PromptChallenge #7: Kartu Pos Merah Hati

3.25.2013

FF ini dibuat untuk meneruskan cerita dari video ini.
---


Kuberanikan diri mengirimi kartu pos untuknya, meski logikaku menolaknya. Ah, tak apalah. Hanya sebuah kartu pos, pikirku.

Kulihat ia ada di dalam kantor pos. Ah, begitu indah dipandang kedua mataku. Tapi aku berusaha untuk jaim. Dua petugas wanita di hadapanku membuatku sedikit keki

"Selamat Pagi. Wah, kartu pos? Cantik sekali, merah hati," ujar wanita yang melayaniku. "Pasti wanita yang dikirimi kartu pos ini senang sekali," sambungya.

Aku tak berkata apa-apa padanya, senyum pun tidak. Aku hanya malu jika tertangkap oleh mereka kalau aku sedang jatuh cinta. Selesai membayar, aku langsung pulang tanpa mengucapkan terima kasih padanya.

Aku berharap kartu posku sampai tepat waktu. Aku hanya ingin ia tahu bahwa aku peduli dan mencintainya. Aku keluar kantor pos dengan membisu.

*

Ia keluar kantor pos dengan membisu. 

"Mas, jadwal kamu lagi yang anter, ya?" tanya salah satu petugas wanita.

"Iya, Mbak," aku menjawab sambil mengangguk.

"Surat yang kemarin, inget nggak siapa yang nerima?" tanya wanita yang satunya.

Aku hanya tersenyum lalu menggeleng.

Kali ini aku akan mengantarkan suratnya lagi. Oh, kemarin surat, sekarang kartu pos. Entah apa maksudnya orang itu mengirimkan sesuatu tanpa nama tujuan. Ia hanya menuliskan alamatnya saja.

Alamatnya di sebuah pemukiman rumah susun. Aku kenal sekali daerahnya. Dan ia mengirimi ke alamat yang sama lagi. Rusun Loka 8A. Lantai 8 nomor pintu A.

Aku sudah sampai di alamat kartu pos tersebut. Tepat di depan pintu yang bertuliskan 8A. Aku mengetuk tiga kali. Tak ada jawaban. Aku menertawai kebodohanku.

Kuletakkan kartu pos di celah pintu bagian bawah. Penasaran, kubaca isinya.

"Matamu, rambutmu, senyummu, dan seragammu... 
Indah sekali."

Aku tersipu malu. Ah, andai saja ia tahu aku juga peduli dan mencintainya. Kemudian kucium kartu pos merah hati itu dan kusimpan dalam saku baju.

***

Words: 283/500

41 comments :

  1. Replies
    1. Io, joz aka dwi ningsih aka kk kedua -_-

      Delete
  2. huwa, ini jadinya aku ngerti isi videoanya he2, makluk mak, koneksinya putus2. hmmm...manis ceritanya...

    ReplyDelete
  3. seragammu hahaha... jd inget mas2 kantor pos ckck

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhahah yang sering belanja online bakalan terngiang2 video ini nih :D

      Delete
  4. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  5. blom nonton videonya. hehehehehehehe ini mah jeruk makan jeruk, tapi pilihan kata yang dipake entah di telinga (ato di mata ya?) romantis abis :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pilihan kata yang di kartu posnya, ya? Itu aku cuma nerjemahin aja, kok. Hihihi :D

      Delete
    2. iyakah? waaaah senangnya! akhirnya saya bisa juhga nulis cerita romantis. ihiiiiy *jingkrak2*

      Delete
  6. tapi petugas kantor pos di indo ga jarang yang ganteng :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. maksudnya jarang yang ganteng :P

      Delete
    2. jadi, mau yg ganteng, mak? ntar aku kenalin yak :p

      Delete
  7. Berarti ganteng dong Mak, petugas kantor posnya? hehe..aku blm buka videonya, tapi kayaknya seru nih baru baca ceritanya Mak Isti :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, tapi aku lebih suka sama yang satunya. aku lupa siapa itu ya namanya -__-

      Delete
    2. rh iya lupa. makasih mak kalo suka sama ceritaku yang ini :)

      Delete
  8. aih mister postman-nya ternyata :|

    ReplyDelete
  9. Ini mendekati kisah aslinya. Hihi. Sebenarnya pasti susah ya, mbak. Kalau mesti buat cerita yg kita udah tau ending video aslinya.
    Tapi bagus kook.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, mas. saya baru nonton sampai habis begitu ff ini selesai. soalnya penasran banget. waktu baru nonton video yg dari mas sulungnya sih saya udah nebak bakalan begini ceritanya. eh, ternyata bener!
      tapi asli, jujur, saya bikin ff ini tanpa tau endingnya seperti apa. video saya paused di menit ke-6 atau 7 kira-kiranya, lalu saya selesaiin ff ini dulu. ngebut, bok. hahaha!

      Delete
  10. komen di atas itu spoiler -____-"

    ReplyDelete
  11. Wah pak pos kutunggu suratmu *eh .. Sekrg jarang yah surat2an dianter pak pos ganteng, enakan lewat email :)

    ReplyDelete
  12. Berhubung udah nonton videonya, jadi ngerti jalan ceritanya sebelum baca FFnya mba isti. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahha udah kebaca ya? aku aja cuma liat video yg dari mas sulung itu udah kebaca kok arahnya ke mana. masalahnya, di video itu si tukang posnya diliatin banget, pasti dia salah satu tokoh utama juga di cerita itu. dan aku langsung kepikiran jangan2 kartu posnya buat dia, jadilah ff ini, eh pas nonton, ternyataaaa dikirim ke alamatnya si pengirim sendiri! :|

      Delete
  13. Bagus mbak. Berasa aneh aja, setelah nonton videonya (korea) terus nyimak percakapan di FF mbak ini yg Mbak, mas, mbak, mas.. wkwkwk... mendadak saya mengimajinasikan cewek koreanya jadi cewek Jawa :p

    *sumpah ini komen spam :D*

    But, i like it. Sukak! :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. bhahahha! saya juga bingung awalnya mau pake panggilan apa. mau pake nama kore tapi ngga bisa, takut malah ga sampe maksud ceritanya :D

      makasih mas udah mampir :)

      Delete
  14. Secret admirernya penyuka sesama jenis yah hehehe..

    Kapaaan yah saya bisa bkin cerita sekeren ff nya mbak Isti.. *ngayal* :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hayaaahhhh kok kapan? saya juga masih belajar ini mba, masih pemula. ;)

      Delete
  15. Aaahh... Aku juga memikirkan Hal yg samaa. Karena inet lg super lemoot, jd nulis di word dulu. Udh selesai nulis, baru baca promt pny temen2, dan tepok jidat ternyata ide ceritaku sama kyk pny mak isti. Ga jd posting deh, hehe. Eh, ini ending benerannya kayak gini yah? *blm nonton*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihihi endingnya kuranglebih seperti ini, jeyuk makan jeyuk. tapi cerita aslinya lebih lucu karena memang diselipin kisah lucu tapi sedih, geregetan. aaaaak campur jadi satu.

      Delete
    2. Hihihi... endingnya kan mandi bareng di Public Bath

      *tapi beda bathtub*

      Delete
    3. Hihihi... endingnya kan mandi bareng di Public Bath
      *beda bathtub tapinya :D*

      Delete
  16. aku belum liat videonya, mbak. tapi ini cerita enak dibaca. twist-nya nggak terlalu berat kalimatnya tapi tetep bikin kaget :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasiiih mak Rochma :)
      *jingkrak2 dalpet komenan dari mak Rochma, jarang2 nih, komenannya bagus pula isinya*

      Delete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^