Tips Praktis Agar Bayi Tak Rewel Saat Mudik

5.12.2018


Tinggal hitungan hari menjelang Ramadhan. Artinya, mudik Lebaran pun mulai dipersiapkan. Bagi saya, kebiasaan mudik atau berpergian jauh membuat saya belajar, bagaimana mempersiapkan traveling yang nyaman meski membawa bayi. Apalagi saya udah sering terbang jauh dan transit selama 14 jam di bandara negara orang. Selain perlengkapan umum seperti pakaian, makanan, obat-obatan dan lainnya, sudah pasti dituntut juga untuk mempersiapkan segala sesuatu supaya bayi nggak rewel di perjalanan.

[Baca: Transit 14 Jam di Dubai]



Saya punya beberapa check list yang perlu dilakukan ketika akan bepergian jauh atau mudik adalah sebagai berikut.

✔ Siapkan baju ganti minimal 2 setel, popok ganti minimal 4-5 buah, tisu kering dan tisu basah. Juga kantong plastik untuk membuang popok bekasnya nanti. Masukkan semuanya di dalam pouch. Jadi sewaktu-waktu dibutuhkan, kita cuma perlu bawa pouch-nya aja ke dalam toilet, nggak perlu nenteng macem-macem lagi.

✔ Siapkan juga camilan dan makanan utama jika bayi kita sudah mulai MPASI. Jangan sampai bayi kelaparan di jalan karena pastinya bisa rewel terus-terusan.

✔ Siapkan mainan kesukaan. Nggak perlu kerepotan dengan membawa mainan, karena yang dibawa cukup yang kecil-kecil aja. Yang sekiranya kalau dipegang nggak mudah jatuh.

✔ Selimut. Bawa selalu selimut bayi. Mau itu naik kereta, mobil, apalagi pesawat, selimut ini membantu banget supaya bayi tetap nyenyak tidur selama perjalanan.


Nah, setelah semua persiapan di atas sudah dilakukan, sekarang tinggal merencanakan transportasi yang akan kita gunakan ketika melakukan perjalanan nanti. Beberapa transportasi seperti mobil, pesawat atau kereta api bisa menjadi pilihan dengan keuntungan masing-masing. Untuk menghemat waktu dan bujet, saya biasa mencari tiket pesawat murah untuk berpergian. Lain halnya bila membawa kendaraan pribadi, persiapkan fisik dan keuangan kita karena sudah pasti akan menepi setiap saat.

Saya sendiri, sudah beberapa kali mudik ke Klaten dari Jakarta menggunakan kendaraan pribadi. Dengan dua anak dan satu bayi. Sebelumnya, saya juga pernah bepergian jauh dari Irak ke Indonesia sekeluarga dengan bayi yang baru berusia 5 bulan. Bahkan saya pernah tanpa suami, hanya bertiga atau berempat anak-anak saja. Yang pasti, setiap transportasi ada aturan dan cara amannya masing-masing bagi kenyamanan bayi. 

Saya share sedikit tips berdasarkan pengalaman saya pribadi membawa bayi selama bepergian jauh.


Pesawat


Shaki waktu masih umur setahun, sedang transit di bandara Dubai.

Naik pesawat sama bayi tuh enaknya kalau masih menyusu. Saya nggak perlu repot-repot bawa makanan atau air panas untuk seduh susu. Saya cuma butuh baju khusus meyusui atau baju apapun yang bisa bukaan depan, karena ketika pesawat akan take off dan landing, saya tinggal susuin aja bayinya supaya tekanan udara yang tinggi tidak menekan telinganya. Biasanya, bayi suka rewel kalau menjelang take off dan landing, maka itu saya selalu sumpelin untuk meminimalisir suara tangis. 

Selain itu bisa juga sediakan headphone untuk menutup telinga bayi dari tekanan ketinggian. Untuk headphone, saya pernah bawa tapi akhirnya nggak terpakai selama di pesawat. Mungkin karena kebesaran buat Shaki waktu itu yang usianya setahun. Jadi, saran saya, kalau mau bawa headphone buat bayi, beli yang emang benar-benar untuk bayi.

Demi kenyamanan, jangan membawa barang terlalu banyak. Simpan satu tas yang berisi keperluan pokok bayi seperti makanan, popok, plastik kosong, dan mainan di bawah tempat duduk kita agar mudah dijangkau sewaktu-waktu diperlukan. Tas yang isi kosmetik gimana? Taruh aja di kabin!

Susu boleh dibawa ke dalam kabin pesawat asal nggak lebih dari 120 ml. Sewaktu saya naik pesawat hanya bertiga anak-anak, saya diperbolehkan membawa susu kotak yang ukuran 120 ml. Padahal, antrean sebelum saya, ada anak muda yang botol minumnya harus ditinggal di bandara. Simply, karena nggak membawa anak kecil atau bayi.

ASI perah gimana? Boleh. Karena sekarang banyak mahmud-mahmud yang sudah 'melek' ASI, maskapai pun membolehkan kita membawa ASIP ke dalam kabin pesawat. Tapi, setahu saya, tetap ada batasannya. Silakan cek di website maskapai yang akan kita tumpangi nanti.



Kereta


Mudik dengan kereta api merupakan cara alternatif yang lebih santai dibandingkan dengan transportasi lainnya. Namun, kita juga tetap harus melakukan beberapa persiapan untuk menghindari beberapa kemungkinan yang bisa terjadi. 

✔ Rencanakan rute dan gunakan kereta api yang langsung ke tempat tujuan, untuk menghindari perubahan kereta atau transit-transit kereta.
✔ Pilih tempat duduk di sisi jendela, supaya bayi dapat menikmati pemandangan indah dari jendela kereta. 
✔ Rencanakan kendaraan berikutnya setelah turun dari kereta api, apakah perlu memesan taksi atau sudah ada mobil sewaan yang menanti.


Mobil



Cara paling aman dan nyaman dalam melakukan perjalanan dengan mobil adalah dengan membawa kursi bayi (baby car seat). Hal ini dapat membuat bayi nyaman dengan ukuran dan posisi yang benar. Beberapa baby car seat saat ini umumnya telah memenuhi standar keamanan yang tepat.

Kaca mobil juga perlu diperhatikan. Kaca mobil yang gelap juga dapat menghindari kulit dan mata bayi dari paparan sinar matahari secara langsung. Buatlah mobil selalu dalam keadaan sejuk, sehingga bayi tidak rewel karena kepanasan. Musik-musik yang menyenangkan juga bisa membuat bayi menikmati perjalanan.

Mudik memang rutinitas yang menyenangkan, namun kita juga harus memperhatikan kesehatan bayi dan juga kita sebagai ibunya. Jangan terlalu maksain kalau kita dan anggota keluarga lainnya sudah merasa lelah atau bayi sudah rewel. Hal yang paling penting yang harus diperhatikan yaitu harus sudah mendapat persetujuan dari dokter untuk membawa bayi berpergian jauh.

Jadi, udah pada ambil cuti Lebaran berapa hari, nih?

4 comments :

  1. Enaknya bawa anak kalo naik pesawat itu, kita bisa dipanggil duluan krn masuk golongan penumpang prioritas

    ReplyDelete
  2. Mudik bawa bayi sebenarnya super rempong ya. Tapi jika dipersiapkan dg baik, pernyalanan akan tetap nyaman :)

    ReplyDelete
  3. Dibawa asyik ajaaa.. kalau aku jaman anak-anak kecil kl mudik yg penting mereka duluan yang nyaman

    ReplyDelete
  4. Wah, komplit banget tipsnya. Memang bawa anak-anak di perjalanan harus penuh persiapan. Harus pastiin banget mereka nyaman. Btw, selamat merencanakan mudik ya.. semoga ibadah puasa kita diberi kelancaran. Aamiin :)

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^