Kolaborasi untuk Maju

8.07.2022

Spanduk toko saya di rumah, tapi sekarang temporarily closed.


Kenapa sih orang-orang kok usahanya bisa lancar jaya gitu padahal online-online juga ngerjainnya? Nggak punya toko offline, cuma ngandelin online, tapi kok bisa pada sukses semua? Kirim-kirim paket ke luar kota mulus, customer jauh nggak masalah.

Saya yang cuma jualan frozen food aja kok rasanya kayak jalna di tempat aja, ya? Apa kurang promo? Kurang modal? Kurang terkenal? Kurang apa lagi? Kurang kerjasamanya kali, ya. Kolaborasi. Nanya, nanya sendiri, jawab, jawab sendiri. 😅

Kalau kata suaminya Tasyi, kolaborasi itu untuk apa? Untuk ma...? Maju!

Engga, saya ngga mau ceritain masalah keluarga si kembar Tasyi Tasya, kok. Cuma mau ngomongin soal kolaborasi aja, yang benar memang tujuannya itu untuk maju. Saling bersinergi agar bisa maju. Kalau berkolaborasi hanya untuk saling menjatuhkan, itu namanya mudharat. Ngga ada untungnya.

Di postingan-postingan saya sebelumnya banyak membahas kolaborasi antara UMKM dengan JNE. Para UMKM ini diajak oleh JNE untuk berkolaborasi agar mereka semakin maju dalam bisnisnya. Lalu apa untungnya untuk JNE? Tentu aja, JNE bisa makin dikenal di pelosok daerah dan makin banyak yang menggunakan layanan logistik JNE.

JNE sendiri punya program yang bernama JNE Ngajak Online GOLL...ABORASI Bisnis Online 2022. Di bulan Agustus ini giliran kota Padang, Cirebon, dan Balikpapan yang berkolaborasi dengan JNE. Kebetulan banget, yang Padang acaranya nanti tanggal 9 Agustus 2022 live Zoom Meeting, dan yang Cirebon tanggal 12 Agustusnya.

Balikpapan? Udah lewat hari Jumat kemarin, tanggal 5 Agustus. Meskipun begitu, selama bulan Agustus ini masih ada lagi kota-kota lainnya yang berkolaborasi dengan JNE. 

Segitu aja baru 3 yang kesebut, belum lagi kota-kota di Papua, di Sumatera, di Sulawesi, semua juga diajak kolaborasi sama JNE di prgoram terbarunya tersebut. Bukannya apa-apa. udah banyak bantu UMKM gini pun masih aja ada pihak yang kayaknya mau menjatuhkan. 

Pada tahu kan ya kasus yang lagi viral kemarin-kemarin itu? Yang katanya JNE menimbun bantuan sosial dari Presiden di lahan kosong di Depok. Untung aja nggak kemakan emosi pada saat itu pas baca beritanya. Telusuri dulu bsatu-satu kenapa bisa begitu. Nah bener aja, besokannya keluat pernyataan dari JNE kalau bansos yang ditimbun memang sudah nggak layak konsumsi alias rusak sebelum ditimbun.

JNE yang kena, saya yang deg-degan. Huhuhu. Etapi kalau yang mau lihat ada di IG-nya kok ini pernyataannya. Klik link di sini ya untuk ke posting-an JNE-nya langsung.

Ok, gaes. Stay safe and stay healthy!

No comments :

Post a Comment

Thank you for read my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^