5 Gaya Kuncir Rambut yang Mudah Untuk Anak Sekolah

11.26.2015


Gaya kuncir rambut yang mudah untuk anak sekolah ini benar-benar bikin level kepedean saya meningkat, lho! Suka mati gaya mengurus rambut anak yang panjang? Saya, sih, begitu. Apalagi, saya ini orangnya nggak kreatif banget. Saya nggak bisa bikin kepang kuda. Bisa, sih, tapi nggak rapih. Suka iri lihat kepangan-kepangan di Pinterest yang bagus-bagus. Kok, pada bisa, ya?

Aslinya, Shaki ini anaknya nggak suka rambutnya diapa-apain. Ditambah lagi sayanya yang nggak bisa bikin model-model, jadilah selama setahun sekolah di KG1 kemarin rambutnya digerai aja setiap hari. Sekarang rambutnya makin panjang dan saya punya alasan kalau rambutnya nggak mau dikuncir. Lalu saya kasih lihat gambar-gambar model kunciran yang saya punya, dia mau. Surprised!

Berikut model kunciran rambut yang mudah (menurut saya) untuk anak sekolah. Cocok untuk anak sekolah karena nggak neko-neko nguncirnya. Kan kalau neko-neko ntar dikira mau fashion show padahal cuma pengin pamer-pamer aja.

1. Kuncir Lurus Tiga



Kunciran ini paling mudah. Cuma rapihkan rambut, ambil bagian atasnya aja dulu lalu tarik ke belakang. Ikat dengan karet. Jika cukup puas dengan kuncir lurus dua aja juga nggak apa-apa. 

Namun, saya bosan dengan kuncir lurus dua, jadi saya bagi tiga dari atas. Saya lanjutkan bagian tengahnya, sama seperti yang atas tadi. Rapihkan rambut dan tarik ke belakang, kemudian ikat. Begitu juga yang bagian bawah. Ikatan kunciran usahakan lurus ke bawah.

Supaya bentuk kunciran terlihat cantik dan nggak monoton, kalau bisa pakai karet warna-warni yang menonjol. Kalau awalnya tadi pakai karet yang kecil-kecil, tambahin lagi pakai karet yang besar-besar atau ada gantungannya. Kalau saya di gambar di atas, nggak pakai karet yang kecil-kecil, langsung pakai yang besar karena anaknya yang minta sendiri.

2. Kuncir Tengah Lima



Ambil sebagian rambut dari atas dan samping, rapihkan dengan sisir lalu ikat dengan karet. Rambut yang udah terikat, kita ikat lagi di bawahnya, beri jarak. Begitu seterusnya. Hampir sama dengan kunciran lurus tiga, bedanya, di sini ada bagian rambut yang kita sisain sebagai pemanis. Rambut yang disisa ini kita biarkan tergerai begitu aja.

Nah, karena kunciran yang ini memakai banyak karet, menurut saya nggak perlu pakai karet yang besar-besar. Kalau pakai karet yang besar, nanti hasilnya jadi nggak bagus. Terlalu ramai pada warna karet dan kesannya jadi "menumpuk".

Cukup pakai karet yang kecil-kecil aja tapi warna-warni. Kunciran jadi terlihat rapih dan enak dipandang. 

3. Kuncir Lima



Saya bingung namainnya. Dibilang kuncir lima, sama kayak di atas, tapi memang lima jumlah kuncirannya. 

Tapi kunciran yang ini juga mudah, kok. Bagi dua rambut dari atas ke samping; kanan dan kiri. Ikat masing-masing. Nah, ini awalnya saya mau kuncir dua; kanan dan kiri. Lha kok ada sisa di tengah, jadi nggak simetris gitu nguncir kanan dan kirinya. Akhirnya saya kuncir aja sekalian. Udah tiga, deh. Tapi, kan aneh, ya, bentuknya. 

Hasil akhir, saya tarik semua ke bawah, saya ikat jadi satu. Supaya jadi lebih enak dilihatnya lagi, saya beri jarak lalu ikat sekali lagi di bawahnya. Hahaha. Tapi jadi lucu, kan, kuncirannya? Maksa, sih. :D

4. Kuncir Silang Kanan-Kiri



Yang ini sedikit agak rumit. Kuncir dua dulu kanan dan kiri, lalu tengah juga. Sama seperti awal pada kunciran nomor tiga di atas. Kalau yang di atas semua ditarik ke bawah dijadikan satu, yang ini dipisah.

Yang kanan dan kiri saya tarik ke bawah, lalu saya ikat masing-masing dengan mengambil sebagian rambut dari kunciran tengah tadi. Jadi terberntuklah dua kunciran lagi di bawah; kanan dan kiri. Sampai di sini juga sudah cukup, kok. Tapi, kalau mau ditambah lagi karetnya, mengingat sisa rambut yang menjuntai masih panjang, silakan. 

5. Kuncir Belakang Kecil-kecil



Hahaha another weird name. Kunciran ini termasuk yang paling susah. Ng, nggak susah, sih, sebenarnya. Cuma sedikit lebih rumit. Tangan harus bisa tahan pegal selama menguncir, karena banyak yang mau diikat, dan kecil-kecil pula. 

Rambut dari atas dan samping saya tarik ke belakang semua. Sama kayak kalau mau bikin kuncir kuda. Rapihkan, lalu ikat yang kuat. Saya pakai dua karet kecil di sini. Setelah diikat, saya bagi empat sama tipis. Kalau rambut anaknya tebal, sih, bisa aja dibagi lebih banyak lagi. Berhubung Shaki rambutnya sedikit, jadi saya cuma bisa bagi empat aja paling banyak, biar nggak ketipisan.

Kerjakan dulu dari rambut bagian pinggir. Ikat lagi satu-satu ke bawah dengan menggunakan karet kecil yang berwarna-warni. Jumlah karet menyesuaikan dengan panjangnya rambut. Saya cukup segini aja, udah nggak sanggup lagi. Lagian juga udah nggak bisa diikat lagi bawahnya, sih.

Selesai yang pinggir, lanjut sebelahnya. Kerjakan sama seperti yang pertama tadi, sampai bawah. Begitu seterusnya sampai bagian rambut habis. Untuk mempercantik ikatan paling atas, yang kita gunakan sebagai base, bisa diberikan pita. Tadaaaaa! Rambut anak jadi cantik, dan ketika dibuka semua ikatannya sore nanti, rambutnya jadi keriting kecil-kecil, deh. Lucu! 

So far, justru kunciran inilah yang paling cantik menurut saya. Memang benar, beauty is pain. Demi mendapatkan keindahan kunciran seperti ini, saya harus rela berpegal-pegal ria mengangkat tangan dan mengeritingkan jari untuk kunciran kecil-kecilnya. :)

18 comments :

  1. kalo gini aku bisa mak,tapi kalo harus dikelabang,ampunnnn....hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dikelabang aku juga gak bisaaaa. Nyeraaaaah TT___TT

      Delete
  2. Boleeeh ya tante nyontek ala kuncirannya Shaki yang super keren :) tengkyuuu

    ReplyDelete
  3. Kalo kepang yang pas di kulit kepala gitu wih angkat tangan saya :D kalo gini bisaa.. Ini ya enaknya punya anak perempuan hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah! Itu juga nggak bisa aku! Bhahahaha. Nggak kreatip amat yak. -_____-

      Delete
  4. Kuncir no 1 tuh jaman aku kecil mak sering di gituin sama si mbak, rambutku panjang dan tebal jd di kucirnya begitu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Paling gampang soalnya ya, Mbak. Kalo rambut tebal asik sih bisa dibikin macem2, tapi males juga kalo setiap hari :D :D :D

      Delete
  5. Ahaaa bisa jadi ide nih buat saya yang suka sebel kalau Chila (anak saya) mau pergi sekolah terus nggak mau diikat rambutnya. Kalau lihat foto kayak gini biasanya dia tertarik.

    ReplyDelete
  6. *elus-elus perut*
    Semoga anak keduaku ini perempuan. Biar bisa eksperimen kucir :)

    ReplyDelete
  7. kalau model gitu saya bisa, dulu waktu jaman sd saya selalu kuncir rambut, tiap pagi dikuncir dulu rambutnya sama kk sepupu :)

    ReplyDelete
  8. kok malah jadi inget masa kecil. rambut Shaki ini sama dengan rambut saya, lurus. dulu waktu SD seringnya dikepang, kuncir dua kanan-kiri, dan kuncir tengah :)

    ReplyDelete
  9. Wah si Shaki rambutnya keren deh. Kalo aku paling-paling cuma kukuncir satu aja di belakang atau kuncir dua *mama nggak kreatif :D

    ReplyDelete
  10. shaki keren banget rambutnya :)
    kalo anak saya mah lagi dalam fase menolak apapun di rambutnya :P dikucir, bondu, jepit, topi, pokoknya ga mau...

    ReplyDelete
  11. rekues dong nanti bikin postingan rambut kepang

    ReplyDelete
  12. Aku dulu waktu masih TK SD SMP juga sering di kuncir- kuncir, sampai guruku heran karena ibu sempat aja kuncir yang aneh- aneh tapi simpel :D

    ReplyDelete
  13. hahahahaaa..penting niiih..kalau Obi senengnya gaya Frozen hehe :)

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^