Menunggumu

3.11.2013


Di bangku itu, aku selalu menunggumu. Bangku yang sama ketika kita duduk mematri janji di hati. Bangku yang sama ketika kita bercengkerama menanti senja setiap hari.


Mungkin kau masih ingat dengan pohon yang menaungi kita saat itu. Pohon yang juga sama, namun sekarang sudah semakin besar, seiring dengan bertambahnya usia senja saat ini. Pohon itu semakin rindang. Tapi coba kau pandangi kembali; ia sama muramnya dengan hatiku saat ini. Helai demi helai dedaunan terbang terbawa angin. Begitu juga dengan kepingan hatiku, ikut terbang terbawa senja setiap hari.

Dan aku masih tetap menunggumu, sejak 20 tahun yang lalu.

***

Cerita ini diikutsertakan dalam Lampu Bohlam

23 comments :

  1. so sweet mbak.

    eh ini juga bisa diikutkan di sini http://catastrovaprima.wordpress.com/2013/03/11/1-prompt/

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasii mbak La :)
      aku udah ijin sma mba Prima tapi belom direspon e?

      Delete
  2. wow nungguin sampai 1/5 abad? hiks....kasihan....btw, oke mak siip...gambarnya juga oke...#eh...:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehheh makasi udah mampir, mak Nunung :*

      Delete
  3. ceritanya singkat, padat, dan mak jleb..itu nunggu 20thn gak kelamaan ya? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. bagi orang yang terlalu dalam cintanya, menunggu itu hal yang paling indah. tak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan selama menunggu. ia tetap menunggu :)

      Delete
  4. penantian yang begitu lamaaaa. 20 tahun rek..

    salam kenal mbak Isti

    ReplyDelete
    Replies
    1. lama sekali, mas. sampai tua itu.. hihihi

      salam kenal juga, mas :)

      Delete
  5. 20 tahun? woww, 20 bulan aja rasanya luama banget^^. ini manis, tapi biruuuu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak, aku nungguin suamiku 4 bulan belum pulang2 aja rasanya kayak 4 abad *lebay* hahahha
      baru nyadar, biru ya sebutannya? :D

      Delete
    2. saya juga gak terlalu yakin, itu kan ikut2 istilahnya kampungfiksi, blue theme ituh :D

      Delete
  6. setia banget ya...
    salam kenal ya mbak...:)

    ReplyDelete
  7. Replies
    1. pernah nonton film yang nyeritain tentang penyakit kolera? aku lupa judulnya. si cowok nungguin ceweknya sampai tua, dia rela ga nikah sementara ceweknya udah nikah dan punya anak sampai akhirnya jadi janda. wow!

      Delete
    2. eish, saya koq keingetnya kalo gitu itu koq bebi romeo ya? *inpotainment banget :D

      Delete
  8. indah sekali makna dibalik kata2 nya itu mbak, menunggu hingga senja esok, esok dan esok, hehehhee

    ReplyDelete
  9. aku ingat film yang kolera, kalo gak salah judulnya Love in the time of cholera. Kisah perjalanan cinta Don Juan yang cinta banget sama satu wanita. Pernah sih dia gonta-ganti cewek tapi hati dan cintanya tetap menunggu seorang wanita

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah! itu dia filmnya! iya, dia emang gonta-ganti cewek untuk memuaskan nafsunya. tapi dia ga pernah mencintai sepenuh hati.

      Delete
  10. pohon, menunggu ealah mak isti kurang lama 20 tahunnya, hehehe apik mba

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^