Oleh-oleh dari Kampung Halaman ^_^

12.16.2012

Yah, setelah kurang lebih 21 hari berlibur ke kampung halaman, memang rasanya kurang puas yah. Apalagi 21 harinya itu dipotong perjalanan panjang selama di pesawat dan transit. Ihik ihik. Sebelum pulang, list sudah diingat-ingat dan dibawa-bawa terus, mau ngapain aja dan kemana aja selama pulang kemarin.


Waktu pulang ke Indonesia kemarin, kami berangkat dari rumah sekitar pukul 7 malam menuju bandara Suly. Ada yang beda dari bandara ini, yang semestinya jika kita masuk bandara tidak ada pemeriksaan apa-apa, dan barang bawaan hanya discan di setiap pintu masuknya saja, di Suly beda. Sebelum masuk bandaranya, kami dibawa ke tempat pemeriksaan yang tempatnya cukup jauh dari bandara. Untungnya, supir kami mau menunggu untuk mengantar sampai ke bandara. Mungkin karena melihat barang bawaan kami yg heboh dan membawa dua anak balita menambah kehebohan kami.

Sebelum berangkat hingga di tempat pemeriksaan, saya dan suami selalu berdoa supaya barang bawaan kami tidak ada yg dibongkar. Konon, jika petugas menemukan barang2 yagn mencurigakan, koper harus dibuka dan dibongkar. Jika beruntung, selamatlah isi-sisi kopernya,. Jika tidak, kemungkinan yang mencurigakan itu harus diambil oleh petugas, dan meninggalkan isi koper yang berantakan. Fiuh... Dan, tettereeeet... Salah satu koper kami harus terpaksa dibongkar. Syukurlah bukan saya yang memegang kuncinya, bisa-bisa habis waktu untuk mencari dimana letaknya (suka lupa). Ternyata, yang mencurigakan bagi mereka adalah coklat! Ya, saya membawa oleh-oleh banyak memang, salah satunya coklat yang kemasannya plastik seperti mainan. Mungkin mereka mengira itu barang berbahaya ketika discan. Anyway, koper jadi berantakan dan ketika dibuka di Indonesia, isinya banyak yang tercampur :(

Selama perjalanan dalam pesawat waktu terasa begitu melambat. Di Emirates, saya mendapati teman sebelah saya orang Indonesia yang menikah dengan pria Belanda dan ia baru bisa pulang setelah 2 tahun tinggal di Belanda. Cukup mengagetkan bagi saya (norak sih sebenernya), di pesawat tersebut, sebagian besar wanita Indonesia yang menikah dengan pria bule. Wuah, ternyata banyak ya...

Unfortunately, Shaki rewel sepanjang perjalanan di pesawat. Susah tidur, hanya mau nempel sambil nyusu, itu pun kebanyakan cuma mentil aja. Mungkin karena demamnya yang bikin dia ga enak badan. Sementara saya, perasaan ini sudah tipissss si b*k*ng duduk hampir 8 jam.

Anyway, selama di Indonesia, tidak semua to do list kami kerjakan. Namun saya tetap puas karena sudah bertemu dengan teman-teman semasa kuliah, dan semasa ngekost dulu, meskipun jalan-jalan ke Bandungnya dicancel. Sebenernya lumayan lama juga saya mosting tulisan ini, karena pulang dari Indonesia kemarin awal2 November. Tapi ya sudahlah, kepengen banget masukin poto2 sama temen-temen sih, hihihi...

Hari kedua di Jakarta, langsung janjian sama temen-temen ngekost dulu, PPM. Janjian di Eat N Eat, Kota Kasablanka. Senangnyaa... Walaupun bawa anak-anak, tetep bisa ketawa-ketiwi sama temen-temen juga :)

Ki-ka: Suami saya, Amet, Adit a.k.a Bangton, Rina a.k.a Rindul, Saya dan Shakira, Kurniawati a.k.a Menci, Fitri a.k.a Cupit. Yang motoin ini adik saya :)

Foto bersama mertua

 Pantai Indrayanti, Jogja


Bareng temen-temen kuliah. Saya, Deena, Mpit, Metha MEVA ^__^

Janjian dadakan karena batal ke Bandung. Ketemuan di PIM 1 sama temen deket jaman ngekos sampe sekarang: Rina a.k.a Dorry dan Dania a.k.a Dundun. *ga janjian pake ungu2 loh kita :p

Ini dia oleh-oleh yang utama: wadah pengukus, cetakan cupcake/muffin, dan wajan aluminium! Hahahaha...

Masih ada beberapa foto lagi yang sama orangtua dan temen-temen kampus, tapi sepertinya belum masuk leptop deh. Ya sudah, nanti menyusul.

No comments :

Post a Comment

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^