Cerita Tentang Pulau Karimunjawa dan Penangkaran Hiunya

3.24.2019

Waktu ambil laporan 3 bulanan (rapor) anak saya minggu lalu, gurunya cerita kalau di pelajaran Social Studies anak muridnya banyak yang remedial (ulangan susulan karena nilainya nggak memenuhi standar). Termasuk I'am. Emang, sih, I'am juga ngakuin kalau dia lemah di Social Studies. Masalahnya, banyak sekali yang harus dihapalkan. Dan kemarin itu pas PTS (Penilaian Tengah Semester), kata gurunya banyak yang ketuker di nama-nama Wali Songo. Salah satunya yang fatal, ada yang ketuker Sunan Muria dengan Sunan Nuria. Padahal, yang termasuk dalam Wali Songo itu Sunan Muria, bukan Nuria.
[Baca juga: Laporan 3 Bulanan Sekolah]

Jujur, saya sendiri udah lupa nama-nama Sunan Wali Songo. Dan gara-gara gurunya I'am itu, saya jadi searching. Kemudian yang bikin saya kaget adalah, sejarah Sunan Muria tersebut ternyata ada hubungannya dengan salah satu pulau di Jawa, yaitu Pulau Karimunjawa.

Asal-usul Nama Pulau Karimunjawa


geleang island
Pulau Geleang. Source: Traveloka

Diceritakan, bahwa Sunan Muria menerima Amir Hasan, anak dari Sunan Kudus, yang pergi dari kerajaannya karena telah melakukan kesalahan ketika dipercaya memegang pesantren milik ayahnya. Amir Hasan seharusnya mengajarkan agama selama ayahnya pergi naik haji, tapi yang terjadi ia malah mengajarkan gamelan pada murid-murid pesantrennya. Maka itu, karena telanjur malu, Amir Hasan pergi dari rumahnya dan bernaung sementara di rumah bibinya, istri dari Sunan Muria.

Ketika itu Sunan Muria gembira, dan bahkan menjadikan Amir Hasan sebagai anak angkatnya serta mengajarkan ilmu-ilmu agama Islam. Dan setelah dianggap ilmunya cukup, Amir Hasan diperintahkan Sunan Muria untuk menyebarkan agama Islam ke daerah yang belum pernah terjamah. Kemudian Amir Hasan pergi berlayar bersama dua temannya dan sampailah di sebuah pulau yang ternyata banyak bajak lautnya. Singkat cerita, mereka berhasil menaklukkan bajak laut tersebut dan menjadikan anak muridnya. Lalu kedua temannya Amir Hamzah kembali ke tempat Sunan Muria dan mengabarkan bahwa keponakannya itu sudah berada di sebuah pulau. Nah, di sini nih lucunya.

Sunan Kudus juga ada saat itu, dan beliau menanyakan di pulau apa anaknya berada? Setelah diberi tahu oleh kedua teman anaknya, beliau berkomentar seperti ini.

"Pulone kok adoh banget. Tak pirsani wae kremun-kremun saka Jawa kene. Oh, matura marang putraku Amir Hasan, papan dununge putraku kuwi tak jenengke Karimunjawa sing ateges kremun-kremun saka Jawa. Lan Karimunjawa ateges pulo kang mulia ing laut Jawa. Muga-muga wae putraku Amir Hasan bisa nyiarno Agama Islam lan mulia uripe ana tanah mau."

Artinya kira-kira begini.
"Lho, pulaunya kok jauh sekali. Dilihat kok kremun-kremun (samar-samar) dari Jawa sini. Oh, beritahu kepada putraku Amir Hasan, kalau pulau tempat tinggalnya saya namakan Karimunjawa yang berarti samar-samar dari Jawa. Semoga saja putraku Amir Hasan bisa menyiarkan agama Islam dengan baik dan mulia hidupnya berada di tanah Karimunjawa."

Hehehe begitulah asal-usul nama Pulau Karimunjawa. Seru, ya, kalau kita bisa tahu sejarah suatu tempat? Saya sih selalu suka, karena ternyata banyak menyimpan rahasia. Rahasia yagn sebenarnya sudah diketahui tapi banyak yang tidak mau mengetahui. Nah, gara-gara sejarah ini pula, saya jadi penasaran sama pulau Karimunjawa itu sendiri.


Penangkaran Hiu di Karimunjawa


Penangkaran Hiu di Karimunjawa. Source: Berita Dunia

Kalau saat ini kamu search di Google dengan kata kunci Pulau Karimunjawa, pasti yang keluar bukan cuma paket tour Karimunjawa aja, tapi ada satu lagi yang akan menarik perhatian: berita tentang penangkaran hiu. Emang kenapa?

Siapa yang baru tahu kalau di Karimunjawa ada tempat penangkaran ikan hiu? Ngacung! ☝

Iya, saya baru tahu kalau di Karimunjawa itu ada tempat penangkaran hiu yang ternyata satu-satunya di dunia! 🙈 Tempat penangkaran ini berada di Pulau Menjangan Besar. Awalnya, Hiu Kencana, nama tempat penangkaran hiunya, cuma jadi tempat budidaya ikan kerapu dan ikan-ikan lainnya, tapi pemiliknya, Cun Ming, juga memelihara ikan hiu. Ikan-ikan hiu yang ditangkar di sana, dilestarikan oleh Cun Ming, dan nggak pernah dikomersilkan. Ikan hiu yang sudah besar, ia lepaskan lagi ke laut. Oh, ternyata masih ada orang yang sayang sama predator, ya. So sweet.

Tempat penangkaran ikan hiu milik Cun Ming ini bahkan telah menjadi tujuan wisata paket tour Karimunjawa, dan salah satu kegiatan yang paling menarik adalah "Berenang Bareng Hiu". Namun, kabarnya, tahun 2018 wisata kolam ikan hiu ini telah ditutup untuk umum dikarenakan pada tahun 2016 ada wisatawan asal Yogyakarta yang digigit hiu. Hiiy ngeri ya ngebayanginnya? Kalau saya sih ogah deh berenang bareng hiu, mending berenang bareng kamu aja. Soalnya kalau saya kelelep bisa kamu gendong. 😬

ratusan hiu mati diracun
Cun Ming, pemilik penangkaran hiu. Source: CNN Indonesia

Nah, kabar yang terbaru sekarang adalah, sebanyak kurang lebih 110 hiu di penangkaran tersebut mati mendadak! Cun Ming nggak terima ikan hiunya mati tiba-tiba dan melaporkannya ke polisi. Cun Ming juga sudah memberikan sample dari hiunya untuk dites di laboratorium untuk diteliti penyebab kematian ikan hiunya. Karena, menurutnya, ikan hiu nggak akan mati mendadak sebab penyakit, pasti itu kena racun. Tapi hasil lab-nya baru bisa diketahui 15 hari lagi.

Sedih? Pastinya, ya. Baca beritanya aja saya ikut sedih. Gila ya, banyak banget itu ikan hiunya, dan pada mati semua. Mana masih kecil-kecil lagi ikannya. Hiks. Kok tega sih itu orang yang ngeracunin ikan-ikan hiunya? Ya walaupun tempat penangkarannya belum berizin dan ikan hiunya bukan termasuk yang dilindungi, tapi kok kayak nggak ada hati nuraninya sih tu orang ya?

Tapi tenang, tujuan wisata di Karimunjawa bukan cuma tempat penangkaran hiu aja kok. Masih ada banyak sekali yang bisa kita kunjungi. Kalau kamu ke website Traveloka, ada beberapa tempat tujuan yang bisa kita "perawanin" di sana, seperti Pulau Geleang, Pulau Menjangan Besar, Pulau Ujung Gelam, Hutan Mangrove di Pulau Kemujan, Little Island dan Middle Island.

Hutan Mangrove di Pulau Kemujan. Source: Traveloka

Pulau Menjangan Besar. Source: Traveloka.

Source: Traveloka

Cakep-cakep yah pulaunya. Gimana? Masih pengin ke Karimunjawa? Kalau saya sih iya, pastinya pengin ajak anak-anak juga ke sana. Karena masih di daerah Jawa Tengah, kayaknya bisa diagendain kalau pas mudik ke Klaten nanti. Cocok kan yah, Lebaran nanti insyaAlloh mudik, biar jalan-jalannya nggak ke Jogja aja terus, sekali-kali yang jauhan dikit kali ke Jepara nggak apa-apa, ya. 😙

60 comments :

  1. Duuh aku mau k Karimun aja belum jadi2. Deket aja padahal. Yuk mbakcer liburannya ke Karimun ajaa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. HAAAYYUUUUKKKKK.... Ke mana aja aku lah yang penting diijinin bapake anak2 :D

      Delete
  2. Cakep-cakep banget pulaunya, itu hutan mangrove pemandangan hijaunya segeeer. Pengin nih ke Karimun Jawa, semoga suatu saat bisa keturutan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Banyak ya destinasi liburan di negara sendiri yg belum kita kunjungi, mbak...

      Delete
  3. bagus yaaaa karimun jawa itu. smoga tetap terjaga ky gtu teruuuss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Iya, mbak. Ternyata bagus banget :))

      Delete
  4. Aku belum pernah ke Karimun Jawa, tempat ini menarik dan terdengar romantis di telingaku. Pan kapan mau traveling ke sana ah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aiiih romantiiis. Semoga nanti bisa honeymoon ke Karimunjawa ya, Mel.

      Delete
  5. Seram ada tempat penangkaran ikan hiu. Mereka dikasih makan apa? Kok bisa mati mendadak gitu? Saya mending fokus pada keindahan alamnya dan kuliner sana, ha ha. Pengen juga ke tempat seindah itu. Apakah hawanya panas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu yang lagi diusut, mbak, kenapa bisa mati mendadak? Kasihan aja sih sama ikan2nya, hiks.

      Delete
  6. kamrimun jawa masih masuk wishlist destinasi yg belum kesampaian..3 hari disana pasti mnghitam..

    sedih memang penakaran hiunya diduga diracun..

    ReplyDelete
  7. Pergi ke Karimunjawa tuh salah satu cita-cita saya dan keluarga. Ingin bisa lihat pemadangan di laut kedalaman. Katanya indah sekali ya, kalau bisa diving di KarimunJawa

    ReplyDelete
  8. Karimunjawa kayak salah satu "Malvieves"-nya Indonesia. Indah, cantik, dan jadi salah satu tempat yang pengin sekali aku kunjungi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebayang deh "maldives-nya" indonesia. Pasti cantik banget ini kalo lihat langsung :))

      Delete
  9. Baru tahu asal katanya. Tapi dah lama tahu dong ada penangkaran hiunya. Justru itu yg bikin aku penasaran sampai sekarang karena blm sempat ke sana padahal tinggal nyebrang laut ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener. Aku pas tahu aa penangkaran hiunya, malah serem2 penasaran. Pengin lihat, tapi ga mau dekat2 :D

      Delete
  10. Duh jadi pengen ke Karimunjawa lagi..waktu itu blm mampir ke penangkaran hiu. Dan ikut sedih mendengar banyak hiu2 nya mati...semoga segera dapat diketahui penyebabnya.. yuuk..ngarimuun..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaahhh Mbak Mechta udah pernah? Huhuhuh aku pengiiiin...

      Delete
  11. PAdahal deket kalo dari Semarang, tapi belum pernah kesana. Ngumpuling orang serumah susah, yang satu datang di semarang, satunya ngider di Jogja, ntar yang satu balik tapi babenya ganti berangkat ke Bogor, wkwkwk...

    Tetep sih jadi wishlist liburan kesana sekeluarga meski si hiu udah nggak ada lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ish deket banget itu mah mbak dari semaraaaang...

      Delete
  12. Oooh saya baru tahu asal-usul nama Pulau Karimunjawa ini dari masa Sunan Muria. Artinya samar-samar dari Jawa, karena memang jauh juga ya. Naik ferry 6 jam gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ternyata dari Sunan Muria. Lucu yah kalau tahu asal-usul nama tempat begini? Nggak disangka2 aja gitu hahhaha

      Delete
  13. Saya belum pernah ke Karimunjawa, kepingin banget. Lihat lautnya bikin pengen nyemplung sambil snorkeling mbak.

    ReplyDelete
  14. Padahal ada orang baik yang mau menangkarkan hiu. Tapi malah diuji dengan hal seperti itu. Semoga segera ada solusi. Pengen lihat langsung penangkaran hiu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sepertinya ada yang tidak suka dengan pemilik penangkaran hiu itu ya..

      Delete
  15. Wah aku baru tahu bahwa asal muasal nama karimun jawa itu karena kremun kremum..hahahha

    ReplyDelete
  16. Harus direncanain banget kalau kami mau ke Karimun Jawa. Jauh dari rumah. Jadi enaknya pas anak-anak libur sekolah dan suami bisa cuti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak bener. Kuncinya di suami, sih. Aku kalau anak2 biarin aja deh ijin2 sebentar hihihi

      Delete
  17. Banyak objek wisata yang bisa dinikmati dan dikunjungi di karimunjawa yaa, Mba. Sayangnya Karimunjawa jauh banget nih dari Sulawesi, padahal pengen juga menikmati keindahan alamnya. Semoga suatu saat saya bisa menginjakkan kaki ke sana, amiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huaaa di Sulawesi aja banyak bangeettt yang bisa dieksplor ya Mbaaaakk

      Delete
  18. iya mbak kemarin sempat baca beritanya di temlen, sedih bangett. Apalagi kalau beneran hiunya mati gara gara di racun. Duh, tega banget. Moga moga aja segera terungkap penyebabnya..

    ReplyDelete
  19. karimun berarti berasal dari kata samar-samar ya hihi baru tahu saya. pulau karimun indah sekali ya, semoga bisa selalu terjaga keindahannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sama saya juga baru tahu, jaidnya lucu yah :D

      Delete
  20. Baru tahu tentang pulau Karimunjawa. Baca postingan ini jadi pengen traveling ke sana. Apalagi liat gambar pantainya indah banget.

    Btw kasian banget ya hiu-hiu yang mati itu, semoga segera terungkap kasusnya. Tapi klu hiunya mati mendadak dan dalam jumlah banyak gitu memang patut dicurigai ya mbak? Tega banget klu sampai ada yang meracuni.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, ratusan hiu lho itu. Kok tega banget ya ada yang ngeracunin :(

      Delete
  21. Pengen juga ke Karimunjawa apalagi di sana banyak hal menarik yang bisa ditemui dan dipelajari, seperti sejarah namanya, bahkan aku juga baru tahu kalau di sana tempat penangkaran hiu, mudah-mudahan ada rezeki bisa ke sana bareng anak-anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mbak aku juga baru tahu ada penangkaran ikan hiu di sana hihihi

      Delete
  22. Maunya ke Karimun Jawa, teman-teman pernah cerita ke sana naik kapal sampai berjam-jam. Ngebayanginnya pasti seru banget apalagi bareng keluarga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah naik kapal sampai berjam-jam? Seru kayaknya yaaahh

      Delete
  23. Walah baru tahu kremun kremun menjadi nama Karimun Jawa. Eh MBak ISti, ternyata bapakku loh baru main dari karimun jawa. Ya ampun, beliau bilang pulaunya bagus banget. Kapan kapan kepingin juga main ke Karimunjawa bareng bapak dan ibuku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huaaaa bapakmu kuat banget mbak astin bisa ke sana! Katanya naik kapal sampai berjam-jam?

      Delete
  24. Oh jadi itu ya sejarah namanya Karimunjawa. Aku baru tau. Aku kalo lagi luang dan mood juga suka baca-baca sejarah nama-nama daerah, tapi ya itu, moodnya itu XD

    ReplyDelete
  25. Pulau karimun jawa memang mempesona keindahan pantainya. Yang akan membuat kita yakin bahwa penakaran hiu yang terlihat susah namun berhasil di lakukan.

    ReplyDelete
  26. Eh hiu di pengakaran hiu ini udah pada mati lo maksul kemarin baca di berita katanya ada yang ngeracunin lebih dari 100 ekor hiu di penangkaran karimunjawa mati hiks

    ReplyDelete
  27. Saya mbak, baru tahu di pulau Karimun Jawa ada penangkaran ikan hiu. Dulu, waktu tinggal di Johor , pulau ini dekat banget dari sini. Terutama kalau kita lihatnya di pantai bagian selatannya, tanjung Piai.

    Seru ya kalau baca sejarah dan disambung sambungkan begini. Nambah pengetahuan dan menyenangkan

    ReplyDelete
  28. Ajakin eike ke Karimun dong kaka. Aku pengen ke sana sampe skrg belum kewampaian. Padahal banyak juga temenku yang asli sana

    ReplyDelete
  29. aku pengeeen banget ke sini, tapi belum kesampaian karena perlu cuti yang agak lama. Kalau sebentar judulnya rugi hehehe

    ReplyDelete
  30. Aku udah pernah ke Karimunjawa 2 kali, tahun 95 dan 97. Kamu udah lahir atau belum, Isti? :)) Yang kedua kali itu untuk ambil data saat skripsi, nginep semingguan klo ga salah di sana. Sempat ikutan pemilik penginapan panen kelapa juga ke salah satu pulau, aku lupa tapi namanya pulau apa. Dari pagi mpe sore ngelilingin pulau melihat beliau panen kelapa. Pulaunya kosong, hanya ada 1 orang penjaga dan kucingnya yang kayaknya kelaperan banget.

    ReplyDelete
  31. Ya Allah semoga suatu saat aku bisa jalan-jalan ke Karimun
    aamiin heheheh soalnya banyak yang udah ke sana dan membuktikan keindahannya

    ReplyDelete
  32. Sudah termupeng sangat dengan Karimunjawa ini, entah belum rejeki ke sana. Selalu aja ada alasannya. Semoga segera disempatkan ke Karimunjawa. aamiin.

    ReplyDelete
  33. Baru tahu deh dengan cerita di balik Karimunjawa ini. Duh, kan, jadi keingetan deh sama keinginan lama yang kepengen banget main ke Karimunjawa gara2 lihat temen hanimun di sana. Semoga bisa segera ke sana. Lihat penangkaran hiunya pasti anak-anak suka

    ReplyDelete
  34. Wah baru tau nih kalau namanya berasal dari kata kremun kremun. Kasian banget itu ikan hiu sebanyak itu diracun. Serem juga ya berenang bareng hiu.

    ReplyDelete
  35. AKu orang Jawa, tapi kok gak paham sama kremun-kremun yaa...?
    Huhu~
    Kisahnya menarik, kak Isti.
    Aku baru baca ini...dan semakin yakin bahwa Indonesia ini Allah beri kekayaan yang gak akan ada habisnya.

    ReplyDelete
  36. Kalau diperhatikan, fotonya ko Cun Ming wajahnya mirip pengusaha, Bob Sadino, ya :) ?

    Miris baca beritanya, diduga ikan hiu mati karena diracun.
    Sebagai penyayang binatang, aku ikut prihatin kejadian itu dan berharap tidak terulang lagi kejadian seperti itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul mirip sekali sama Bob Sadino. Mudah2an beritanya nggak ikut tenggelam biar kasusnya cepat terungkap.

      Delete

Thank you for read my story. I would be very pleased if you leave a comment here. ^__^