Ngobrol Cantik Eco & Compact Living Bersama Prajawangsa City

11.27.2016


Eco & Compact Living. Apaan, sih? Mereka lagi nge-trend belakangan ini, lho, di dunia perhunian, khususnya rumah tinggal dan apartemen. Sesuai dengan namanya, eco and compact, dimaksudkan untuk sebuah hunian yang ramah lingkungan, efektif, dan efisien, meski berdiri di atas lahan yang sempit.

Sabtu kemarin, 19 November 2016, saya berkesempatan menghadiri acara Ngobrol Cantik Blogger Perempuan bersama Prajawangsa City, Eco & Compact Living. Pembicaranya sendiri, ada Mas Iron dari Nimara Architect dan Mbak Bayu Fristanty dari Rapi Rapi Professional Organizer.


Eco & Compact Living oleh Nimara Architect


Pernah buka situs jual-beli rumah, nggak? Mahal-mahal, yes? Udah mahal, luas tanahnya seuprit doang. Pengen pingsan tapi nggak bisa. Ini nyata. Huhuhu. 

Hampir setiap hari, saya disodorin aneka tipe rumah dan harganya sama suami. Bukan, suami saya bukan agen properti, kok. Ini cuma salah satu hobinya aja; buka situs jual-beli properti demi ngerti harga rumah masa kini. Lol.

Dengan lahan secuil itu, apa bisa dapat hunian yang nyaman? Yang sesuai harapan?

Jika kita memiliki lahan sendiri dan bebas bangun rumah seperti yang kita mau, kita bisa banget menerapkan eco design. Gunanya apa? Supaya rumah yang kita bangun tetap ramah lingkungan.

Salah satu project Nimara Architects, tetap mengusung eco design.

Kalau kata Mas Iron, arsiteknya Nimara Architects, supaya rumah yang kita bangun ini bisa menerapkan konsep green living, kita harus memperhatikan 6 aspek, yaitu:
  1. Energi. Hindari pemakaian energi listrik yang terlalu banyak,
  2. Tanah. Sediakan lahan untuk bermain anak yang sekaligus bisa digunakan untuk bercocok tanam.
  3. Air. Gunakan sistem zero water run off, salah satunya dengan memakai grass block di area halaman rumah. Jadi, air yang turun di atas lahan kita, akan jatuh di bawah tanah kita sendiri.
  4. Pencahayaan dan udara alami. Dengan adanya bukaan yang banyak pada sisi rumah, udara dan cahaya masuk ke dalam pun akan terasa dan kita tidak lagi memerlukan lampu dan penyejuk udara di siang hari.
  5. Eco material. Gunakan bahan-bahan lokal yang mudah ditemui, nggak perlu lah mendatangkan keramik dari Italia segala.
  6. Smart design. Sebisa mungkin, buatlah ruangan yang multifungsi.

Nah, gimana kalau kita beli rumahnya di perumahan yang sudah dibangun oleh developer? Belum tentu bisa dapat hunian yang "kita banget", kan? Apalagi hunian yang kita beli adalah apartemen, yang mana bisa dipastikan nggak akan dapat lahan hijau sebagai pekarangan.

"Ruang gerak manusia di masa depan makin sempit, maka mulailah mengatur ruang lebih efisien." - Rabani Kusuma Putra (Iron)

Jadi, gimana cara menyiasatinya supaya hunian kita tetap bisa mengusung eco and compact?

Tenang. Mas Iron bilang, kita tetap masih bisa pakai 2 aspek terakhir di atas tadi, kok. Nih penjelasannya, ya.
  1. Eco material. Perhatikan pengaturan layout furniture dan pemilihan material yang eco friendly (reusable, renewable, recycle). Contoh materialnya ini seperti bambu rotan, kan lokal banget, ya? Indonesia banget. Bisa banget, kok, rotan diaplikasiin ke furnitur di dalam apartemen.
  2. Smart design. Maksimalkan fungsi ruang, dan gunakan lebih sedikit energi dan bahan bangunan. Kalu bisa, sih, pilih furniture yang multifungsi. Jadi, ruang sempit pun tetap bisa lakukan banyak aktivitas di dalamnya. Juga supaya nggak terkesan berantakan dan terlalu banyak barang yang bisa bikin makin sempit.
Contoh studi kasus pada gambar di bawah ini adalah layout apartemen tipe studio di Prajawangsa City, dengan luas 3x5.9m. Mas Iron membuat layout baru, yang lebih efisien dan efektif. Hasilnya? Sebuah apartemen tipe studio sekecil ini bisa multifungsi, lho. Isinya bukan cuma sekadar kamar tidur aja, tapi ada ruang TV, dan ruang tamu! How come?



Itu gambar yang sebelah kiri ruang tamu, kan? Ada kursi tamu juga mejanya. Lalu lihat ke sebelah kanan. Ada kasur? Iya. Jadi, kasur ini bisa "disembunyikan" ke dinding jika sedang tidak digunakan. Kamar tidur, apa ruang tamu, apa ruang tv? You name it!

Dokumentasi Blogger Perempuan

Penggunaan material bahan lokal diterapkan juga di sini. Lihat lantainya pada gambar sebelah kanan yang ada garis-garis diagonal? Itu adalah concrete wood, material bangunan yang terbuat dari selulosa dan fiber semen. Bentuk dan teksturnya seperti kayu asli. Dan material ini ramah lingkungan.

Headboard-nya juga lokal punya, lho! Itu pakai bambu rotan sintetis. Plafonnya, dong. Pakai motif batik! Laaffff banget! Tuh kan, ngisi apartemen begini bisa nggak pakai yang mahal-mahal! 😉

Tips untuk apartemen studio atau hunian mungil lainnya, adalah gunakan warna yang se-tema. Gunanya, agar ruangan terlihat lebih luas. Dan beri sedikit sentuhan warna-warni untuk mempercantik ruangannya, agar terlihat lebih segar dan tidak monoton. Penempatan warna bisa pada cushion, atau karpet.

Jadi, siap kedatangan tamu atau nonton bareng di apartemen tipe studio? Hayuk! Kan, udah eco & compact!


Being Organized Eco & Compact Living dengan Rapi Rapi 



"Being organized leads you to happiness." - Bayu Fristanty

Suka bingung nyari kunci motor atau mobil? Perasaan baru aja masukin motor terus naruh kuncinya di meja makan, tapi kok pas mau dipakai malah nggak ketemu? Berapa lama waktu yang digunakan untuk mencari kunci motornya? Kadang suka nyeletuk, "Orang lagi butuh buru-buru malah nggak ketemu."

Atau, siapa yang suka nyimpen kertas kwitansi pembayaran uang SPP bulanan anak-anak? Nyimpennya di mana? Di laci, ya, biasanya. Lacinya, penuh sama kertas-kertas kwitansi lainnya. Yang iuran TPA di situ, iuran RT juga di situ, belum lagi lembaran-lembaran lainnya. Numpuk, ya? Jadi ada berapa laci yang dipakai untuk nyimpen kertas-kertas itu? Banyak! 😀

Ada, lho, caranya supaya semua barang tertata rapi pada tempatnya tanpa harus diberesin terus. Kalau kata Mbak Bayu Fristanty, kenali dulu kebiasaan kita menyimpan barang. Oh ya, Mbak Bayu ini, adalah founder Rapi Rapi. Pernah dengar istilah organizer? Yup, Mbak Bayu juga termasuk salah satu organizer. Lebih tepatnya lagi, professional organizer.

Mbak Bayu bisa datang ke rumah kita untuk membantu mengorganisir barang-barang di dalam rumah. Perlu digarisbawahi, Mbak Bayu bukan jasa bersih-bersih, tetapi partner untuk bersih-bersih. jadi, Mbak Bayu di sini kerjanya bukan untuk membersihkan rumah kita, tetapi membantu kita dengan mentransfer ilmunya kepada kita. Maka itu, kalau Mbak Bayu datang, biasanya akan meminta pemilik rumah untuk ikut serta dalam merapikan rumah, bukan asisten rumah tangganya.

Mbak Bayu sedang mendemokan langkah-langkah untuk memilah barang di rumah.

Mbak Bayu membeberkan beberapa tipsnya agar kita bisa memulai merapikan area di dalam rumah kita. Untuk lebih mudah mengingat langkah-langkahnya, beliau menyingkatnya menjadi RAPI. Apa aja RAPI itu?
  1. Review and Assess. Kenali kebiasaan kita sendiri, mana yang butuh dirapikan terlebih dahulu. Jangan dikerjakan semuanya dalam satu waktu, satu-satu aja dulu. Misal, ruang tidur. Tentukan mau yang mana dulu? Lemari dulu atau meja riasnya? Karena mengerjakan satu area aja membutuhkan waktu yang cukup lama.
  2. Act now! Group and sort. Setelah menentukan areanya, sekarang kumpulkan semua barang yang ada di dalam area tersebut. Mbak Bayu, sih, kasih contoh lemari pakaian. Tapi saya coba kasih permisalan pada meja rias aja, ya. Keluarkan semua make up dan perintilan yang ada di dalamnya. Kalau sudah dikumpulkan semua, biasanya barulah kelihatan ada apa aja. Mana tahu, ada kertas-kertas kwitansi yang nyelip di laci meja. Atau malah ketemu berlembar-lembar uang di dalam make up pouch? Siapkan 3-4 wadah untuk menempatkan barang-barang tadi. Pisahkan make up yang masih dipakai, yang sudah expired, dan yang jarang dipakai. Nah, yang jarang dipakai mau diapakan? Kalau masih bagus dan expired-nya masih lama, apa mau dijual?
  3. Place it! Setiap barang punya rumahnya masing-masing. Letakkan make up yang masih dipakai di atas meja, disusun di dalam wadah yang terbuka. Pisahkan yang buat mata, buat bibir, buat wajah, dan buat kuku. Jadi, kita bisa selalu mengontrol mana yang "keluar" dari rumahnya.
  4. I maintain. Bila sudah rapi, usahakan tetap konsisten menatanya. Kadang, sekali sudah rapi, keesokannya bisa berantakan lagi karena hal sepele seperti lupa menaruh lipstik di tempatnya. Sekali aja nggak konsisten, nanti akan keterusan dan mengakibatkan semua make up "keluar" dari rumahnya.


Saya coba menerapkan tips dari Mbak Bayu, yaitu RAPI tadi. Foto di atas adalah meja rias saya. Sejak pindahan sekitar bulan Juli lalu, masih begitu aja bentuknya (sebelah kiri), belum dirapihin sama sekali. Sampai akhirnya saya bertekad untuk ngerapihin kemarin pakai ilmunya Mbak Bayu. Voila! Meski rupa si meja emang jadul banget, tapi lumayan lah bisa rapih begini. Semoga bertahan lama ini bentuknya. 💕

Buat yang penasaran sama sampah yang ada di meja rias saya, segini banyaknya. Dan ada beberapa kosmetik yang lewat expired date-nya. 🙈


Prajawangsa City, Hunian Tepat Bagi Kaum Urban


Disain apartemen Prajawangsa City di Cijantung, Jakarta Timur

Dekade ini, daerah pinggiran kota Jakarta lebih banyak dilirik sebagai tempat tinggal. Selain akses yang semakin bagus dan baik menuju kota, harga lahannya pun semakin terjangkau. 

Adalah Prajawangsa City, superblok yang berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur. Kenapa disebut superblok, bukannya apartemen? Karena ternyata, bukan cuma apartemen aja yang akan dibangun di sini, tapi juga akan ada kolam renang, fountain plaza, beberapa taman yang tematik, dan fasilitas lainnya seperti fitness centre, spa, coffee shop, dan pusat perbelanjaan terlengkap & terbesar. Wuih! Dijamin, deh, weekend nggak bakalan kepengin ke mana-mana kalau tempatnya lengkap begini! Ya, nggak? Mau nge-mall? Bisa! Mau nge-gym? Bisa! Mau berenang? Bisa banget! Mau ngopi-ngopi cantik doang? Bisa juga!

Pengembang Prajawangsa City ini, adalah Synthesis Development yang juga membangun Kalibata City, Bassura City. Pasti pada penasaran kan kenapa namanya Prajawangsa City, bukannya Cijantung City? Sementara Kalibata City dan Bassura CIty itu dibuat namanya berdasarkan lokasinya.

Jadi, Prajawangsa ini adalah sosok pahlawan pada zaman Hindia Belanda yang bermukim di kawasan Cijantung dan berperang melawan penjajah.
"Prajawangsa sendiri adalah simbol dari dua nilai yang menjadi nadi Synthesis; renjana (passion) dan kepercayaan (trust)."
Hmm ternyata itu alasannya kenapa namanya Prajawangsa, dan bukannya CIjantung. Filosofinya keren. Semoga Prajawangsa City ini benar-benar menjadi superblok yang aman, sukses, dan dapat dipercaya. Aamiin.

Salah satu contoh interior design di unit apartemen Prajawangsa City.

Ini merupakan event blogger pertama yang bisa saya hadiri, karena keluarga diperbolehkan ikut datang juga. Wah, alhamdulillaah banget, deh, pokoknya bisa dateng ke acara ini. Ilmu dan wawasannya dapet, kopdar sama blogger yang belum saya kenal juga dapet, plus bayi saya juga tetap bisa ng-ASI selama acara berlangsung. Kalau ada acara yang bisa bawa bayi lagi seperti ini, saya insyaAllah pasti daftar!

Saya yang paling ujung, mangku bayi sendiri. Sambil menyusui. 👶


10 comments :

  1. Wah,boleh juga tipsnya...
    Sekarang lagi musim recycle buat bangun rumah ya mbk

    ReplyDelete
  2. Yay udah dicoba yaaa.... Aku pun hahahahah hasilnya buanyaaaakkkk sampahnya...

    ReplyDelete
  3. rapih itu ternyata juga ada strateginya yaa :D

    ReplyDelete
  4. Konsep rumahnya apik banget..bikin betak sang pemiliknya kalo punya rumah berkonsep eco compack living..

    ReplyDelete
  5. Jadi rapi yaaaaa, sebetulnya RAPI itu atas dasar kemauan yaak. Aku naksir lampu ungunya Mbaak

    ReplyDelete
  6. Suka design interiornya, sepertinya lebih keren dari Kalibata City ya :)

    ReplyDelete
  7. Bagus apartemennya yaaa...dan eco living memang solusi pas buat kita yang tinggal di Jakarta dan kota besar..

    ReplyDelete
  8. Soal rapi2 ini bener banget lah, biasanya hanya bertahan beberapa hari lagi trus udah kacau balau semua tempatnya, keluar dari rumah. Harus belajar disiplin dan konsisten nih!

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^