Kado dari Bu Ana

11.11.2018

Aku dan Bu Ana, Juni 2018.

September 2016.

Dua bulan setelah menempati rumah di Jakarta, aku merasa lelah. Suamiku jauh di negeri orang, dan aku bersama dua anak dan satu bayi berjuang sendiri. Ya mengurus anak, mengurus bayi, memasak, sehingga rumah dan pakaian sekolah tidak bisa kupegang. Bisa nggak kamu bayangkan betapa sulitnya menjadi ibu rumah tangga yang jauh dari suami sepertiku saat itu? Aku butuh seseorang yang bisa membantu merapihkan rumah dan menyetrika pakaian di rumah.

Panggil saja Ibu Ana. Aku bertemu dengan beliau secara random 2 tahun yang lalu, ketika aku memesan jasa bersih-bersih rumah lewat sebuah aplikasi. Beliau paruh baya, dan dengan senyum yang tersungging di wajahnya, ia menatapku dan menyapa.

"Assalammu'alaikum, dengan Ibu Isti?"

"Wa'alaikumsalam. Iya saya sendiri. Ini Bu Ana, ya? Mari, masuk, Bu. Oh, ya. Kalau saya cuma minta nyetrika aja boleh, ngga? Kan di aplikasi seharusnya beberes dulu."

"Oh, nggak apa-apa, kok, Bu. Di mana setrikaannya?"

"Ini, di kamar anak saya. Duh, malu saya. Banyak banget, Bu, sudah menggunung!"

Begitulah, awal perkenalan kami. Di hari pertama itu, aku masih sedikit canggung karena baru kenal dengan orang yang sama sekali asing bagiku. Tapi aku menaruh harapan padanya; setrikaanku bersih dan rapih terlipat serta wangi semua.

Selama kurang lebih 3 jam, Bu Ana menyetrika pakaianku dengan ditemani celoteh anakku, Shaki. Shaki memang mudah sekali beradaptasi dengan orang baru. Dan entah kenapa, aku merasa ada yang cocok dengan Ibu Ana ini. Beliau selalu menanggapi celotehan Shaki yang saat itu masih duduk di bangku TK B. Dan Bu Ana, dengan senang hati menjawab semua pertanyaan Shaki yang tak terduga sama sekali seperti, "Bu Ana kenapa pakai kerudung tapi bajunya kok pendek?"

Duh, Gusti! 💆

Lain waktu, aku langsung memesan Bu Ana hanya dengan SMS. Pakai SMS karena beliau belum bisa pakai internet. Tapi terkadang aku tak sabar, aku telepon aja langsung! Dan beliau pun mau datang ke rumahku untuk menyetrika lagi. Paling tidak, seminggu dua kali beliau datang ke rumah untuk membantuku menyetrika dan bersih-bersih rumah. Sejak saat itu, aku selalu menanti kedatangannya. Beliau selalu jadi tempat curhatku. Tapi beliau tidak pernah sekali pun mengeluh lelah bekerja, meski setiap hari harus berangkat jam 7 pagi hingga pukul 10 malam.

Begitulah, sampai hampir 3 tahun ini, beliau selalu ingat padaku juga anak-anak. Bahkan ketika anak-anakku berulangtahun pun, beliau ingat! Tiba-tiba saja datang ke rumahku sore hari bersama anaknya, padahal aku sedang tidak memesan jasanya. Beliau datang kemudian memberikan sebuah kado yang dibungkus cantik buat anakku. Ah, aku terharu.

Chat-ku dengan Bu Ana

Dengan orang yang sebaik ini, aku harus membalas dengan apa?

Beliau memberikan anakku hadiah, sementara seharusnya beliau bekerja untuk mencari nafkah. Belum lagi kedekatannya dengan Shaki. Benar-benar sudah seperti keluarga. Aku tidak pernah menganggapnya sebagai pembantu rumah tangga. Aku menghormatinya sebagai orang tua. Jika beliau datang melewatkan jam makan siang, aku selalu menawarkan, tapi beliau tidak pernah sekali pun makan di rumah pelanggannya. Alasannya, pekerjaannya nanti jadi lama selesainya.

Chat Shaki dengan Bu Ana.

Suatu waktu, aku mendapatkan Mbak yang baru. Dia masih muda, tapi tidak tahu kerja. Maka kupanggil Bu Ana untuk membantuku mengajarkan Mbak baruku ini bagaimana cara bekerja yang baik dan benar. Syukurlah, Bu Ana bisa datang men-training Mbak baruku tanpa merasa cemburu. Beliau bahkan menyemangati Mbak baruku ini, "Yang semangat ya, Mbak. Bu Isti orangnya baik, kok!"

Begitulah yang kudengar. Padahal, aku sempat tidak enak rasanya karena memanggil Bu Ana hanya untuk mengajari saja. Tapi ternyata beliau dengan senang hati membantuku. Dan dua bulan kemudian, Mbak baruku pulang dan aku kembali pada Bu Ana lagi. Namun, dengan banyaknya jadwal pelanggan seperti itu, membuatku agak kesulitan menghubunginya. Karena terkadang, beliau kehabisan pulsa untuk sekadar membalas SMS.

Iya, SMS. Beliau sudah bisa pakai What's App, tapi sering tidak aktif akibat kehabisan pulsa untuk menelpon pelanggan. Dan beliau jadi tidak bisa mengaktifkan internetnya.

Kemudian baru aku sadar, kenapa bukan aku saja yang megaktifkan internetnya supaya mudah dihubungi? Daripada kubelikan pulsa, lebih baik paket data saja karena beliau lebih butuh berkomunikasi dengan banyak pelanggan melalui What's App. Maka kubuka aplikasi TCASH, yang bisa membantuku membelikan paket internet untuk nomor orang lain. Begini caraku membeli paket data TCASH.


Ada beberapa pilihan di layar. Karena aku butuh membeli paket data, maka kusentuh pada pilihan Airtime/Data, lalu kupilih Buy For Other Number untuk membelikan nomor yang lain, bukan ke nomor yang aku gunakan saat itu.


Setelah itu kuketikkan nama Bu Ana di Contact agar memudahkanku mencari nomornya. Dan begitu dapat, kusentuh nomornya, kemudian muncul tampilan layar seperti ini.


Ada pilihan Confirm untuk mengonfirmasi pembelianku benar atau tidak. Jika bukan yang ini, aku harus kembali lagi ke menu sebelumnya untuk mengganti pilihannya. Karena ini adalah pilihan yang mau kubelikan, maka kusentuh Confirm.


Setelah klik Confirm, nanti akan muncul layar untuk memasukkan nomor pin. Aku masukkan pin yang kupakai untuk TCASH, lalu muncul lagi tampilan layar seperti ini.


Selesai! Seketika itu juga, Bu Ana akan mendapatkan notifikasi bahwa nomornya sudah terisi paket data sebesar yang kubelikan. Ah, setelah itu, aku bisa berkomunikasi kembali dengan Bu Ana tanpa perlu takut beliau kehabisan pulsa karena meneleponku.

Ah, betapa beruntungnya kita hidup di zaman serba canggih ini. Aku nggak tahu apa jadinya kalau dulu nggak mau mencoba hal baru seperti memesan jasa layanan berbersih rumah melalui aplikasi. Mungkin aku akan stress berkepanjangan karena urusan rumah tangga yang kupegang sendiri. Dan aku bersyukur sekali bisa kenal sama Bu Ana, orang yang kuat dan tangguh. Orang yang tak kenal lelah, tak pernah meminta excuse untuk suatu hal. Beliau juga selalu ceria ketika datang ke rumahku.

Di usia yang teorinya sudah nggak produktif lagi, justru beliau malah bersemangat mencari nafkah. Tanpa disadari, beliau telah mengajarkanku untuk bersikap profesional ketika bekerja, menghormati dan menghargai yang lebih muda. Beliau sama sekali tidak pernah mengguruiku, jika ada yang berbeda, beliau selalu terbuka. Beliau juga mengajariku untuk selalu mencintai pekerjaan kita, sebanyak dan selelah apapun itu, karena balasannya bukan hanya materi sebagai upahnya, tetapi keluarga baru

Untuk itu, #BuatKamu yang ingin membahagiakan orang-orang yang telah membantumu, kamu tidak perlu lagi mengeluarkan uang cash seperti cara yang sudah lewat. Kamu bisa membelikan pulsa, paket data, atau membayarkan listrik, asuransi, bahkan membelikan makanan cepat saji dengan merchant TCASH.

By the way, TCASH sekarang bisa dipakai untuk seluruh operator telepon, bukan hanya untuk pelanggan Telkomsel saja. Semakin sering kita #PakeTCASH, semakin mudah kita membahagiakan orang lain.

Bu Ana merangkul lenganku ;)

49 comments :

  1. Aku mau coba jasa kaya gini belum aja nih. Aman kan ya selama ini.
    Pakai TCash mempermudah transaksi juga ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aman banget Mbak. Aku udah pake, kok. Gampang karena tampilannya nggak bingungin.

      Delete
  2. Story tellingnya keren... Salam untuk Bu Ana semoga diberikan kesehatan dan rezeki yang lancar.

    Salam kenal juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Terima kasih untuk doanya, Mbak. InsyaAllah akan saya sampaikan salamnya nanti.

      Salam kenal juga ya. :)

      Delete
  3. Yaampun, aku meleleh baca chatnya Bu Ana sama Shaki. So heartwarming :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Bu Ana paling seneng sama Shaki. Dia 2x kasih Shaki kado di 2 tahun kemarin. Pernah pas aku lagi repot, Bu Ana malah dengan sukarela makein Shaki baju, huhuhu. Dia sayang banget sama anak2ku. :)

      Delete
  4. Senangnya bisa ketemu dengan yg yg 'klik' ya mbak... Btw saya baru tahu kalau kita bisa cari asisten lewat aplikasi 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan asisten yang setiap hari gitu sih, Mbak. ini aku pakai G* Cl*an. Hehehhe. Tapi iya ini memang susah-suah gampang nyari yang klik ya. Makanya aku alhamdulillah banget bisa ketemu beliau. :))

      Delete
  5. TCASH ini favoritku juga untuk non tunai. Apalagi sekarang bisa untuk semua operator. Btw salam kenal Mbak. Seneng ya kalo ada orang baik kayak bu Ana yang bantuin di rumah. Mampir blogku juga yuk. Kebetulan ikutan #BuatKamu juga hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, April, salam kenal ya. Iya enaknya sekarang TCASH bisa dipakai unutk semua operator. Jadi kalau mau beliin pulsa buat orang tua atau siapapun yang nomernya bukan Telkomsel, tetap bisa. Makasih udah mampir, ya. :)

      Delete
  6. Era Digital memang membawa perubahan yang sangat besar

    ReplyDelete
  7. Bu Ana pasti seneng banget ya mba Is. Dapat kuota dr mba Is. Manfaat sekali

    ReplyDelete
  8. Wah asyiknya bisa dapat yg kayak bu Ana. Aku juga butuh nih Tcash biar mempermudah kalo mau urusan bayar2 online ya

    ReplyDelete
  9. Wahh baru tahu bahwa tcash sekarang bisa utk operator lain selain telkomsel. Berarti bisa nih didonlot

    ReplyDelete
  10. Woo, inspiring bgt nii. Jd keinget tagihan listrik masjid yang suka sering bgt udh dibayarin sm org misterius, tau2 tagihannya udh lunas aja. Kemauan untuk sedekah, dan kemajuan teknologi seperti hadirnya T-Cash ginj mmemang memudahkan banget gaa utk berbuat baik

    ReplyDelete
  11. Senang ya bisa ketemu dengan orang sebaik Bu Ana. Semoga Bu Ana selalu sehat dan lancar rezekinya. Btw baca chat Shaki, lucu jugaaa, itu loh pas kata-kata 'sungguh terlalu' hahaha :D bisa aja si Shaki

    ReplyDelete
  12. duh bu ana baik banget ya semoga Allah membalas kebaikanmu bu, semoga sukses juga untuk lomba nya mba

    ReplyDelete
  13. Duuuuhhh, aku related banget sama ceritanya Mbak, karena LDM juga jauh dari suami dan keluarga.... Jadi keberadaan support system tu benar-benar penghiburan ya Mbak.... Semoga Bu Anna sehat selalu ya Mbaaa.... :)

    ReplyDelete
  14. Masya ALlah, saya koq mewek saking terharunya membaca kisah ini. Semoga sehat selalu Bu Ana yaa, semoga berkah hidupnya, ya Allah, baik banget beliau.

    ReplyDelete
  15. Salam buat bu Ana yaa mba, orang baik biasanya dipertemukan dengan orang baik juga.
    Sukses buat lombanya, semoga menang, Aamiin :)

    ReplyDelete
  16. I know what you feel mba, hehehe anak 1 aja tiweh apalagi anak 3 hehehe untung ada bu ana. Untung juga ada tcash jadi bisa beliin bu ana paket internet buat wa

    ReplyDelete
  17. senang ya bisa memberi, apalagi memberi sesuatu yang dibutuhkan, semoga dengan diisi pulsa dengan T-Cash kerjaan bu Ana semakin lancar ya

    ReplyDelete
  18. Nah, jaman sekarang orang yang kayak Bu Ana ini susah dicari mba :(
    Pengennya pada kerja cepat hohoho... alhasil pekerjaannya suka kurang afdol...

    ReplyDelete
  19. Saya kayaknya bahagia banget deh kalau dapat seseorang seperti bu Ana ini. Punya asisten selalu banyak drama melulu hehehe. Bu Anak pasti seneng banget ya diisiin pulsa pakai T-Cash

    ReplyDelete
  20. Persis banget kak Isti.
    Aku pun juga memiliki seorang kepercayaan yang tau banget aku maunya gimana dalam mengurus rumah.

    Kerjanya super cepat, tapi rapih dan yang terpenting, sangat sayang sama anak-anak.

    Memang gak nginep, hanya datang seminggu 2 kali juga.
    MashaAllah~

    Semoga Allah memberi rejeki lebih untuk orang-orang baik seperti Bu Ana.
    Aamiin.

    ReplyDelete
  21. Suka terharu ya mba sama jasa mereka walaupun bayarannya kecil tapi mereka iklas trus mnhagu hubungan baik lagi

    ReplyDelete
  22. Kalau baca cerita semacam ini, aku jadi relate ke ibuku. Iya Mba, ibuku dari duluuuu kerjanya selalu bantu pekerjaan rumah tangga. Bahkan sampai sekarang. Kadang tetangga dan orang yang punya rumah nanya, kok masih kerja aja. Mbok tinggal leyeh-leyeh aja di rumah kan anaknya udah pada kerja semua.

    Simbok jawab nggak betah diem, badan pada pegel. Kalau kerja kan enak, badan gerak, jadi sehat, dan nggak banyak waktu terbuang. Dan bisa dapat uang pula, jadi nggak harus nunggu pemberian anak :')

    Gudlak lombanya ya, Mba Isti, dan salam buat Bu Ana :)

    ReplyDelete
  23. Sehat selalu buat bu Anna, emang kalau udah klik di hati gitu sama orang jadi susah buat gak inget kebaikannya ya mba Is. :D

    ReplyDelete
  24. Yuhhuu Tcash memudahkan kita mengekspresikan rasa sayang dsn terima kssih kita yH sama orang-orang tercinta mba 😊

    ReplyDelete
  25. Haaah darivjam 07.00 sampe jam 10 pm?knp begitu lama, mbak Isti? Bunda juga suka sih pake tenaga semwntara gitu buat nyeterika doank, tp sekarang dia lg hamil, sejak itu gak ada lagi yg gantiin. Terpaksa td nyetrika sendiri 4 jam (tp in between disambi tiduran kl pinggang terasa sakit. Btw, terus terang bunda tuh gak ngerti gimana cara pake tCash itu dan apa itu fasilitas dari Telkomsel? Bunda selalu ignore baca 'Anda mendapat bonus tCash" bla bla bla...

    ReplyDelete
  26. Ak yg ada suami aja masih suka keteteran mba ngurus rumah, bu ana sehat selalu ya jarang menemukan orang yg klik dengan kita mba

    ReplyDelete
  27. Aaah bahagiaaa kalau ketemu orang yang pas dan baik hati yaaa Isti. Baik bangeeet kirim pulsa untuk hadiah. Sekarang semua memang praktis yaa

    ReplyDelete
  28. TCash emang juara banget kak aku suka beli paket data juga soale suka dapet bonus hehe.

    ReplyDelete
  29. Wah mantab ya TCash ini..makin mempermudah kita.. BTW, salam buat Bu Ana ya mba..orang rajin semoga banyak pahala ..

    ReplyDelete
  30. Senangnya punya sahabat dekat dan saling berbagi hadiah ya. Boleh juga dicoba nih pake TCash.

    ReplyDelete
  31. Shaki ceplas-ceplos ya, nanya pada bu Ana dengan jujurnya, napa rok nya pendek kalo pakai kerudung, hahahaa...

    Ah dapat orang yg baik utk bantuin pekerjaan rumah di jaman sekarang itu sebuah keajaiban.

    ReplyDelete
  32. Kalau di kampungku masih jarang sekali pakai jasa ART gini. Tapi Bu Ana memang orang baik. Salam kenal untuk Bu Ana. Jadi pengen pakai TCash juga deh setelah baca postingan ini.

    ReplyDelete
  33. Bu Ana ini baiknya sama dengan bibikku yang udah 9 tahun ini menemaniku menjaga Faris. Tiap kali gajian adaaaa aja yang dibeliin untuk anak2ku. Waahh... dia cari uang kan untuk keluarganya, malah ngasih jajan ke anak2ku :D
    Salam untuk Bu Ana yaaaa....

    ReplyDelete
  34. Senengnya Mba Isti bisa mengenal Bu Ana ya, Jarang bisa menemukan orang yang baik seperti beliau. Hingga sekarang masih pakai jasa beliau kah Mba? Masih kontak-kontak?

    ReplyDelete
  35. Alhamdulillah ya, Mbak. Dari sekian banyaknya orang yang menekuni profesi seperti itu, ada Bu Ana yang cocok dengan keluarga Mbak Isti. Jarang ada yang seperti itu, ya...

    ReplyDelete
  36. Senang kalau bertemu orang lain yang ikhlas dalam bekerja. Kerja gak asal-asalan. Kita juga jadi gak segan untuk membalas dengan kebaikan. Aku udah lama pakai Telkomsel tapi belum pernah coba T-Cash

    ReplyDelete
  37. Hari gini ya, segala macam sangat praktis dilakukan. Segala hal bisa dibeli dengan cashless. Jadi keingetan belom aktifin Tcash jadinya. Padahal selalu dapet bonus banyak dari beli pulsa dan paket data.

    ReplyDelete
  38. Masyaallah. Semoga Bu Ana sehat selalu dan amal kebaikannya dibalas dgn sebaik-baiknya oleh Allah

    ReplyDelete
  39. Pasti berat banget ya Kak ngurusin anak yang masih kecil gitu sendirian.

    TCash emg mantap, semuanya jd lebih murah dibanding ga bayar pakai TCash.

    ReplyDelete
  40. Senangnya kalau ketemu org yang cocok buat bantuin beberes dan setrika. Moga Bu Ana makin dimudahkan mencari nafkah ya mbak. Saling memberi hadiah itu mengeratkan silaturahmi jg :D

    ReplyDelete
  41. T-Cash lebih mempermudah ya untuk melakukan kebaikan. Bu Ana sehat selalu nggeh agar dimudahkan mencari rezeki halal untuk keluarga.

    ReplyDelete
  42. Senangnya masih ada orang seperti bu Ana, semoga dengan TCASH mempermudah mbak Isti untuk komunikasi dengan bu Ana yaa...isiin pulsa ku juga dong hahah

    ReplyDelete
  43. Bu Ana ini sepertinya rezeki orang baik dari Allah untuk dirimu ya Mbak. Jarang banget ada orang kayak Bu Ana ini.

    ReplyDelete
  44. Termasuk kuat dan tangguh ya bu ana ini, kerjanya dari jam 7 pagi sampe jam 10 malam.. ku terkesima mba >.<

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^