(Gagal) Jalan-Jalan di Dubai

12.16.2012

Habis sudah jalan-jalannya di kampung halamaaan... Sekarang mari kita cerita-cerita pengalaman terbang (lagi) dari Jakarta- Dubai dan transit di Dubainya. Ada yang berbeda kali ini, karena ketika transit kemarin saya sekeluarga mampir di hotel luar bandara. Yiihaa.. Kesampaian juga deh jalan-jalan ke luar bandara Dubai! Lagipula, saya udah pernah janji di postingan yang lalu-lalu, kalau saya sempat keluar bandara, which is harus mengajukan visa transit di bandara, saya mau cerita di sini.


Keluar bandara bukan tujuan utama kami selama transit di Dubai, sebenarnya. Tapi mau tidak mau, pada waktu itu, kami harus keluar. Alasan utama adalah karena hotel di dalam bandaranya sendiri sudah penuh, dan hanya itu satu-satunya hotel yang ada.

Pertama masuk ke bandaranya, kami langsung mencari hotel. Niatnya sih mau mencari hotel, tapi apa daya sebelum bertemu si hotel kami harus melewati tempat belanja yang ada mainannya. Yah, bisa ditebak. Anak-anak ribut minta berhenti dan mampir di situ. Setelah selesai membujuk-bujuk, akhirnya kami bisa ke hotel. Tapi sayangnya, kata resepsionisnya kamar sudah penuh semua. Yah, mau tidak mau kami harus keluar bandara supaya bisa dapat hotel.

Akhirnya kami turun, lalu mencari tempat makan. Dimana lagi kalau bukan McD? Satu-satunya yang rasanya udah bisa ditebak dan diterima perut kami. Setelah makan, kami mau menuju layanan informasi untuk mengajukan visa transit karena kami harus mendapatkan kamar hotel secepatnya. Tapi kami melewati hotel tadi lagi, akhirnya kami putuskan untuk menanyakan kembali dengan lobby yagn berbeda. Alhamdulillah, ada 1 kamar kosong katanya. Daaaan, cost-nya US $80 perjam, which is 2x lipat dari perkiraan karena kami akan memakai selama 6 jam dan kamarnya yang tersisa hanya yang deluxe. Alamaaak!

Kali ini benar-benar kami harus mengunjungi layanan visa supaya bisa secepatnya diurus. Kenapa kami ngotot harus dapat hotel? Karena bawa anak-anak. Kalau saja tidak baw anak-anak, mungkin saya dan suami tidak perlu bersusah-payah mencari kamar kosong. Bandara di Dubai sangat luas, dan mereka menyediakan ruang tunggu yang besar dengan kursi yang cukup nyaman karena bisa tiduran juga. Mereka juga menyediakan kamar mandi (shower) untuk yang ingin mandi. Jadi, jika kita bepergian tidak dengan anak-anak dan harus transit berjam-jam di sana, tidak masalah.

Dan perjuangan menuju layanan visa masih panjang. Kami harus menyeberang gate dan turun dengan eskalator agar bisa mencapai elevator besar. Ada 3 buah elevator yang berjajar dan masing-masing elevator berpintu 2. Mereka dan benar-benar besar, dan mereka otomatis. Tiba terbuka sendiri pintunya, dan ada tulisan di atasnya yang berganti-ganti jika pintu akan membuka atau menutup ketika mau naik/turun.

Ini salah satu elevatornya yang sedang terbuka, berpintu dua karena ruangannya besar

Tidak perlu khawatir terlambat masuk elevator otomatis, karena masih ada lagi sebelahnya

Suami sedang mengantre pengajuan visa

Untuk biaya visa transitnya sendiri, awalnya kami dikenakan sebesar US $500-600, namun sayang uang dollarnya tidak cukup. Aneh ya, udah tau mau jalan tapi ga nyiapin uang dollar. Saya sempat marah sama suami gara-gara ini, lho, hehehe. Akhirnya bisa dinego-nego dan dicarikan hotel yang lebih murah, kami membayar US $492 untuk empat orang dengan hotel bintang 3. Ahamdulillaah akhirnya dapat juga hotelnya, meski kami sudah menghabiskan waktu beberapa lama di dalam bandara untuk keliling-keliling. Takapalah membayar sedikit mahal, bahkan hampir sama dengan biaya  kamar hotel di dalam bandara yang ditawarkan tadi, toh kami mendapatkan visa jadi bisa jalan-jalan di luar.

Shaki dan I'am (sedikit) anteng menunggu papanya ngantre :)

Setelah menunggu suami cukup lama mengantre, giliran saya membawa Shaki ke toilet karena tiba-tiba saja tercium aroma taksedap dari b*k*ngnya :D Selesai semuanya, kami harus keluar dari bandara. Kedengarannya simpel ya, tapi itu bandara Dubai subhanalloh gede banget-nget-nget. Mau keluar aja perjalanannya panjang sekali. Sampai-sampai anak-anak pada ketiduran; I'am ketiduran di stroller, Shaki ketiduran di gendongan saya :) Ini saya kasih link map bandara Dubainya, di sini. Kalau mau lebih jelas lagi liat-liat aja sendiri ya imagenya di mbah gugel, hehe.. Buanyak banget, bagus-bagus, dan hanya ada beberapa foto aja yang saya kenal tempat apa, salah satunya yang ini.

Tempat pengambilan bagasi. Saya tidak tahu pasti gambar di atas ini berada di terminal berapa, yang jelas saya juga melewati tempat persis seperti ini ketika keluar menuju tempat travel. Fotonya diambil dari sini.

Nah, setelah melewati tempat bagasi seperti di atas, saya baru teringat bahwa kami tidak memegang uang dollar ataupun dirham sama sekali. Kami berhenti di atm terdekat, dan kami bingung karena bahasanya English, biasa pake atm bahasa Indonesia nih, jadi kebingungan waktu mau nuker uang dollar ke dirhamnya. Dilihat-lihat, ada piilhan pake bahasa Melayu. Waktu dicoba, tambah bingung lagi ternyata! Hahahaha... Akhirnya kami ga jadi ambil uang di atm itu. Beruntung, ada atm lain dan alhamdulillaah kami bisa menukar uang. Karena tidak tahu biaya jajan di Dubai, jadi kami memutuskan mengambil uang sekitar 500 dirham. Lalu saya kuatir kurang, kami masih mau jalan-jalan lagi nanti, jadi saya kira uangnya kurang. Suami saya pun setuju, kami ambil 500 dirham lagi. Lega sudah, bisa jalan-jalan deh nanti ^__^

Sebelum keluar, kami menghampiri tempat travel yang telah ditunjuk dari pengajuan visa tadi. Saya tidak punya bayangan akan seperti apa hotelnya nanti, hanya mau cepat sampai saja, ingin istirahat. Kami harus menunggu kurang lebih 30 menit untuk dijemput. Alhamdulillaah masih dapat wifi, jadi saya tidak terlalu bosan dan bisa browsing-browsing sementara I'am meminta difoto dekat gambar mobil, hihihi. Tumben-tumbenan minta difoto, nih.


Jemputan datang, kami dan rombongan lainnya menghamipiri mobil. Kalau dilihat dari tulisan yang ada di badan mobilnya sih sepertinya nama hotel yang akan kami singgahi nanti Admiral Plaza Hotel. Sepanjang perjalanan kami nikmati, dari keluar bandara, melewati kota Dubai yang indah, sampai akhirnya masuk ke jalanan kecil yang hanya muat untuk 2-3 mobil tapi mepet. Alamak, hotelnya dimana pula ini? Jauh kali, Bah! Hahahha keluar deh Bataknya. Tapi emang beneran rada jauh dari bandara.

Eh, di jalan ketemu bis gandeng! Kirain cuma TransJakarta aja yang punya, hehehe

Saya tidak sempat memfoto hotelnya karena buru-buru ingin sampai di kasur. Suami saya langsung check-in, minta password wifi, lalu menuju kamar. Alhamdulillah dapat kamar yang tempat tidurnya double, gapapalah. Eh di depan tempat tidur ternyata ada ruangan tidur lagi dengan tempat tidur single yang besar. Kami langsung bingung, banyak sekali kasurnya. Hihihi, bisa pakai satu-satu, nih, anak-anak, sementara saya dan suami tidur di kasur besar. Tapi sayangnya, si bulan sedang datang

Ini fotonya saya comot dari sini hehehe ^__^

I'am langsung tertidur begitu masuk kamar :)

Nah, seperti ini kamar yang kami dapat. Fotonya juga saya boleh nyomot dari sini

Niatnya ya keluar bandara tuh pengen jalan-jalan sekalian. Namanya udah di negeri orang, udah kadung, masa iya ga nyicip toko-toko atau restonya? :p Tapi yah apa daya kami, anak-anak tertidur pulas. I'am kalo tidur siang itu 3 jam, sementara tadi kami check-in hotel sekitar jam setengah 11-an dan baru masuk kamar jam 11-an. Mobil menjemput kembali untuk mengantar ke bandara sekitar jam setengah 3-an. Akhirnya kami hanya menghabiskan waktu di kamar saja. Makan siang pun di hotel, pesan sepiring nasi goreng diantar ke kamar dan kami hanya mengeluarkan uang sebesar 20 Dirham saja dari jumlah 1000 Dirham yang kami punya :D

Sambil nunggu yang lain check-out hotel, mejeng dulu aaah.. Si I'am, ampyuun deh gayanya :D

6 comments :

  1. salam kenal saya juga tinggal di dubai..

    salam IIDN :D salam blogger :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal mba hana :)
      wah saya mah ga tinggal di dubai, mba.. hihih.. tp kayaknya enak ya di dubai? ruameee...
      salam IIDN juga, dan salam blogger :) hehe

      Delete
  2. ass, mba mohon infonya dunk itu dari airport dubai ke hotel naik bus apa ya?


    thanks
    neng

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walkmslm, Neng!
      Itu busnya fasilitas dari travel agent-nya. Jadi kalau kita pakai visa transit itu udah termasuk sama biaya travel agent (dan hotel). Semoga membantu, ya! ^_^

      Delete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^