Jangan Tunggu Sampai Sakit Gigi, deh!

3.25.2022

Kenapa sih kebanyakan dari kita kalau mau ke dokter gigi tuh mesti nunggu pada sakit dulu?

Sebuah pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu jawaban, karena semua orang juga sudah tahu bahwa penting sekali ke dokter gigi namun biayanya amatlah mahal. 😭

Nah, karena mahal itu pula lah, kontrol per 6 bulan sekali yang seharusnya bisa bayar normal, tapi kalau sudah nunggu sakit, begitu periksa jadi dobel-dobel deh itu tagihannya. Terus, siapa yang salah kalau udah begini? 😜


Saya termasuk di 57% dan yang 89,8% 😁

Faktanya adalah, menurut Riset Kesehatan Dasar 2018, 94,9% masayarakah perkotaan tidak pernah ke dokter gigi dalam setahun terakhir. Persebaran dokter gigi yang belum merata serta faktor biaya juga menjadi hambatan bagi masyarakat untuk rutin berkonsultasi ke dokter gigi. Akibatnya, dari 57% masyarakat yang mengalami permasalahan gigi dan mulut, hanya 10,2% yang berkunjung ke dokter gigi, itu pun umumnya karena sudah merasa sangat kesakitan.


Jangan Tunggu Sampai Sakit Gigi


Kebetulan sekali, pada 22 Maret 2022 kemarin, saya ikutan virtual conference dari Pepsodent dengan kampanye yang bertajuk "Jangan Tunggu Sampai Sakit Gigi #KonsultasiGigiSekarang". Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia 2022, Unilever Indonesia melalui Pepsodent bekerjasama dengan FDI World Dental Federation (FDI) dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).

Kampanye ini juga mengajak beberapa tokoh penting seperti Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Bapak Budi Gunadi Sadikin, yang membuka acara. Beliau mengatakan bahwa masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia terbilang masih sangat tinggi. Beberapa faktor penyebabnya antara lain kurangnya kesadaran, rasa enggan, dan kesulitan akses ke tenaga profesional. Terlebih dengan adanya pandemi COVID-19, maka harus mengubah cara pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Edukasi dan sinergi dari berbagai pihak, termasuk kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut akan membuka harapan untuk mencapai target Indonesia Bebas Karies 2030.

Kemudian ada Prof. Ihsane Ben Yahya, President FDI World Dental Federation. Beliau menekankan bahwa masih besarnya kesenjangan kesehatan gigi dan mulut di dunia, salah satunya bermuara pada gigi tanggal yang akhirnya sangat mempengaruhi kualitas hidup. 

Menurutnya, "Kerusakan gigi yang diabaikan hingga berujung ke gigi tanggal dapat berdampak luas, namun orang cenderung tidak menyadari konsekuensinya terhadap kesehatan, kesejahteraan, kualitas hidup, diskriminasi sosial, hingga hilangnya kesempatan untuk bersekolah ataupun bekerja. Gigi dan mulut yang sehat berkaitan erat dengan tubuh yang sehat, maka cara kita merawatnya akan menentukan kesehatan tubuh kita di masa mendatang."

Prof. Ihsane Ben Yahya, President FDI World Dental Federation.



Ada juga drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Head of Professional Marketing Beauty and Personal Care Unilever Indonesia yang ikut menanggapi kampanye ini. "Tercatat rata-rata pada usia 35-44 tahun masyarakat Indonesia sudah kehilangan 2 giginya, jika tidak ada perubahan kebiasaan merawat gigi dan mulut dengan benar serta rutin berkonsultasi ke dokter gigi, keadaan ini bisa semakin memprihatinkan. Faktanya, rata-rata di usia 65 tahun masyarakat Indonesia sudah kehilangan 11 giginya," katanya.

Aduh, kebayang nggak sih nanti waktu kita nimang cucu giginya benar-benar tinggal 2 kayak di lagu Burung Kakak Tua? 😭

Lebih jauh mengenai persebaran dokter gigi, drg. Usman Sumantri, MSc, Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menjelaskan, “Saat ini jumlah dokter gigi di Indonesia masih belum ideal. Jika dibandingkan dengan rekomendasi WHO yaitu 1 dokter gigi untuk 7.500 orang, di Indonesia faktanya 1 dokter gigi bertugas melayani 9.565 orang. Selain itu, keberadaan dokter gigi, terlebih dokter gigi spesialis, memang masih terpusat di perkotaan. Dari data-data ini terlihat bahwa ketidaksetaraan akses terhadap dokter gigi masih menjadi masalah."

Kalau lihat data-data begini, jadi pengin nguliahin anak di kedokteran gigi nggak, sih? Mudah-mudahan ada salah satu anak kita yang mau jadi dokter gigi di masa mendatang, yah. Supaya Indonesia juga bisa bebas karies 2030 seperti kata Pak Menkes tadi.



Oh ya, terus di webinar juga ada Maudy Koesnaedy dari kalangan selebritis tanah air yang ikut kampanye ini. Ia ikut berbagi pengalamannya yang rutin ke dokter gigi sehingga anaknya merasa nyaman setiap kali kontrol rutin. Namun karena pandemi Covid-19 melanda, dokter giginya tidak buka praktik sementara. 

Monmaap, saya mah jadi salfok sama muka & badannya yang dari jaman Zaenab masih galau sampai sekarang Si Doel udah jadi Gubernur tetap segitu-gitu aja. Cantiknya nggak luntur, gaes! 😍


Layanan Teledentistry

Sebenarnya, layanan teledentistry gratis “Tanya Dokter Gigi by Pepsodent” ini sudah ada sejak 2020. Iya, semenjak pandemi melanda. Layanan teledentistry gratis ini bisa dihubungi di nomor WhatsApp: 0878-8876-8880. Sampai saat ini, sudah tercatat ada sekitar 21.488 sesi yang diberikan dengan tingkat kepuasan yang sangat baik.

Maudy sendiri katanya udah pernah pakai layanan teledentistry gratis ini. Malahan bisa video call juga sama dokternya jika memang dibutuhkan untuk melihat kondisi gigi dan mulut kita. Dan yang paling utama, data-data kita terjaga kerahasiaannya. Wuih, ke mana aja ya saya kok baru ngeh ada layanan gratis begini? Artis aja udah nyobain, padahal mereka masih bisa loh bayar di klinik gigi.

Nah, menyambung soal teledentistry, dalam virtual conference hari itu, Pepsodent mengeluarkan kemasan pasta gigi terbaru yang ada QR code-nya supaya bisa kita pindai untuk mendapatkan layanan berkonsultasi gigi secara online dengan gratis!

Bisa langsung scan barcode di kemasan pasta giginya langsung. loh!

Selama 1 April - 30 Juni 2022, konsultasi akan diberikan oleh ribuan dokter gigi dari 100 PDGI cabang. Secara khusus, 23 PDGI cabang juga akan memberikan edukasi dan tindakan perawatan kepada masyarakat. Selain itu, 300 orang “Pepsodentist”, yaitu relawan dokter gigi swasta di seluruh penjuru Indonesia yang akan ditampilkan dalam Dentist Locator di situs Tanya Pepsodent juga akan ikut berpartisipasi. 

Nah, udah nggak ada alasan lagi untuk malas ke dokter gigi kalau begini, kan? Yuk, kita pantau kesehatan gigi dan mulut keluarga dengan dokter gigi langsung!

Stay safe and stay healthy everyone!

21 comments :

  1. Aku juga niihh jadi ingat kalau selama pandemi belum pernah periksa gigi, padahal penting banget dan udah berapa lama coba jadinya gigi ini dianggurin... huhu. Untung aja ngga ada keluhan apa-apa. Tapi tahun ini mau coba rutinkan lagi dental care ah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sama, Mba. Kalau nggak ada keluhan apa2 rasanya malah aman2 aja ya, padahal butuh juga ke dokter gigi sebenarnya.

      Delete
  2. Setahun lalu gigi bolong butuh treatment 10x dg biaya 4jt. Alhamdulillah yg bayar BPJS. Harusnya memang kontrol 6 bulan sekali. Sayangnya sekarang cuma mengandalkan BPJS dr kantor suami yg dibayarinya buat pengobatan, bukan perawatan. Tempat kerja suami nggak ngasih asuransi swasta lagi. Jadi kudu rajin gosok gigi biar nggak sakit lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wew mayan juga kenanya, Mba. Kalau ga pake BPJS boncoss juga itu dompet :D Jadi inget jaman aku SMP. Bolak-balik ijin sekolah karena harus treatment gigi bolong. Ya ampun masih kecil itu ya kenapa bisa bolong2 juga gigiku...

      Delete
  3. Teledentist akan membuat kita lebih terbuka dan bicara soal masalah gigi dan mulut tanpa ragu lagi dan malu

    ReplyDelete
    Replies
    1. So far yang paling enak emang masih online gini ya

      Delete
  4. Keren banget nih kolaborassinya, ribuan dokter gigi bakalan terus memberikan edukasi melalui layanan pepsodent.
    Semoga saja masyarakat indonesia makin aware dengan pentingnya menjaga kesehatan gigi, engga hanya pas sakit ajaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Bener banget Teh Nchie, semoga makin banyak yg aware sama masalah kesehatan gigi dan mulut.

      Delete
  5. aaaa, aku banget nih yang menyesal kalau urusan gigi. Karena ga terlalu ditangani secara serius, aku sudah kehilangan 2 geraham belakang kwkwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduuu sampe 2 gigi geraham, Mbak. Pasti ga enak banget itu pas lagi sakit giginya

      Delete
  6. Betul banget. Setelah sakit gigi seperti saya baru nanti jera deh kayanya. Saya pun udah ikut konsultasi. Alhamdulillah fast respon ternyata

    ReplyDelete
  7. banyak yang ke dokter gigi menunggu gigi sakit atau ada masalah dulu Isti karena beranggapan ke dokter gigi itu mahal. Padahal kalau udah sakit malah jadi makin mahal ya. Better kita menjaga kesehatan gigi dan mencegahnya menjadi lebih parah lagi

    ReplyDelete
  8. Kadang kita menganggap gigi cukup digosok 2x sehari, tidak perlu lagi perawatan ke dokter gigi. Kadang pula ada rasa takut atau malas berhadapan dengan dokter gigi. Padahal sebenarnya sikap ini salah. Kalau sudah sakit gigi baru mengeluh....terimakasih sudah diingatkan mbak...saya harus membuang rasa takut nih buat periksa ke dokter gigi.

    ReplyDelete
  9. Iya sekarang ke dokter gigi itu mihil ya eh emang sekarang segala mahal sih xixixi,jangan sampai menunggu sakit karena sakit gigi amat teramat tidak enak setuju banget deh. Konsultasi sekarang jadi gampang ya.

    ReplyDelete
  10. Huhu aku banget ini. Dateng ke dokter gigi cuma saat sakit gigi atau ada masalah mulut. Selain itu ya gak pernah. Apalagi pas pandemi. Padahal bermasalah, tapi gak berani ke dokter gigi. Keren nih Pepsodent, punya Teledentistry begini. Bikin kita bisa konsultasi ke dokter gigi kapan aja ya.

    ReplyDelete
  11. Wah ternyata layanan teledentistry-nya bisa melalui video call sehingga dokter bisa melihat kondisi gigi secara real ya mbak? Jd pengen nyobain nih layanannya. Lebih baik memang mencegah sakit gigi, soalnya kalau udah kelewat sakit gigi, sakit gak ketulungan huhu

    ReplyDelete
  12. bener mba, kalau udah sakit gigi tuh penanganannya bakal lebih merepotkan. udah gitu kadang ada beberapa penanganan yang mengharuskan sakit giginya kelar dulu.. jadi kudu tertunda selama beberapa hari deh. jadi mending segera konsul yaa secara rutin

    ReplyDelete
  13. Kadang orang memang nunggu sakit dulu baru ke dokter gigi, mungkin dipikirnya nggak papa lah ya giginya baik-baik aja. Ternyata memang harus rutin kontrol ke dokter gigi agar terhindar dari kemungkinan sakit gigi yang rasanya duuuh lah pasti menyiksa banget. Seneng deh sekarang ada layanan teledentistry gini, jadi makin mudah kan kita mau konsultasi sama dokter tanpa perlu harus keluar rumah dulu.

    ReplyDelete
  14. Gerakan yang bagus sekali yaa..
    Dengan teledentistry dan kampanye baik mengenai jangan tunggu sampai sakit Gigi, semoga bisa berdampak baik pada kebiasaan masyarakat Indonesia terhadap kesehatan Gigi dan mulut.

    ReplyDelete
  15. Betul sekali kak. Jangan tunggu sakit gigi dulu

    ReplyDelete
  16. Keren banget campaign-nya.. Data-data di atas bikin kaget. Dan aku termasuk yang menyesal karena telah menganggap remeh periksa gigi ke dokter, karena semenjak pandemi belum pernah ke dokter gigi sekalipun dan akhirnya bolong hiiks

    ReplyDelete

Thank you for read my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^