Ia yang Selalu Datang di Pagi Hari

5.19.2018


Masih sama seperti lima belas tahun yang lalu. Ia akan terbangun pukul lima, kemudian bersiap-siap dan berangkat ke kedai kopi agar bisa buka lebih awal. Ia tahu, pelanggannya akan sangat gembira melihat kedai kopinya sudah dibuka pukul tujuh.

Sesampainya di sana, ia akan tersenyum pada semua orang yang lalu-lalang. Kemudian ia akan berdiri sejenak memandangi kedai kopi kebanggaannya. Dan baru saja kaki kirinya melangkah, tiba-tiba ia akan membelalakkan kedua matanya dan berteriak ketakutan seperti melihat kobaran api di kedainya.

Lalu ia mencoba masuk ke dalam namun tak akan menemukan apa-apa di lahan kosong itu.

Masih sama seperti lima belas tahun yang lalu,
ketika kedai kopinya habis dimakan bara api.

Kemudian kami akan menuntunnya kembali ke dalam rumah yang tak jauh dari lahan bekas kedai kopi milik Ayah.

No comments :

Post a Comment

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^