Kuliner Kurdi: It's All About Lamb

9.20.2012


Oke, cara lain menikmati tempat tinggal baru (bagi saya) adalah dengan mencicipi makanan khasnya. Yup, mari kita berwisata kuliner.Karena letaknya si Suly, Irak, ini berdekatan dengan Turki, jadi *mungkin* makanannya ga jauh beda sama makanan Turki, dan negara-negara Timur Tengah lainnya.
Rasa-rasanya tidak ada yang berbeda dengan aneka macam makanan di sini, karena semua bahan utamanya adalah daging kambing. Yeak, bagi yang ga suka kambing, ga usah jajan deh. Saya sendiri karena penasaran dengan makanannya (walaupun udah tau ada kambingnya), tetep beli, soalnya pengan tau aja gitu apa sih rasanya?
Kebab
Jangan bayangin kebab di sini sama kayak Kebab Baba Rafi di Indonesia yah, juauuuuuhh beda. Ya bentuknya, ya rasanya, ya apalagi penjualnya hehehe. Ini yang pertama kali saya coba, tapi ga makan di tempat, soalnya tahu sendiri lah ya kalo bawa anak-anak tuh riweuh jadi mendingan dibungkus aja deh.
Semoga gambarnya jelas ya. Mari saya perkenalkan satu-persatu :) Dari piring pertama sebelah kiri, itu ada Chicken Tekka (warnanya hampir sama dengan alas rotinya). Udah pasti ya, itu ayam, daging ayam yang dipotong kecil-kecil, ditusuk terus dibakar. Lalu di sebelahnya ada Lamb Tekka, daging kambing potong yang ditusuk lalu dibakar. Dan di sebelahnya lagi ada Kebab. Nah, ini baru namanya kebab di sini. Kebab itu semacam daging kambing cincang yang ditusuk lalu dibakar (kayak sate buntel gitu), tapi pas disediain tusuk-tusukannya dicabut. Kalo yang merah-merah itu tomat bakar. Hmmm padahal saya kurang suka sama tomat, tapi gara-gara dibakar ini jadi doyan!
Piring kedua, itu namanya nan (roti). Kata suami saya, kalau makan di tempatnya, nan-nya ini gratis, boleh ngambil/nambah berapa aja. Karena kita bawa pulang, dapetnya kurang lebih 4 lembar nan.
Piring bawah itu isinya salad. Saladnya simple banget, cuma buah zaitun aja sama bawan bombay. Ga oake siram-siraman saus apaan gitu. Cuma si zaitunnya ini udah ada rasanya, ya asinan gitu, rasanya asyeemm dan saya ga suka. Kalau yang ijo-ijonya itu cabe ijo, ya. Di sini kan ga ada cabe merah, apalagi rawit. Cabe ionya pun ga pedes. Ya kalo mau ada pedes2nya tambahin sendiri deh pake sambel ABC bawaan dari Indo, hehehe.
Pertanyaannya, gimana cara makannya? Oke, jadi si nan-nya kita sobek secukupnya ya, terus ambil sepotong Chicken Tekka dan/ atau Lamb Tekka dan/ atau Kebab tadi, terserah deh mau ambil yang mana aja, taro di sobekan nan tadi. Boleh pake tomat bakarnya juga. Kalau saya ambilnya Chicken Tekka, Kebab, sama tomat bakar.
Udah ditaro semua, digulung2 deh nan-nya. Terus, siap dilahaaaap! Sedikit menggunakan effort untuk memakan menu ini, ya. Ga kayak kebab Baba Rafi yang udah selesai dipesan bisa langsung dilahap.
Setiap kita dateng ke tempat ini, biasanya langsung dikasih minum air mineral botol, sesuai jumlah orang yang dateng. Waktu itu saya ke sana sama suami dan anak-anak, jadi dapet 4 botol, dan dingin semua. Kata suami saya (lagi), kalo makan di tempatnya kita dapet minum teh gratis. Biasanya suami saya suka makan siang di situ karena dekat dengan kantornya, bareng temen-temen Indo lainnya. Pas baru dateng, dikasih air mineral sama saladnya, baru menyusul menu yang dipesan. Menjelang selesai makan, biasanya mereka baru minta tehnya. Enak banget ya, gratis :D
Kalo masih kurang jelas, itu yang di piring bawah dan paling bawah namanya kebab, atsnya chicken tekka
Shawarma
Cukup unik, ya, namanya. Shawarma ini sandwichnya orang Irak. Isinya daging (lamb, of course), asinan mentimun, bawang bombay, dan tomat. Yang beda apa sama sandwich pada umumnya? Ukurannya. It's a big size!
Ini shawarma dipegang sama tangan saya sendiri. Guede buanget kan yah?
Itu penampakan shawarma yang saya pegang, sebagai perbandingan dengan tangan saya. Kalau laper banget, makan 1 porsi shawarma rasanya cukup, malah berlebih. Nah, isiannya ini bisa diganti ternyata dengan chicken. Jadi setiap saya beli shawarma, isiannya ga pernah pake daging kambing lagi. Bau, bok!
Sebagai perkenalan, kebab dan shawarma cukup mewakili Kurdistan. Selebihnya, ada pizza dan burger yang topping dan isiannya daging kambing juga. Eneg deh kambing dimana-mana. Tapi anehnya, kenapa daging di sini terbilang mahal, padahal menu utama mereka daging dan daging. Fyi, 1kg daging sapi di sini 17rb Dinar Iraq, itu sekitar 119rb rupiah, sodara-sodara.
Selamat makaaan :)

1 comment :

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^