Istri Muda untuk Sang Suami

8.29.2017

Disclaimer: Tulisan ini pernah dimuat di website Peran Perempuan. Silakan dibaca di sini.

Credit to Pixabay

"Yang, nih temen gue janda. Anaknya tiga. Lo mau, nggak?"

"Hah seriusan?"

"Kalo mau entar gue tanyain, mau nggak dia dimadu?"

"Siaap!"

Kira-kira begitulah percakapan antara suami-istri, yang mana saya kenal sekali dengan istrinya ini. Setelah bertahun-tahun nggak ketemu, begitu bersua dapet kabar kalau dia lagi ngurus pernikahan suaminya. And I was like ... WHAT??!

FYI, beristri dua atau tiga atau empat itu adalah sunnah. Sunnah yang memang sudah ada qadar-nya. Pada cerita teman saya ini, saya tahu, kehidupan mereka bukan yg bisa dikatakan mewah, mereka juga bukan kalangan atas. Suaminya bukan pejabat, bukan pula pekerja kantoran yang mendapatkan gaji tetap setiap bulannya. Dan saya salut, suaminya menyanggupi adil untuk menikah lagi.

Gimana ceritanya sih kok teman saya ini mau-maunya nyariin madu? Di mana-mana juga, yang namanya perempuan itu kan OGAH dimadu. Maka yang sering terjadi adalah suami menikah diam-diam. Tapi pada akhirnya bau busuk itu tercium juga. Malah makin merusak suasana. Tapi teman saya yang satu ini memang antimainstream.

"Awalnya gue gak tau kalau dia udah janda. Tapi kok dilihat-lihat nggak pernah ada suaminya? Ternyata dia udah cerai lama. Gue nggak tega lihatnya. Anaknya tiga masih kecil-kecil. Gue tawarin ke laki gue aja! Lah dia mau! Hahaha!"

Santai banget ya ceritainnya? Saya aja sampai heran mendengar ceritanya. Sambil sedikit-sedikir dibumbui tawanya yang nyaring. Saya? Ikut tertawa juga, tapi sambil mikir, "Nih orang kok nawarin istri muda kayak nawarin mau beli bakso apa enggak?"

Gayung bersambut. Pihak keluarga calon istri muda setuju dan sama sekali nggak mempermasalahkan pekerjaan suaminya. Jadi mereka menikah dimulai dari 0 lagi semuanya. Semuanya. Dengan dua istri.

Gimana dengan anak-anak teman saya dan istri mudanya itu? Akrab! Anak-anak dari istri madunya, memang sudah kehilangan figur seorang Ayah. Jadi begitu tahu ibunya akan menikah lagi, mereka senang bukan kepalang!

Anaknya teman saya, gimana? Teman saya kasih pertanyaan begini pada anaknya, "Nak, kamu senang nggak kalau Bundanya ada dua? Kalau Tante xxx jadi Bunda kamu, suka nggak?" Di luar dugaan, anaknya menjawab dengan bahagia.

Kabarnya, mereka tinggal serumah setelah menikah. Dan kalau kalian lihat wajah mereka, layak dibilang kakak beradik, karena suaminya ini memang lebih muda daripada istri-istrinya. Mohon maaf, karena untuk menjaga kenyamanan, saya nggak berhak mengunggah foto wajah mereka.

Oh ya, ada sedikit ralat. Saat ini mereka sudah ngak serumah lagi. Sudah pisah rumah, tapi masih tetanggaan. Ternyata waktu serumah itu karena belum dapat kontrakan lagi aja yang dekat dengan rumah mereka.

Jadi, kalau kalian para lelaki berniat mencari istri muda, jangan tunggu kaya. Cobalah dari 0 seperti teman saya ini. Berjuang bersama-sama. Berani? Saya, sih, enggak. 😜

12 comments :

  1. Hmm.. kalau saya terus terang gak berani :D :D
    Syukurlah kalau semua bisa menerima, bisa akrab, dan saling support :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, alhamdulillaah mereka semua rukun dan kompak. :))

      Delete
  2. Mantan suami masih membayangi saja aku uda panas mba tak sanggup apalagi harus memilih dan menyodorkan sungguh aku pencemburu berat hehehe :p
    ini kejadian warbiyasah speechless deh pokoknya salut sama mereka utamana istri pertamanya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin 1000:1 kali ya perempuan kayak istri pertamanya itu? Aku sendiri masih salut banget kalau ketemu.

      Delete
  3. Waaah, hebat bener temenmu itu mbak.
    Aku mah bayanginnya aja kok udah syerem duluan yah...
    *aku lemah*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi nggak usah dibayangin, Mak. Aku ajah tak shanggup :D

      Delete
  4. Hi Isti, apa kabar? Lagi rame ya ternyata bahasan poligami. Baik istri maupun suami sama-sama hebat sih kalau menurut gw. Istrinya berangkat dari niat yang baik (namun gak masuk logika kebanyakan perempuan) dan ikhlas bahwa sekalipun dia suami tapi bukan miliknya (tapi milik Allah), dan suami berani bertanggung jawab dan berusaha untuk adil (walaupun adil itu sangat sulit dan segalanya harus dipertanggungjawabkan nantinya).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, Ican! Alhamdulillaah kabarku baik. Iya kemarin lagi ramai bahas poligami, jadi aku keingetan temenku dan pengin ngasih tau kalau "ada lho, istri yg nawarin buat suaminya, bahkan mereka bukan dari kalangan ulama2 kayak di tipi". Istri kedua juga sama hebatnya. Siapa sih yang mau dimadu, sama lelaki beristri yang bukan pekerja kantoran dan nggak punya gaji tetap bulanannya? Kalau dia menikah bukan karena Allah, bukan karena untuk menjaga keimanannya, kayaknya sih sulit ya. Karena kebanyakan prempuan mau dimadu kan karena pria itu udah SUKSES. Menarik memang. :)

      Delete
  5. Seandainya istriku nawarin gitu yak? #Eh
    Ribet sih menurutku dari sisi laki2. Istri 1 Anak 1 aja ribet, apalagi istri 2 n anak 3 yg bukan anak sendiri. Hahahah

    ReplyDelete
  6. Yang bikin keren karena poligami bukan semata-mata nafsu, tapi niat membantu. Duh semoga berkah ya keluarganya.. dicukupkan segala rezekinya. Salam buat temen Mbak Isti 😊

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^