Prompt #9: Parfum

4.12.2013


"Sayang, aku berangkat dulu, ya," Randy pamit sambil mengecup sebuah gambar pada pigura di kamarnya.

Ia baru saja akan mengunci pintu pagar ketika salah seorang tetangga menyapanya.

"Mas, mau ke mana? Wangi banget!"


"Mau kerja, Bu. Ke mana lagi?" jawabnya sambil tersenyum malu.

"Wanginya beda, nggak seperti biasanya."

"Ah, Ibu bisa aja. Saya berangkat, ya, Bu. Titip rumah, hehe."

*

Di kantin kantor...

"Eh, Ran! Kok lo pake parfum cewek, sih?" Rio menepuk pundak Randy dari belakang.

"Masa? Orang tadi nggak pakai parfum apa-apa. Masih berkabung gue."

"Hmm. Mungkin wangi cewek yang tadi lewat kali, ya."

Randy mengangguk, "Iya, kali!"

*

Randy memandangi rumah yang ia tinggali selama 2 tahun ini bersama istrinya. Aku rindu sekali padamu, Sayang, batinnya. 

"Udah pulang, Mas? Masih wangi aja!" tiba-tiba seorang tetangga menyapa, lamunannya buyar.

"Terima kasih, Bu," jawabnya dengan tersenyum.

"Kok ya wanginya beda. Kayak wangi almarhumah istrimu, lho!"

Randy terkejut.

"Ah, Ibu ini kangen juga ya sama istri saya? Saya masuk dulu, ya, Bu."

Ia berlalu meninggalkan tetangga depan rumahnya. Sudah dua kali tetangganya berkata bahwa wanginya beda, dan tadi siang pun Rio bilang wanginya seperti perempuan. Ia kebingungan. Aneh, padahal ia sama sekali tak memakai parfum sejak pagi tadi.

Diputarnya kunci pintu rumah. Klek. Dibukanya pintu sembil menghela napas dan memejamkan mata. Rumah.

Tiba-tiba tercium wangi lembut rosewood melewati telinganya. Ia menoleh ke kiri.

"Kaukah itu, Sayang?" katanya dalam hati.

Andai aku bisa menjawab pertanyaanmu, akan kubisikkan, "Ya, Sayang," di telingamu. Aku selalu di sampingmu.

***

Word: 245/500

17 comments :

  1. wah terenyuh saya..
    romantis horor gitu.. :)

    ReplyDelete
  2. Huwaaaa, romantis horor, sama kaya Mbak Sari komennya :D

    ReplyDelete
  3. Ini pasti cerita GHOST versi cewe hantunya.. :|


    Tapi nyesek bener ini ceritanya.. :(

    ReplyDelete
  4. walaaaa, yang ini genrenya horor romantis ya *gak tau harus kabur ato ambil lap :D

    ReplyDelete
  5. Saya membayangkan bau wangi rosewood melewati telinga.. Itu gimana caranya? :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi si anginnya ngelewatin telinga, trus kecium baunya. saya juga bingung nulisnya gimana, tapi dapetnya begitu *ngeles* :p

      Delete
    2. Hahaa, Mba ISti ngelesnya tingkat parfum dah' greaat...kurang greget (aku berani kritik ach).

      Delete
    3. Bayangin aja seperti nonton film kartun xixixixi... :p

      Delete
    4. Mbayangin film casper aja Mbak :D

      Delete
  6. sesekali memang perlu cerita horor romantis model ginian, mbak. biar akunya seru-seru ajah baca horor *ngeles, aslinya ketakutan*

    ReplyDelete
  7. seeeerrh....*bulu kuduk langsung berdiri (beneran! lagi sendiri di rumah ma 2 bayi neh---lha b3, namanya)))

    ReplyDelete
  8. Tiba-tiba tercium wangi lembut rosewood melewati telinganya. Ia menoleh ke kiri.

    Hmmmm...

    Coba gini...

    Tiba-tiba ada angin berdesir melewati telinganya, dan tercium aroma rosewood.

    ReplyDelete
  9. antara romantis n horor dengan takaran yg pas jadi ma' nyooossss....:)

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^