Biaya Sekolah Anak Mahal ya, Bund!

8.04.2021

 Biaya sekolah anak mahal, ya? Iya memang begitu. Tapi itu semua tergantung prioritas masing-masing keluarga, sih ya. Setiap orang tua kan pasti pengin kasih yang terbaik buat anak-anaknya, mau itu sekolah berbayar atau yang enggak sekali pun.


Sebagai Mama beranak 4, yang sekarang udah ada 3 anak yang sekolah, dana pendidikan yang dikeluarin itu nggak sedikit, Bun 😶. Karena, pertama, anak-anak saya sekolahnya swasta semua. Dan ini bukan pertimbangan ikut-ikutan apalagi gengsi-gengsian, tapi ada alasannya kenapa disekolahkan di swasta. Terus, kalau dihitung-hitung ya, skemanya begini.

2021 I'am masuk SMP & Manda mulai TK (setahun doang)
2022 Manda masuk SD
2023 Shaki masuk SMP
2024 I'am masuk SMA
2025 Nadine masuk TK 
2026 Shaki masuk SMA
2027 Nadine masuk SD
2028 I'am kuliah
2029 Shaki kuliah & Manda masuk SMP 

Alamak aja lah ya kan? 😂

Kalau udah gini jadi inget orang tua saya dulu sewaktu saya mau masuk kuliah. Ndilalah, saya keterima di Unpad yang mana itu kan di Bandung, sementara saya waktu itu masih tinggal di Medan. Orang tua saya nanya serius mau kuliah apa engga, karena kalau saya niat bener ya mereka ijinin. Seingat saya, dulu saya nggak dilarang untuk ke Bandung, saya juga nggak ditakut-takutin kalau tinggalnya jauh itu gimana. Yang saya tahu, pada tahun yang sama orang tua saya harus berangkat haji. Kebayang berapa yang harus mereka keluarkan di waktu yang bersamaan. Pasti pusing banget.

Waktu itu mana saya ngerti orang tua saya nyari pinjeman duit atau keluarin tabungan yang mana aja. Orang tua saya juga nggak pernah cerita soal kondisi mereka ke anak-anaknya. Jadi ya saya dan adik-adik tahunya orang tua kami itu mampu, meski pas-pasan.

Belajar dari situ, bertahun-tahun kemudian, saya mulai paham kalau yang namanya sekolah itu ternyata mahal. Mahal dari sisi ilmu, mahal dari sisi tempat tinggal, mahal juga dari sisi biayanya. Terlebih anak saya ketika pindah ke Jakarta kondisinya belum bisa berbahasa Indonesia dengan lancar, jadi saya dan suami mencarikan sekolah yang cocok untuknya. Alhamdulillah dapat yang dekat-dekat aja.

Tapi mahal 😬

Dulu saya sempat buka tabungan junior gitu untuk anak saya. Tapi yang namanya tabungan biasa aja, ya, nggak ada target apa-apa dan ya udah selesai begitu aja. Pas waktunya anak saya mulai masuk sekolah, tabungannya ga berbentuk apa-apa lagi dan kepotong biaya admin terus tiap bulannya 😅.


Sepenting Apa Dana Pendidikan?

Sepenting kita berinvestasi. Ada dana yang kita andalkan untuk berjaga-jaga di kemudian hari terlebih ketika kita dicoba sedang sulit. Coba lah itu ya skema tahunan pendidikan anak-anak saya tadi, apa nggak bikin pusing kepala Barbie 😅? Lalu kemudian saya ditemukan dengan gambaran di bawah ini yang di-share oleh Ivan Ahda, Pegiat Pendidikan dan Ketua Jaringan Semua Murid Semua Guru, ketika webinar yang diadakan oleh Prudential Indonesia pada 8 Juli 2021 kemarin.



Wow banget ya kan biaya kuliah per semesternya! Dikali-kali aja deh kalau anak kita kuliahnya mau di situ semua atau di luar negeri sekali pun, kali-kali lipat judulnya, hahaha! Itu baru biaya semesteran, belum tektek bengek macam kost, uang jatah bulanan, dudududu.

Faktanya, kenaikan biaya pendidikan terus terjadi. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi dari sektor pendidikan mencapai 3,81% pada 2019, sedangkan rata-rata kenaikan uang pangkal mencapai 10-15% tiap tahunnya. Eh, ini bener, lho! Uang pangkal naik, uang SPP juga ikutan naik meski cuma 50-100 ribu bedanya tiap tahun. Tapi kan berasa ya kalau punya beberapa anak di sekolah yang sama, udah beda bayarannya. 

Buat contoh, saya pernah nulis tentang biaya SD Al Azhar Cibubur, boleh dibaca di sini, ya.

Gimana, udah merasa butuh nyiapin dana pendidikan, belum? Jujur sih ya, saya butuh banget merencanakan dana pendidikan kalau begini. Merencanakan means, biar tahu aja dulu itung-itungan kasarnya segimana dan seberapa, lalu dikira-kira dengan penghasilan yang didapat. Kalau memang memungkinkan untuk lanjut swasta lagi, kenapa engga? Tapi kalau memang kelihatannya nggak ada hilal, ya udah kita tetap cari sekolah yang terbaik buat anak, sesuai dengan budget.

Secara anak saya ada 4.


PRUCerah yang Secerah Namanya


Saya sendiri sebenarnya sama sekali nggak pernah klop dengan yang namanya asuransi, but since Prudential launching produk yang syairah dengan nama PRUCerah, saya jadi tertarik untuk tahu lebih lanjut.

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) kembali berinovasi dengan meluncurkan solusi Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah (PRUCerah). PRUCerah merupakan asuransi jiwa tradisional berbasis Syariah pertama di industri asuransi jiwa Indonesia yang menawarkan manfaat dana pendidikan bulanan dan tambahan dana pendidikan.

Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia, menjelaskan, “Prudential Indonesia percaya bahwa membekali anak dengan pendidikan yang memadai menjadi penentu bagi lahirnya sumber daya manusia berkualitas. Menyediakan akses ke pendidikan seharusnya tidak hanya menjadi ambisi, namun juga menjadi tanggung jawab setiap orang tua."

Himawan Purnama, Managing Director for Customer Solution & Delight Prudential Indonesia memaparkan, “Strategi komprehensif yang dapat mengantisipasi risiko biaya serta proteksi dibutuhkan karena pandemi membuktikan bahwa beragam risiko kehidupan berpotensi menghambat atau menghentikan keberlangsungan pendidikan tinggi anak."

PRUCerah ditujukan bagi orang tua berusia 19-55 tahun yang sedang mempersiapkan pendidikan anak mereka (usia 1-18 tahun) dengan pilihan masa pembayaran kontribusi yang fleksibel yaitu selama 5 tahun atau hingga anak mencapai jenjang pendidikan tinggi. PRUCerah tidak hanya menawarkan manfaat dana pendidikan yang dapat digunakan sebagai bekal untuk pendidikan tinggi, namun juga memberikan manfaat bebas kontribusi ketika orang tua meninggal dunia, menderita cacat total dan tetap atau kondisi kritis.

Hmm, kalau dengar penjelasan Pak Himawan, jadi ngerti kalau asuransi pendidikan ini beda sekali dengan tabungan pendidikan yang pernah saya pakai dulu itu. Bedanya ada di, perlindungan. Kalau asuransi pendidikan, ketika kita (orang tua) tiba-tiba mengalami kemalangan seperti kecelakaan atau bahkan masa-masa pandemi seperti ini, asuransi bisa meng-cover (menggantikan) untuk tabungannya. Sementara kalau tabungan pendidikan biasa, misal kita sebagai orang tuanya tiba-tiba nggak bekerja dan nggak bisa menabung lagi, ya udah nggak ada yang lanjutin.

Nah, ada baiknya juga anak-anak diajakin untuk sama-sama berjuang mendapatkan beasiswa. Tapi, tetap diarahkan juga ke mana anak kita kuliah harus disesuaikan dengan bakat dan minatnya. Lalu dilihat lagi kira-kira 10 tahun mendatang itu tren karir yang banyak dicari tu yang seperti apa? Kalau tahun-tahun ini kan masih dipegang sama yang berbau digital-digital, ya. Maka itu start up banyak sekali membuka peluang untuk yang lulusan IT dan data analyst, dan lain-lain.

Kalau kita dan anak sudah sefrekuensi dalam tujuan beasiswa, paling engga, di masa mendatang pendidikannya lebih terjamin dan kita bisa fokus ke anak yang lainnya. Ya, kalau itu sih saya, yang ambisius banget anak saya bisa kuliah di luar negeri dengan beasiswa. Aamiin.




Nah, gimana, masih bilang biaya sekolah anak mahal, Bun? 😉

17 comments :

  1. Dana pendidikan memang salah satu pos keuangan yang harus disiapkan. Meski udah ada bantuan dari pemerintah, masih aja banyak pengeluaran, ya

    ReplyDelete
  2. Apa kabar ya yang anaknya banyak, punya anak dua yang lahirnya sama sama ditahun genap aja sepineng udah kebayang sekolahnya bakalan samaan

    ReplyDelete
  3. itu salah satu alasan saya cuma berani punya 1 anak bund wkwkwkk karena jaman dulu belum banyak asuransi pendidikan hahaaa sekarang bisa kali ya nambah :)

    ReplyDelete
  4. Setiap orangtua pasti menginginkan pendidikan yang terbaik untuknya. Di daerahku juga lebih mahal sekolah swasta. Dan aku dulu juga di SMK swasta dan biayanya memang mahal jika dibandingkan dengan sekolah lain.

    ReplyDelete
  5. Bener banget mba. Dana pendidikan anak tuh gede, palagi kalau kita pilih sekolah swasta. Kerasaa banget hahaha. Dan emang biar gak terlalu jadi beban, harus disiapin sejak dini ya. Salah satunya dengan perencanaan yg tepat lewat Prudential spt ini.

    ReplyDelete
  6. Bener banget, mba.. Dana pendidikan anak tuh bikin puyeng, tapi justru bikin kita jadi semangat untuk berjuang yaa.. Nyiapinnya emang harus dicicil sejak dini biar gak terlalu berat

    ReplyDelete
  7. Ya Allah semoga kita sebagai orangtua dan calon orangtua di mampukan dalam memberikan pendidikan terbaik untuk anak. Aamiien

    ReplyDelete
  8. Andaikan pendidikan itu gratis khususnya instansi pemerintah makan tdk ada anak-anak punya alasan putus sekolah

    ReplyDelete
  9. Biaya pendidikan memang luar biasa yaaaa... Aku yang anak 2 aja dah berasa mumet. Kebayang nih ada 4 krucil yang tiap tahun butuh biaya macem-macem selain biaya sekolah juga.

    Tepat banget pilihan untuk menggunakan asuransi pendidikan. Beda banget memang dengan tabungan pendidikan. Masa depan anak terkait pendidikannya tetap terjamin meski hal-hal tak terduga terjadi.

    Tepat banget kalau kita mencoba untuk proteksi masa depan anak dengan cara

    ReplyDelete
  10. Mpo suka banget dengan perencanaan keuangan seperti ini. Sebagai orang tua harus memikirkan masa depan anak terutama biaya pendidikan yang naik terus dan mahal

    ReplyDelete
  11. dana pendidikan itu penting, that's why saya invest pakai reksadana dan untuk proteksinya ya saya juga udah punya dong polis asuransi utk proteksi dana pendidikan anak. Yang penting kita paham, kegunaan setiap instrumen keuangan seperti investasi dan asuransi, krn tidak sama dengan tabungan

    ReplyDelete
  12. Jadi punya gambaran banget yaa..
    Alhamdulillah.
    Saat ini ada yang membantu agar orangtua bisa menabung untuk persiapan dana pendidikan anak 10 tahun ke depan.

    ReplyDelete
  13. hehehe memang slah satu tantangna paling besar yang kita hadapai sebagai orang tua adalah pastikan pendidikan anak - anak yang terbaik. makin banyak anak makin banyak yang musti kita siapkan juga ya Isti..semangaat selaluuu

    ReplyDelete
  14. Ya ampun mbak, aku juga bikin timeline anak sekolah ini. Ampun emang harus siapin biaya pendidikan sedini mungkin. Sekarang Vito masuk SMP, aku udah siap ancang-ancang buat SMA, 3 taun lagi ga kerasa geura. hehehe

    ReplyDelete
  15. Pendidikan adalah hal yang pentimg banget dan sudah harus dipikirkan oleh orang tua bahkan sebelum anak lahir ya. Apalagi kalau punya anak lebih dari satu gitu. Sebagai orang tua memang kita wajib banget punya dana tabungan untuk pendidikan anak-anak

    ReplyDelete
  16. Tahun ini anakku tiga masuk bareng yaitu SMK, SMP, SD, mana swasta pula wwkkwkw. Ya dinikmati aja karena memang kewajiban orangtua mewariskan pendidikan buat bekal masa depan anak ya. Yang penting tetap waspada punya dana tabungan dan kerja keras tentunya

    ReplyDelete
  17. melongo liat biaya kuliah anak S1 udah kayak kuliah S2, malah lebih mahal lagi. Duh, bener ya, makanya untuk kuliah zaman sekarang, kalau enggak dapat SBMPTN atau beasiswa itu kayaknya gak bakalan bisa kuliah anak-anak. ini aku udah kasih tahu pahit pahitnya ke anak-anak kenapa pentingnya dapat beasiswa. meskipun aku dan suami tetep dong mikirin dana pendidikannya. tetep kudu punya tabungan pendidikan meski dapat beasiswa juga karena ini hak anak, bener gak bun?

    ReplyDelete

Thank you for read my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^