Trial di Sekolah Putik

2.08.2017

Sekolah Putik Cipayung
http://www.sekolahputik.com/Rumah%20Putik.html

Sekolah kedua yang anak saya coba adalah, Sekolah Putik. Kami mencoba Sekolah Putik yang ada di Cipayung. FYI, Putik ini ada di Cinere dan Duren Sawit juga. Silakan main-main ke website-nya untuk info lebih lanjut mengenai Sekolah Putik selain Cipayung.

Keesokan hari setelah trial di sekolah pilihan pertama kemarin, anak saya dijadwalkan untuk trial di Putik Cipayung. Asli, ya. Saya nggak tahu apa-apa tentang Putik ini dan tiba-tiba aja sumi saya nelpon dari Jakarta untuk lihat-lihat website dan Fanpage-nya di Facebook. Wow. Sebelum anak-anak dan suami saya mudik, kami sama sekali nggak ada bahas tentang sekolah ini, pun menyebutkan namanya sekali. Nggak ada. Otomatis, saya bingung dan kaget, dong.


Tadinya, selain ABC Kids, saya maunya I'am masuk Al Azhar. Tapi apa boleh buat, Al Azhar udah penuh banget. Padahal slot mereka untuk masing-masing tingkatan ada 5 kelas dengan jumlah murid lebih dari 30 setiap kelasnya. Bahkan untuk nyempilin satu bangku buat I'am aja nggak bisa sama sekali. Hiks. Ya sudah, maka itu saya positif dan optimis sekali I'am bisa sekolah di ABC Kids.


Plus-nya Sekolah Putik ini, sekelas muridnya dibatasi maksimal hanya 20 anak saja, dengan 2 tenaga pengajar di setiap kelas. Anak berkebutuhan khusus boleh banget ikut bersekolah di sini. Ada beberapa level kelas, yaitu dari kelas Dede Kecil (semacam day care) sampai SD. Enaknya lagi, satu level cuma ada satu kelas aja. Jadi bener-bener ngayomin banget guru-gurunya. Kita bisa kenal guru, guru juga bisa kenal sama kita.

First impression, suami saya suka sama lingkungan sekolah dan ruang-ruang kelasnya yang colourfull. Isinya nggak melulu kursi dan meja murid yang menghadap ke depan. Nggak. Juga dindingnya, sebagian tembok sebagiannya kaca. Jadi anak-anak tetap bisa melihat taman bermain di luar ruangan. Tempatnya sendiri adem, di halaman ada beberapa pohon besar yang bikin nggak panas dan playground.

Sayangnya, luas sekolahnya kecil. Cerita punya cerita, ternyata awalnya Sekolah Putik ini dibuat adalah untuk TK aja. Tapi lama-kelamaan banyak orang tua yang kepincut sama kurikulum yang diajarin di sini, jadilah mereka meminta untuk dibuatkan kelas SD-nya juga. Nah, penuhlah itu luas yang segitu-gitunya buat menampung kurang lebih 10 kelas. Jangan bayangin ruangan kelas yang berjubel-jubel ya, karena kelas-kelasnya dibuat bertingkat. Dan setiap tahun ruang kelasnya bisa aja pindah berdasarkan jumlah anak yang masuk.

Sayang yang kedua adalah, lahan parkir yang sempit. Sempit banget untuk ukuran sekolah yang SPP-nya di atas Al Azhar. Asumsi saya, paling enggak parkirannya luas lah ya, karena rata-rata anak yang berseklah di situ tuh orang tuanya terbilang amat sangat mampu sekali. Jadi, kalau waktunya antar dan jemput anak, bisa dipastikan jalanan akan macet hanya karena mobil yang lalu-lalang di parkiran sekolah.

Oh ya, FYI, Sekolah Putik ini letaknya di pinggir jalan persis. Tapi tenang, meski di pinggir jalan, anak-anak nggak bisa sembarangan atau seenaknya jalan sendirian ke luar gedung. Karena selain gedung dibuat tertutup, di luar juga ada 2-3 satpam yang berjaga. Dan, hebatnya, satpam serta tukang kebun di sekolah pun hapal sama anak-anak yang sekolah di Putik.

Trial Day


Okeh, lanjut ke trial day-nya, ya. Anak-anak saya ikut trial selama sehari penuh. Meski datangnya agak terlambat, sih, tapi mereka ikut sampai selesai, sampai pulang. Nah, karena I'am mau naik kelas 2 SD, jadi I'am trial-nya di kelas 1. Gunanya apa? Untuk "nyamain" kurikulum aja, sih. Dan syukurnya, apa-apa yang diajarin hari itu di kelasnya, I'am bisa semua. Berarti, kurikulum Putik dengan sekolah I'am yang di Suly (Sabis), sama.

Sementara Shaki, sebenarnya harus naik ke kelas 1 SD. Tapi saya dan suami sepakat untuk memasukkan dia ke TK aja lagi. Pertimbangannya, umur yang masih kecil (waktu itu umurnya 5 tahun), juga Shaki itu anaknya masih senang bergaul. Jadi dia itu beda banget sama I'am yang senang belajar. Jadilah waktu itu Shaki trial-nya di kelas TK A.

So far, anak-anak senang dan nyaman di sekolah ini. Nggak ada beban, dan fun. Paling enggak begitu, sih, laporan suami buat saya. Kan, saya waktu itu jauh ya, lagi di Suly, nggak ikut mudik. Huhu.

Selama di kelas, anak-anak juga ikut dapat makan. Oh ya, ralat. Shaki ikut trial sampai selesai, tapi I'am enggak, karena kelamaan. Jadi suami saya memutuskan untuk pulang lebih awal, sekitar pukul 12 siang.

Pokoknya, setelah pulang dari Putik, suami saya puas banget lihat kelas-kelasnya. Nggak monoton kayak sekolah kita jaman dulu, yang cuma tembok-tembok doang, ahahaha. Lalu, ada mobil antar-jemputnya juga. Bisa ikut perginya aja, atau pulangnya aja, juga nggak apa-apa.

Oh ya, ada potongan biaya masuk sekolah sini kalau anaknya dua atau lebih. Lebih hemat, kan? :)

Untuk foto-foto, bisa dilihat di Fanpage-nya Sekolah Putik Indonesia.

3 comments :

  1. mudah2an anak2 dapat skul yang cocok ya mba...


    kadang yang galau orangtuanya ya utk pilihan skul anak2 ini

    ReplyDelete
  2. Kalau SD pertimbangan ortu memilih sekolah main banyak ya mbak. Kalau anakku msh TK dan pertimbanganku cuma jarak ok, sistem ok, biaya ok hihihi
    TFS infonya ttg sekolah putik :)

    ReplyDelete
  3. aku juga kalau sekolah anak pertimbangannya banyak...apalagi dengan kondisi kami yang pindah sana-sini..

    ReplyDelete

Thank you for reading my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^