FAQ: Gimana Cara Mengurus Visa Kurdistan?

2.28.2017



Banyak sekali yang bertanya sama saya tentang membuat visa Kurdistan, sejak tahun pertama saya tinggal di Suly. Pada waktu itu, saya nggak bisa banyak bantu jawab. Pasalnya, Kurdistan memang belum mengeluarkan visa turis.


Saya cuma bisa bilang, seharusnya untuk membuat visa Kurdistan di Indonesia bisa melalui Kedutaan Irak. Tapi menurut yang udah pernah mengajukan ke sana, Kedutaan Irak pun nggak mau mengurus visa Kurdistan. Nah loh?!

Cara termudah kemudian yang saya tawarkan pada mereka adalah, dengan bertanya langsung pada KBRI di Baghdad, melalui pesan di Facebook. Oh iya, KBRI Baghdad punya akun Facebook-nya.
Pernah saya tanya dan dijawab, dan sarannya hanya disuruh datang ke Kedutaan Irak di Indonesia. Udah. Gitu aja.

Pertama kali saya membawa orang tua ke Suly adalah pada 2013 silam. Pada waktu itu, keadaan masih mudah bagi suami saya untuk membawa keluarga selain anak dan istri karena urusan visa masih di-handle oleh perusahaannya. Tapi, 2014-2015, perusahaan tempat suami saya kerja nggak bisa lagi meng-handle visa keluarga pekerjanya yang bukan keluarga inti.

Nah, ini jadi kendala buat saya dan suami karena rencana melahirkan kemarin kan maunya di Suly. Jadi, mau nggak mau kami haru cari tahu gimana caranya bisa membawa orang tua ke sini. 

Cara Mengurus Visa Kurdistan


Pertama banget, carilah pengacara yang tepat. Yang tepat di sini maksudnya adalah, yang mau mengurusi kita (warga negara asing) tanpa membebani (menguras kantong). Kebetulan, teman suami saya (warga Mesir) ada yang pernah membawa orang tuanya ke Suly dan urusan visa bisa diserahkan oleh pengacara. Jadi, kita hanya perlu siapkan dokumen yang dibutuhkan dan uang sebesar kurang lebih 200 USD untuk visanya.

Alhamdulillah, kami dapat pencerahan. Suami saya menghubungi pengacaranya, dan kami diminta untuk menyiapkan dokumen pemohon (dalam hal ini orang tua saya) dan sponsor (dalam hal ini suami saya), sebagai berikut.

  • Foto paspor pemohon (Mama saya).
  • Foto paspor saya dan suami.
  • Foto Resident Card saya dan suami.
  • Foto Akte Lahir saya pribadi dalam Bahasa Kurdistan (ini pun dibutuhkan karena pemohon bukan orang tua kandung suami saya).
  • Foto buku nikah saya dan suami (ini juga dibutuhkan untuk membuktikan bahwa saya adalah istri dari suami saya yang sah, berkaitan dengan status pemohon).

Insya Allah seingat saya segitu aja, sih. Nanti proses pembuatan visanya kurang lebih 1-2 bulanan. Tapi waktu itu nggak lama banget kayaknya. Yang bikin lama cuma bolak-balik ke penerjemah Bahasa Kurdistan aja. Setelah visa jadi, kita baru bisa beli tiket PP Indonesia - Irak. Visanya ini berlaku untuk 30 hari aja.

Oh ya, mau cerita sedikit aja soal syarat di atas. Kan diminta akte lahir, ya. Nah, kalau akte lahir jaman dulu kan nulisnya masih diketik pakai mesin tik, udah gitu nggak ada terjemahan Bahasa Inggrisnya. Jadi, setelah kami serahkan dokumennya, itu dibalikin lagi karena harus diserahkan dalam terjemahan Bahasa Kurdistan. Ya ampuuun, manalah saya ngerti! 

Pengacaranya baik banget, mau bantu terjemahin. Atau bantu dicariin tempatnya untuk terjemah dan cetak ulang. Tapi, doi kan nggak ngerti Bahasa Indonesia. Satu-satunya cara adalah, saya ketik sendiri ke Bahasa Inggris dengan format seperti Akte Lahir yang asli. Awalnya saya terjemahin sendiri, tuh, nyontek dari Akte Lahir anak-anak saya yang ada terjemahannya. Laah nggak taunya beda isinya! Ya udah, daripada salah, saya cari deh di Google contoh terjemahan Bahasa Inggris Akte Lahir. Dan, ada buanyaaaaakkkkk banget! Trimikisi buat kalian yang mau share contoh terjemahan Akte Lahirnya. Apalah aku tanpa kalian dan Google. :')

Yang bikin sulit itu, angka-ankga NIP yang tanda-tanganin Akte Lahir saya udah pudar tulisannya. Pun namanya. Hahahaha. Saya search di Google, ketemu. Tapi itu ternyata orang lain. Search lagi, nggak dapet. Saya search pakai keyword NIP yang saya kira-kira aja (soalnya angka yang hilang ada 2-3 gitu, huhu). Nyerah. Saya ngasal aja sambil baca bismillah.

Alhamdulillah, lahiran anak ketiga kemarin ada Mama. :)

1 comment :

  1. Kudu sabar ya, sebulanan baru jadi hehehe :)
    Baru tahu lho carana, lmyn ribe. Infonya berharga sekali :)

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^