This 5-Years-Ago Memory

2.28.2017

Shaki yg baru genap 12 bulan dan I'am yang masih 2 tahun 4 bulan.

First time naik pesawat sama dua batita (juga suami), dengan total perjalanan selama hampir 24 jam. Soalnya pakai transit lama juga itu. 


Pertama kali punya boots juga. Baru beli karena katanya masih winter, lalu demi menjaga kestabilan bagasi, akhirnya yang berat yang mengalah. Pakai boots dari Jakarta! Hvft.

Pertama kali pindah jauh. Ikut suami ke negeri orang demi mencari maisyah yang halal dan barokah. Jangan tanya usia saya saat itu! Masih ... 25 tahun dengan wajah polos tanpa make up sedikit pun (HAHAHA). Dan tentunya saat itu masih kisaran 50-an (you know what i mean).

Sampai detik ini, saya sendiri masih amazed sama diri saya di masa lampau. Berani mengambil keputusan untuk ikut suami ke negara yang pada waktu itu kita tahu hanya perang saja isinya. Blog nggak ada yang nulis, minim info. Hanya berbekal teman suami yang sedang bekerja di sana dan menyatakan bahwa di sana aman-aman saja. 

Saya, pada waktu itu, nggak banyak worries. Malah woles. Yang worries justru orang tua saya. Maklum, saya kan anak pertama dan perempuan pula. Yang saya pikirkan waktu itu cuma satu, saya tenang jika ada suami bersama saya. Jadi, mau ke mana pun suami pergi, saya harus ikut. Sudah cukup LDM selama 4 bulan ketika suami sedang masa probation sebelum akhirnya dibolehkan bawa keluarga. Prinsip saya, "rumah tangga itu dibangun bersama, di bawah atap yang sama".

Alhamdulillah, 4.5 tahun saya dan anak-anak punya kenangan indah di sana. Malah, ditambahi dengan amanah baru ketika menjelang pindah ke Indonesia.

Semoga prinsip itu masih berlaku sampai kapan pun. Selamanya. :)

Putri Salju-nya kami sekeluarga, Amanda. :)

1 comment :

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^