Masjid Samping City Center Mall

1.07.2016





Masjid ini yang biasa saya datangi untuk sholat kalau sedang cuci mata ke mall di sebelahnya. Maklum, mall-mall di sini belum ada yang menyediakan musholla untuk pengunjung. Jangan heran, saya sendiri aja kaget, yang katanya negara Islam tapinya nggak ada musholla di pusat perbelanjaan besar seperti ini. Untung banget si mall yang gede ini sebelahan sama masjid.

Masjidnya ada di area Sarchinar. Kalau pergi naik taksi, bilang aja ke City Center, sopirnya pasti pada ngerti, kok. Sayang, saya sendiri juga nggak tau apa nama masjidnya. Padahal udah sering bolak-balik ke sini. -___-

Hokeh balik lagi cerita tentang masjidnya.

Di depan masjid tampak banyak mobil yang diparkir karena sedang ada "acara" di dalamnya. Itu parkiran mobil, ya, bukan lagi macet. Gedung serba guna yang berada persis di depan gerbang, dipakai dan dibuka ketika ada warga yang meninggal. Iya, waktu itu sedang ada takziah, atau melayat yang biasa kita sebut. Psst, biasanya suka ada beberapa polisi atau tentara yang berjaga di depan masjid, lho, kalau ada takziah begini.

Jadi, saya ini juga diceritain sama suami. Ketika masuk ke dalam masjid, ada beberapa pria dewasa yang terlihat berdiri di kiri dan kanan pintu masuk. Pria-pria ini merupakan keluarga sang almarhum. Mereka lah yang menyambut para tamu yang datang melayat, kemudian bersalaman satu per satu sambil menanyakan kabar, "Salam 'alaikom! Choni, bashit?". Setelah bersalaman, para tamu dipersilakan duduk di kursi yang telah disediakan.

Ada seseorang yang (mungkin telah ditunjuk pihak keluarga almarhum) sedang membaca doa untuk almarhum, kemudian disambung dengan membaca surat Al Fatihah. Para tamu juga ikut membaca Al Fatihah. Adapun yang bukan Islam, jika ikut melayat juga dipersilakan. Nggak perlu membaca surat, hanya duduk-duduk saja sebagai tanda ikut berduka. Nggak lama setelah baca surat, para tamu pun boleh pulang atau tetap duduk sampai sesi tersebut berakhir.

Oh ya, nggak pernah saya lihat satu wanita pun yang ikut melayat ke masjid. Saya pun cuma tahu dari luarnya aja, sih. Menurut suami yang pernah ikut melayat, yang datang ke masjid hanya prianya saja. Sementara wanitanya langsung mengunjungi rumah yang sedang berkabung.

Kurang lebih seperti itu lah acara takziah yang pernah didatangi suami saya.


Tempat Sholat Wanita yang Dipisah?


Tempat sholat khusus wanita.

Saya baru tahu. Ternyata di Suly, beberapa masjid menyediakan tempat sholat khusus wanita seperti ini. Nah, kalau masjid-masjid yang biasa saya temui di Indonesia atau bahkan di Arab Saudi itu kan memang tetap di dalam gedung masjidnya, ya. Hanya aja terpisah dengan kain sitroh/ tabir hijau antara pria dan wanitanya. Yang pria depan, wanita belakang. 

Tapi ini beda banget di Suly.

Itulah sebabnya suami saya selama tiga tahun ini nggak pernah lihat ada wanita yang sholat di masjid di Suly. Ya orang ga keliatan, kan yang pria sholatnya di dalam masjid. Maka itu, selama kuran lebih 3 tahun kemarin, saya praktis nggak pernah pergi-pergi yang sampai melewatkan waktu shoalt. Karena ya itu tadi, sulit mencari tempat wanitanya. 

Meski tempat sholatnya cuma suprit begini, bisa dipastikan yang mampir sholat pun nggak ada. Beberapa kali saya ke sini untuk sholat Dzuhur atau Ashar, biasanya cuma saya sendiri aja yang ada. Pernah pas sholat Maghrib di situ, ada wanita yang masuk ke dalam setelah saya, tapi dia nggak sholat, cuma nungguin suaminya aja yang lagi sholat di dalam masjid.

Oh ya, untungnya, kamar mandinya itu enak. Besar, ada beberapa bilik untuk buang air, juga beberapa keran untuk berwudhu. Nah, karena sedikitnya yang sholat ini pulalah, saya jadi leluasa pakai kamar mandi kalau ke sini. Maksudnya nggak perlu cepat-cepat gitu kalau mau buang air atau wudhu. Kadang, kan kalau mau wudhu suka cuci muka dulu, terus selesai wudhu pasti bedakan dulu, pakai lipstik, baru pakai kerudungnya. Rempong, ye? Hahaha. 

Halaman belakang masjidnya, di mana tempat sholat wanita tadi dipasang.

6 comments :

  1. oalaahh dipisah gitu ya untuk jamaah perempuan, bumil apa kbr ?

    ReplyDelete
  2. Pantesan nggak ketemu-ketemu jamaah perempuan ya mbak.

    ReplyDelete
  3. waahh aneh juga ya klo di mallnya ga ada mushola padahal Negara islam. Btw, mba Isti kenal ama Firda di Oman ya?

    ReplyDelete
  4. jadi harus cari waktu yang tepat buat ngemall ya supaya bisa sholat di rumah

    ReplyDelete
  5. Menarik bgt bacain postingan2 ttg life in Iraq nya mbak..salam kenal ya..keep them coming ya..mampir2 ke blog aku juga ya..

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^