1000 Dinar. Harga 1000 seliter kalau lagi krisis, malah pernah sampai 1250 Dinar. Sekarang-sekarang, sih, udah lebih stabil harganya sekitar 700-an rata-rata.

Anyway, semoga posting-an ini juga menjawab beberapa pertanyaan teman-teman tentang biaya hidup di Suly yang belum sempat saya jawab secara detail, ya. Trimikisi! ^___^

18 comments :

  1. 5,7 juta rupiah cuma buat makan sama transport ya, Mak. Belum sewa rumah, sekolah anak2, baju, dll. Wah, lumayan banget, ya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ini juga udah yang paling ngiritnya, Mbak. Ngantor ga pake ongkos, keluar juga cuma 2x sebulan :D

      Delete
  2. wow...lumayan tinggi juga tuh biaya hidup di sana...

    ReplyDelete
  3. berarti murah ya biaya hidup di suly? tapi... pendapatan kita besar apa nggak disana... di Jakarta lagi mahal2nya euy gara2 dollar naik terus. Kayaknya dollar bertahan di angka 14.000 nih naga-naganya. Jadi, hape aja yang paling sederhana speknya harganya udah 3 jutaan gitu. padahal dulu 3 jutaan itu udah kece banget hapenya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahha Mak Adeeee.... Ini kan biaya untuk satu orang, dan udah yang paling ngiritnya banget: masak sendiri. Kalo yg ga bisa masak, tauk deh itu gimana ngaturnya :D

      Delete
  4. hihihi jaman aku belum lahir itu bis tingkat

    ReplyDelete
  5. Wah, itu untuk hitungan dua kali main keluar aja ya? kalo sering keluar nambah lagi cost nya. Duh, mihil. Tapi jadi tau berapa biaya hidup di sana. Trims infonya ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak Waya. Itu juga kalo keluarnya cuma gitu2 doang, nggak yang belanja-belanja macem2 :D

      Delete
  6. Sebenernya sih kalau dihitung segitu menurut aku standar2 aja ga wow sekali, tapi balik lagi tergantung upah karyawan disana.. biasanya sih berbanding lurus kan ya *soktau mode on*.
    Dan tergantung gaya hidup juga siiihh.. bosenan dirumah apa engga. Kalo bosenan jadinya jalan2 terus ya makin mahal biaya hidupnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya tergantung orangnya juga sih ya. Biaya ini udah yg paling ngirit banget soalnya untuk satu orang. Nah, kalo hidup di luar negeri nggak bawa keluarga, pastilah bosen di rumah terus. :D

      Delete
  7. Bensinnya murah sekali ya, mak Isti :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahha iyaa muraaaah. Tapi kalo di rupiahin tetep ajaaa :D

      Delete
  8. lumayan uga cuma makan sama ongkos sampai 5juta lebih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehhe iya Mas. Apalagi buat ngobatin benjolan di leher ya, nggak tau deh berapa lagi biayanya itu. >__<

      Delete
  9. wwaaa.. lumayan ya, 11 12 kayaknya ni sm di planet Bekasi..

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^