Teman Bumil, Aplikasi Kehamilan Berbahasa Indonesia

12.11.2017



Pas hamil Amanda dua tahun yang lalu, saya benar-benar merasa siap sekali lahir-batin. Memang kehamilan yang ketiga ini saya udah niat promil. Secara ya kan, anak kedua aja waktu itu umurnya udah 4 tahunan. Dan poin-poin lainnya yang menguatkan saya dan suami untuk promil ketiga.

Sejak berniat promil, saya udah mulai install aplikasi yang membantu seperti kalender menstruasi. Itu, ya, setiap hari, saya pantengiiiin terus. Hahaha. Jadi kapan pun setelah berhubungan intim, saya selalu mencatat di kalender, lalu melihat hasilnya apakah di tanggal segitu ada kemungkinan dibuahi atau tidak?

Begitu saya benar-benar hamil, rasanya …. Girang abis kayak anak sekolah yang lagi harap-harap cemas nunggu kelulusan setelah melewati berbagai macam tes yang memusingkan. Hahaha. Testpack sengaja saya tinggalin di wastafel kamar mandi, biar suami ngeliat sendiri tanpa saya kasih tahu gitu, hihi.

Setelah tahu saya hamil, aplikasi kalender menstruasi tadi saya hapus, saya ganti dengan yang lain. Yaitu aplikasi kehamilan. Ini juga, rasanya senaaaang sekali nemu aplikasi macam ini. Namanya udah hidup di jaman serba digital ya, apalagi waktu itu saya tinggal di negara orang yang rasa-rasanya sulit mendapatkan informasi dari media cetak berbahasa inggris. Fyi, yang baru pertama baca blog saya, saya sempat tinggal di Irak selama 4.5 tahun.
Anyway, aplikasi kehamilannya isinya lucu. Ada gambar-gambar janin sesuai umur kehamilan. Jadi pas abis install, kita kudu sign up dulu, terus masukin data-data yang dibutuhkan. Tapi sayang, aplikasinya buatan luar. So far saya sih nggak masalah pada waktu itu, karena memang mudah dimengerti. Terus saya ngebayangin coba aja kalau aplikasi sejenis ini ada yang buatan lokal, ya?

Mamah-mamah muda di Indonesia itu kan banyak banget. Yang di kampung-kampung aja pada pakai smart phone, lho! Nah, kalau seandainya aplikasi kehamilan ini ada yang berbahasa Indonesia, saya yakin akan lebih banyak yang terbantu dan terdidik dengan baik. Apaladi di kampung-kampung kan banyak mitos tentang kehamilan yang beredar tanpa diimbangi edukasi ilmiahnya.

Dan tiga tahun kemudian, jaman now, angan-angan saya itu terwujud! Ada aplikasi namanya Teman Bumil, yang isinya berbahasa Indonesia semuanya. Nah, pertama kali tahu ada aplikasi ini rasanya saya malah kesal dan kecewa, kenapa nggak dari dulu sih adanya? :D

Tapi biarpun sekarang lagi nggak hamil, saya tetap install juga karena penasaran kayak apa sih isinya? Sama nggak dengan yang pernah saya install sebelumnya, yang buatan luar itu?

Btw, jadi ingat sama teman saya, founder Gandjel Rel, komunitas Blogger perempuan di Semarang, Mbak Rahmi Aziza. Beliau sekarang ternyata lagi hamil lagi. Aih, senangnya ya hamil sekarang-sekarang, Mbak, udah ada aplikasi seperti ini. Pasti kebantu banget deh biarpun udah pengalaman sama Thifa dan Hana kemarin ya. :)


Launching Aplikasi Teman Bumil



Rabu minggu lalu, 2 Desember 2017, saya dapat kesempatan untuk menghadiri acara launching aplikasi Teman Bumil ini yang diadakan di Grand Hyatt, Jakarta.

Ada Mbak Robin, sebagai Co Founder Teman Bumil, juga Sandra Dewi sebagai Brand Ambassador Teman Bumil yang memang lagi hamil 36 minggu. Yak ampun itu Sandra Dewi yah, hamil udah mau due date aja kayak lagi nggak hamil masa? Kakinya kecil benerrr. Tangannya apalagi. Hahahha ya Allah bandingin ama diri sendiri kok kayaknya nggak apple to apple ya :D

Psikolog Ajeng Raviando juga turut hadir sebagai pembicara. Ada lagi dr. Dara, dokter kandungan yang gantengnya subhanallah dilihat-lihat kok mirip sama DJ Winky, ya? Masih muda, nggak kaku, gaul lagi. Mari kita cari tahu di RS mana prakteknya beliau, ya?

Keempat pembicara tersebut meresmikan launching-nya Teman Bumil, aplikasi kesehatan buatan lokal yang isinya berbahasa Indonesia. Pada penasaran nggak sih isinya apa aja? Apa ada yang beda dengan aplikasi sejenis tapi buatan luar?



Kata Mbak Robin, Co Founder Teman Bumil, aplikasi ini gratis dan sudah tersedia di App Store dan Play Store. Tinggal search aja Teman Bumil, langsung dapat.”

Sehabis install, kita diminta untuk sign up. Lalu, masukkan data-data yang dibutuhkan untuk membuat profil di aplikasinya. Ini penting karena kita akan memasukkan semua yang berhubungan dengan kandungan kita saat itu, agar bisa sinkron dengan isi dari aplikasinya.

Misalnya, di option Tips. Bila usia kandungan kita 5 minggu, berbeda isi tipsnya dengan usia kandungan 14 minggu. Setiap minggu ada update-an tips sendiri-sendiri. Maka itu, kalau bisa, masukin datanya jangan asal-asalan, ya!



Lalu ada juga artikel-artikel yang berkaitan dengan usia kandungan kita juga. Termasuk mitos-mitos kehamilan yang beredar di negara kita, juga ada di Teman Bumil.

Nah, sering banget kan kita dapet “wejangan” kalau lagi hamil harus bawa peniti atau gunting jika pergi? Atau mitos lainnya yang katanya kalau minum air es nanti bayinya akan besar lahirnya? Sering, ya, dengar mitos begitu. Di Teman Bumil, tentu isinya bukan mitosnya, tapi info mengenai mitos tersebut, benar atau tidak, disertai dengan alasan ilmiahnya.

Yang saya suka dari aplikasi ini, kita bisa membuat agenda di dalamnya. Saya buat jadwal kontrol dokter kandungan dan mau apa aja nanti selama kontrol. Jika kontrol udah dilakukan, kita bisa ceklis di tulisan COMPLETE-nya.




















Selain agenda, ada juga Checklist. Checklist ini adalah semua yang harus kita lakukan selama kehamilan. Ketika sign up, otomatis kita dapat notifikasi di Checklist. Checklist-nya sama sampai usia kandungan menjelang due date. Jika salah satu list sudah kita lakukan, bisa kita ceklis. Jadi ketika di usia kandungan di trimester pertama misalnya kita sudah melakukan tes TORCH, kita masih bisa tetap melihat checklist yang done itu di usia kandungan trimester ketiga, sebagai pengingat.

 

Saya mencari-cari option untuk memasukkan berat badan saya di aplikasinya, tapi sayangnya belum ketemu di mana-mana. Kata Mbak Robin, “Secepatnya akan ada fitur tersebut, karena memang sudah masuk di planning. Paling cepat akhir bulan Desember ini bisa diakses fiturnya.”

Juga, di bulan April nanti, akan ada fitur lain buat yang bayinya sudah lahir. Belum tahu juga dalam bentuk fitur tambahan di aplikasi Teman Bumil atau malah berbentuk aplikasi baru. Tapi yang pasti, saya sangat mendukung sekali untuk aplikasi kesehatan lokal yang berbahasa Indonesia ini.

5 comments :

  1. Jadi ingat dulu kita sering sharing ini itu tentang aplikasi kehamilan ya, mbak. Hahaha. Hamil lagi, yuk. Nyobain aplikasi ini. :D Btw, dokter kandungan itu rata2 kok ganteng, ya. Dududuu...

    ReplyDelete
  2. hamil jaman sekarang serba enak ya, semua informasi bisa didapet dengan cepat. Tapi aku ga mau hamil lagi lho :)

    ReplyDelete
  3. Komplit dan oke banget niiih app.. bermanfaat deh buat yg mau dan lagi hanil ;)

    ReplyDelete
  4. Waaah pas banget aku lagi hamil jadi pengen intip2 aplikasinya deh

    ReplyDelete
  5. Coba ya ada dari dulu, sangat membantu untuk bumil terutama bumil yang baru pertama kalinya mengalami tahap-tahap kehamilan

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^