Perlu, Nggak, Menghitung Masa Subur Wanita?

3.17.2019


Jangan salah, saya bukan pakar dalam menghitung masa subur wanita. Dulu, ketika baru menikah, saya pede sekali mengandalkan KB kalender. Saya tandain kapan tiba masa subur saya karena saat itu saya masih kuliah, belum kepengin langsung hamil. Ndilalah, sebulan setelah menikah saya hamil.

Setelah melahirkan I'am, saya kembali pede mengatur kalender lagi. Saya hitung kapan masa subur saya supaya nggak kebobolan lagi. Ndilalah-nya, saya hami lagi ketika I'am masih 8 bulan. Sedih? Pasti! Menyesal? Setelah mendengar berbagai nasihat dan dukungan dari suami (ya iyalah orang doi yang hamilin saya masak nggak dukung! 😜), akhirnya saya bisa menerima kondisi saya saat itu.

[Baca: Kesundulan]

Sejak kelahiran Shaki, anak kedua, saya sama sekali belum kepengin punya anak sementara waktu. Sampai akhirnya saya rindu menggendong bayi, dan anak-anak pun merasa butuh adik bayi, baru saya dan suami berani memulai lagi. Saat itu saya mengandalkan aplikasi untuk menghitung masa subur wanita.

Kadang ya kalau ditanyain soal mengatur jarak umur anak, ya saya nggak bisa langsung jawab. Semua kan tergantung kitanya. Nggak usah berpatokan sama idealnya, karena saya pikir ideal itu ya kita yang buat. Saya malah lebih concern ke masalah masa subur kitanya. Ya itu tadi, karena saya pernah kebobolan dua kali.

Nggak bisa dipungkiri, teman-teman saya banyak yang mengandalkan KB alami alias KB kalender. Pengetahuan seperti ini yang sebenarnya jarang diketahui dan juga malas untuk mengetahui. Gampangnya, rata-rata sih pada pakai cara "cabut singkong". Ya nggak apa-apa sih kalau suami sama-sama mau menerima. Kalau enggak? Makanya, yuk, belajar menghitung masa subur wanita aja sekalian!

Menggunakan Aplikasi


Paling gampang emang pakai aplikasi. Banyak banget kok aplikasi-aplikasi yang bisa menghitung masa subur wanita. Biasanya satu macam bisa untuk menyimpan jadwal haid, menghitung masa subur, pembuahan, sampai ke perhitungan hamil atau tidak. Saya nggak akan merekomendasikan aplikasi apapun karena di sini saya akan concern belajar menghitung masa subur sendiri. Biar kita makin pinter! 😎


Menghitung Manual


Cara paling nempel di ingatan, ya cuma yang manual ini. Kita ngitung sendiri. Tentunya dengan bantuan dokter kandungan atau bidan. Minta bantuan mereka untuk mengajarkan. Karena buat saya, belajar langsung dari ahlinya itu beda dengan membaca blog orang. LOL. Tapi kalau nggak sempat konsultasi ke dokter langsung, sekarang malah udah bisa konsultasi dengan dokter secara online lewat aplikasi kesehatan kayak Halodoc. Canggih bener ya teknologi jaman sekarang! Nah, kalau udah terlalu malas lagi, ya udah boleh lah baca-baca blog saya juga, hihi.

Untuk menghitung masa subur, yang harus diingat pertama adalah, siklus haid teratur. Jika siklus haid kita nggak teratur, sulit rasanya untuk bisa menghitung masa subur. Tapi tenang, saya dikasih tau caranya juga kok untuk yang siklus haidnya nggak teratur. Yang penting, jadwal haidnya dicatat selalu untuk memudahkan penghitungan. Nah, pada nyatet, kan?

Saya mau contohin masa subur siklus haid 25 hari dengan rentang haid rata-rata selama 6 hari. Nah, masa suburnya itu, hari pertama selesai haid sampai hari ketujuh. Sementara itu, di hari keenam masa subur terserbut merupakan masa pembuahan. Kalau pakai hitungan kalender seperti ini.

Siklus haid 25 hari, rentang haid 6 hari.

Keterangan:
Tanggal haid: 2 - 7 Maret
Masa subur: H+1 sampai H+7, yaitu tanggal 8 - 14 Maret
Pembuahan: H+6, yaitu tanggal 13 Maret

Kurang lebih seperti itu ya caranya ngitung masa subur dengan siklus haid 25 hari. Misal kita sedang program hamil, segeralah setelah selesai haid itu langsung dijadwalin aja sama suami. Kalau kitanya fit, suami juga sehat, mudah-mudahan, tokcer!

Eh, terus yang siklus haidnya nggak teratur gimana, dong?


Untuk menghitung masa subur yang siklus haidnya tidak teratur, bisa menggunakan metode kalender Ogino-Knaus. FYI, Ogino-Knaus ini merupakan dua orang berbeda yang menemukan cara menghitung metode kalender pada 1930; Kyusaku Ogino di Jepang, sementara Herman Knaus di Austria.

Yuk, kita simak aja langkah-langkahnya berikut ini.

  1. Mencatat tanggal haid selama 6 hingga 12 bulan terakhir.
  2. Setelah diketahui, kurangi 18 hari dari siklus haid tersingkat selama 6 bulan untuk menentukan awal masa subur.
  3. Selanjutnya, kurangi 11 hari dari siklus haid terpanjang untuk menentukan akhir masa subur.

Contoh:
Setelah dilakukan pencatatan siklus haid selama kurang lebih enam bulan, diketahui bahwa siklus terpanjang adalah 31 hari dan terpendek 26 hari. Maka: 31-11=20, 26-18=8
Jadi, perkiraan masa subur berlangsung pada hari kedelapan hingga hari ke-20.



Perlu, Nggak, Menghitung Masa Subur Wanita?


Source: Halodoc

Masa subur wanita ini perlu kita ketahui dan pelajari terutama jika kita sedang program hamil. Oh, atau kalau yang nggak sedang program hamil pun, bisa mengira-ngira kapan saat yang tepat untuk tidak menggunakan alat kontrasepsi. Maka itu, saya pn bilangnya perlu nggak perlu menghitung masa subur kita, karena semua balik lagi tergantung kondisi masing-masing pasangan.

Saya sendiri ketika Shaki sudah usia 4 tahunan, baru kepengin punya anak lagi. I'am dan Shaki udah sering nanyain baby, pengin punya baby seperti teman-temannya. Dan setelah dihitung-hitung, saya pun siap untuk punya anak ketiga. Saya ceritakan ke suami tentang anak ketiga, dan ia pun setuju. Ya nggak langsung setuju saat itu juga sih, tetap aja masih ragu-ragu awalnya. Tapi karena sayanya juga udah yakin dan mental yang insyaAllah udah siap, suami akhirnya mau nambah anak lagi. Kebetulan kami masih sama-sama muda, masih kuat, masih siap, dan waktu juga memungkinkan.

Salahnya saya, setiap hari ngecek terus pakai test pack tanpa tahu perhitungan kapan masa subur dan pembuahan. Pokoknya waktu itu kalau pas bukan jadwalnya haid, berarti bisa langsung jadi. Karena pengalaman yang hamil pertama dan kedua dulu kan nggak ada hitung-hitungan, tau-tau jadi aja.

Saat itu saya pakai aplikasi bantuan, tapi nggak mengerti cara kerjanya. Jadi saya pakai aplikasi itu hanya untuk menyimpan jadwal haid saja. Padahal ya udah ada hitungannya juga untuk masa suburnya. Nah, kalau sekarang, bye-bye aplikasi! Saya udah ngerti sendiri caranya ngitung masa subur wanita dengan manual. Apa ini tandanya harus nambah anak keempat? 😅

Anyway, kalau kalian sendiri, udah bisa ngitung masa subur? Biasa pakai manual atau bantuan dokter online via aplikasi kesehatan seperti Halodoc?

44 comments :

  1. Aku juga ga pakai KB jadi andalanbanget menghitung masa subur biar gak kebobolan, bisa2 nanti jadi hatrick :)
    Aku pakai hitungan manual, aku print kalender gitu deh jadi tau maju berapa hari tiap bulan haidnya. Selamat ya udah ngitung2 masa subur kayanya Manda pingin adik yaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. ((hatrick)) ya gapapa lah mba, biar kayak aku :p

      Delete
  2. aduh aku minta tolong aja deh sama aplikasi mbak, soalnya lebih praktis asal nggak lupa catet aja tanggalnya diaplikasi hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi ke aplikasi halodoc, konsultasi ama dokternya :)

      Delete
  3. Aku selama ini gak pake kb Mba. Belajar dari ibu yang gak pake kb juga, eh tapi anaknya banyak (ibuku, haha). Alhamdulillah, sampe sekarang walo gak pasang kb, belum kebobolan eh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mama & mertuaku juga ga ada yang pake KB. Tapi... mertuaku anaknya 10, sementara mamaku setengahnya. Duh kan aku jadi deg2an :D

      Delete
  4. ya alloh kocak bacanya, malah sebulan setelah nikah langsung hamil, dan yang kedua pun hampir ternyata sama yaa. Aku juga kebobolan kemarin pas aldebaran 22 bulan eh aku hamil, padahal pengennya dijarakin 4 atau 5 tahun, yah gagalll

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihhii nanti atur lagi, mbaaakk.. ternyata seru kalo bisa ngatur jarak sendiri tanpa bantuan alat kontrasepsi :)

      Delete
  5. Mbak Isti, makasih banyak caranya menghitung masa subur. Ada beberapa wanita yang nggak tahu sama sekali, apa itu masa subur dan bagaimana mengantisipasi jaga jarak kehamilan. Saya pernah kasih tahu, tentang memperhatikan masa subur dan masa tidak subur. Eh malah, dia gak mau tahu, alasannya laki-laki mana bisa mengerti mbak. Dan parahnya lagi, doi gak KB. Eh malah jadi curhat akunya. Mau lihat aplikasi halodoc ah, mau kushare ke temenku itu, biar dia mau belajar

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak astin, awalnya juga aku ga mau tahu, pas mau promil ketiga aja itu baru ngeh. Kalau ada teman yg begitu, mendingan kita ga usah kasih tau apa2 kalau dia ga nanya kali ya. Dikasih tau malah ngeyelan. Susah juga sih.

      Delete
  6. Nah penting nih utk yg sedang promil atau yg ingin hitung sendiri masa suburnya. TFS ya..

    ReplyDelete
  7. Wah tokcer nih bisa punya Dede lagi. Ternyata menghitung masa subur memang mudah dan gampang. Tidak perlu lagi download . Bikin memori penuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Nggak perlu download2. Bisa ngitung sendiri kalau kitanya memang niat dan mau. :)

      Delete
  8. Informasi yang penting neh, aku kalau ngitung kadang suka bingung soalnya tiap bulan kadang maju atau mundur, jadi pusing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, bisa dicoba cara yang saya tulis di atas ya. Udah saya revisi. :)

      Delete
  9. aku denger denger kalua pake pil atau spiral ada efek sampingnya,jadi emang KB kalender itu paling aman. tapi emang mesti pegang banget yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus benar2 bisa ketat, mbak. Kalau longgar dikit, ya sudah terima resiko lah. :D

      Delete
  10. Aku lagi KB alami nih mba, setelah lepas KB suntik sebulan lalu.. info ini bermanfaat banget, semoga konsisten dan tidak kebobolan ya mba hehe kalopun akhirnya.. ya kita syukuri saja.. Alhamdulillah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihii gapapa. Konsekuensi lepas KB memang bisa jadi hamil. Tapi ya apapun itu, pemberian Tuhan dan masih ada suaminya ini kan... :D

      Delete
  11. Mba, aku pake aplikasi dan kayaknya salah itung masa suburku. Soalnya aku rencana nambah momongan tapi blm tokcer juga. Ya mungkin blm waktunya juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huaaaa tuh kan kalau pakai aplikasi begitu suka nggak akurat ngitungnya :(

      Delete
  12. Aku jg nggak KB suka menghitung masa subur aja jadinya...walau pernah kebobolan jg..tapi itu krn salah kitanya juga sih..hahaha...Anakku lima bukan kebobolan yak memamg sengaja gak dijaga aja..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah alhamdulillaah udah 5 putranya ya Mbak. Kebayang serunya rumah kalau pas anak2 lagi di rumah semua :))

      Delete
  13. Perlu banget dan banyak manfaatnya.. apalagi buat mereka yang ingin segera punya anak. Kalau aku, pabriknya udah tutup heheheh

    ReplyDelete
  14. Wooww...boleh nih four before forty ;)

    Iya bagi yang menginginkan segera punya anak, penghitungan masa subur ini amat penting ya. Apalagi bagi yang sedang menjalani terapi. Ya namanya juga berikhtiar ya, penghitungan masa subur kan juga termasuk di dalamnya.

    ReplyDelete
  15. Aku ga bisa menghitung masa subur nih karena haid gak teratur. Aku tuh 2 bulan sekali haidnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh dicoba mbak cara yang udah kutulis di atas, tulisannya udah kurevisi. :)

      Delete
  16. Aku juga pakai bantuan apps, kak..
    Tapi KB non-hormonal juga.
    Jadi apps hanya digunakan untuk tau maju-mundurnya jadwal haid.

    ReplyDelete
  17. Wah gt ya cara ngitungnya, btw karena aku ga teratur mensnya jadi ga pasti gt ngitungnya hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa mbak pakai cara yang udah kutulis di atas. Udah kurevisi tulisannya. :))

      Delete
  18. Hihihi ilmu ini ngebantu banget. Aku binggung mba gimana cara hitung masa subur biasanya . Rencananya aku mau menggunakan aplikasi aja buat memudahkan :)

    ReplyDelete
  19. Mba Isti makasih banget. Aku asli nggak pinter buat menghitung maza subur udah setahun nikah nih semoga setelah ini rajin memerhatikan madmsa subur dsn bisa diberi momongan aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Mugo-mugo Allah paring amanah buatmua secepatnya ya Mbak. :)

      Delete
  20. Aku tadinya pake IUD, Mba. Tapi ndilalahnya terakhir lepas kok pake drama ya, heu. Jadi yang tadinya mau pasang lagi, malah batal.

    Akhirnya sama suami sepakat KB alami aja, yaini rajin ngitungin kalender, hihi. Kuncinya memang harus komit ya soalnya mau nggak mau jadi nggak sebebas jaman dipager pake IUD. (((Dipager)))🤣🤣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku belum pernah pakai KB apapun mbak, apalagi IUD. :D
      Iya harus komit mbak kalau pakai KB alami :))

      Delete
  21. aku jarang baget hitung masa subur mba, padahal hasrunya aware yaa. tapi bersyukurnya makin kesini ada aplikasi yang bisa ingetin kita tentang masa subur

    ReplyDelete
  22. Kalau kaya aku yang ga KB ya perlu mba. Tapi kalo pake alat kontrasepsi ya aman hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, cara hitung ini ga berlaku buat yang pakai alat kontrasepsi :D

      Delete

Thank you for read my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^